BERITA TERKINI

Keprofesionalan dan Manajemen Guru di Indonesia

SINAR - Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar Studium General dengan tema “ Keprofesionalan dan Manajemen Guru di Indonesia”. Sebagai pembicara yaitu Dra. Santi Ambarukki, M.Ed dari Pusat Pengembangan Profesi Pendidik Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Studium General ini dilaksanakan pada Kamis (18/9) bertempat di Graha IAIN Surakarta dan diikuti 973  mahasiswa baru angkatan 2014/2015 dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta.

Dalam sambutannya Dr. Mudofir Abdullah, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Surakarta menyampaikan bahwa Kuliah Umum atau Stadium General ini adalah sebagai pendahuluan untuk menghadapi kuliah sebenarnya. Selain itu melalui Stadium Generale ini dapat memberi wawasan, motivasi, dan muatan visi-misi dari mahasiswa sehingga mahasiswa tidak akan kehilangan arah kedepannya. Dalam tema yang diusung FITK nantinya diharapkan lulusan FITK akan menjadi tenaga pendidik yang unggul dan professional.

Prinsip dasar untuk menjadi tenaga pendidik yang unggul dan professional yaitu seorang guru dituntut untuk menguasai materi dan metodologinya. Disamping itu seorang guru harus dapat membangun karakter dan menjadi inspirasi bagi para peserta didiknya. “Guru adalah yang digugu dan ditiru, maka menjadi guru yang professional adalah guru yang lahir karena panggilan hati,” terang Dra. Santi Ambarukki, M. Ed dalam kesimpulan materi yang disampaikan pada Stadium General tersebut.

Syamsul Huda Rohmadi, M. Ag, sekretaris panitia pelaksana Stadium General, menjelaskan tujuan utama dari Stadium General ini adalah pengenalan mahasiswa tentang profesi guru dalam rangka meningkatkan kualitas guru, dan memberikan gambaran tentang tugas dan kewajiban sebagai seorang guru. Diharapkan pada seluruh mahasiswa FITK dapat memahami dan menyiapkan diri sedini mungkin untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional dan kelak mempunyai kompetensi yang tinggi. (Mahendra)

AddThis Social Bookmark Button

FEBI IAIN Surakarta Menggelar Stadium General

SINAR - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan Stadium General di Graha IAIN Surakarta pada Selasa (16/9) pukul 08.00 WIB. Stadium General ini mengambil tema “Peran Lembaga Keuangan Non Bank Dalam Perkembangan Ekonomi Islam”. Acara ini dihadiri oleh 655 mahasiswa baru dari berbagai jurusan di FEBI IAIN Surakarta. Stadium General ini dibuka oleh Dekan FEBI, Drs. H. Sri Walyoto, M.M, Ph.D dan menghadirkan pembicara yaitu Adib Suhaeri (Direktur Utama BMT Tumang), Yahuda Nawa Yanukrisna (Dana Reksa), dan Irfan Noor Riza (Bursa Efek Indonesia).

Drs. H. Sri Walyoto, M.M, Ph.D dalam sambutannya mengutarakan bahwa tujuan Stadium General ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan para mahasiswa pada lembaga keuangan non bank dalam peran serta perkembangannya untuk ekonomi Islam.

Adib Suhaeri berkesempatan memberikan materi yang pertama. Beliau mengungkapkan bahwa peran baitul maal wa tamwil (BMT) untuk perkembangan ekonomi Islam di Indonesia mempunyai peran yang sangat besar. Hal ini dikarenakan BMT adalah lembaga keuangan non bank yang berbasis pada kekeluargaan dan syari’ah dalam sistem kerjanya. “BMT bergerak dalam bidang ekonomi mikro, dan ini adalah sebagai salah satu pondasi untuk tetap berdiri dan majunya BMT. Ekonomi mikro sebagai komunitas terbesar di Indonesia yang menguasai 60% pangsa pasar menjadi tumpuan BMT untuk menjalankan roda perekonomian. Selain itu 80% warga Negara Indonesia mayoritas beragama Islam dan hal inilah yang juga menjadi dasar untuk memajukan BMT sebagai lembaga keuangan non bank yang berbasis syari’ah.”

Pada kesempatan yang kedua perwakilan dari Dana Reksa, Yahuda Nawa Yanukrisna mengutarakan peran Dana Reksa untuk perkembangan ekonomi Islam di Indonesia juga tidak kalah penting. Hal ini dibuktikan bahwa di Dana Reksa juga telah mengeluarkan produk yang berlandaskan syari’ah yaitu Reksa Dana Syari’ah. Prinsip kerja Reksa Dana Syariah mengikuti prinsip Wakallah (mempercayakan) dan prinsip Mudhorobah (bagi hasil) yang tata caranya diatur sedemikian rupa yang mengacu pada peraturan dewan syari’ah nasional tahun 2001.

Dalam materi terakhir yang disampaikan oleh Irfan Noor Riza. Beliau menegaskan arti pentingnya pasar modal sebagai tonggak berdirinya perekonomian di suatu negara. Pasar modal di Indonesia juga telah berkembang menjadi dua pilihan yaitu secara konvensional dan syari’ah. Dan terlepas dari itu ada dua fungsi utama dari pasar modal sebagai peran dalam perkembangan sebuah perekonomian, yaitu sarana menjalankan usaha bagi sebuah perusahaan dan wahana investasi bagi masyarakat. Irfan juga menambahkan satu fungsi tambahan bagi masyarakat luas yaitu pasar modal juga bisa menjadi lahan pekerjaan yang menguntungkan, mengingat sampai saat ini salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ini masih membutuhkan banyak Sumber Daya Manusia untuk maju dan berkembang bersama.

Ketua pelaksana Stadium General FEBI IAIN Surakarta, Arif Muanas, MSc menyampaikan tujuan acara ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan pada mahasiswa terkait dengan peran lembaga keuangan non bank untuk perkembangan ekonomi Islam di Indonesia. “Selain itu diharapkan bisa menjadi bekal untuk bisa maju bersama lembaga keuangan syariah baik sebagai praktisi maupun menjadi pegawai di lembaga-lembaga tersebut kedepannya,” pungkas Arif. (Mahendra)

AddThis Social Bookmark Button

Menyambut Mahasiswa Baru, LDK IAIN Surakarta Adakan Talk Show

SINAR – Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menyambut mahasiswa baru dengan mengadakan talkshow akademis, Sabtu (30/8) hingga Senin (1/9) di pelataran IAIN Surakarta. Talkshow hari pertama dilaksanakan di depan Gedung F dengan tema “Meraih Prestasi di Bangku Kuliah” dengan narasumber Dr. Muh. Munadi M.Pd, Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah & Keguruan dan diikuti oleh 100  mahasiswa baru IAIN Surakarta.

Faris Isnawan, selaku Ketua Panitia Sambut MARU LDK IAIN Surakarta, mengatakan, “Kegiatan Talk Show selama tiga hari berturut-turut ini dilaksanakan untuk  memberikan fasilitas kepada maru yang sedang antri melaksanankan kegiatan screening OSPEK BEM IAIN Surakarta serta tentunya tema yang kita sajikan sesuai dengan kebutuhan maru yang sebentar lagi menjadi mahasiswa resmi IAIN Surakarta. Agenda ini juga dimeriahkan dngan adanya LDK On Air yang memutarkan lagu-lagu sesuai dengan request maru yang sedang antri screening”.

Talk Show hari kedua dilaksanakan pada Ahad (31/8), di hall Gedung E, dengan tema “Kampusku Harapan Masa Depanku”, dengan mendatangkan Pembicara Ibu Kamila, Dosen Fakultas Ushuludin dan Dakwah.  Talk Show hari terakhir (1/9) dengan tema “Kuliahku Pintu Gerbang Cita-Citaku” diisi oleh Rendi Handoko, Motivator Jawa Tengah & Mantan Presiden BEM IAIN Surakarta tahun 2013 di depan Gedung E.

Dari serangkaian kegiatan ini sangat menarik minat mahasiswa dalam mengikuti aktivitas perkuliahan di kampus. Selain itu, minat mahasiswa untuk mengikuti kegiatan Lembaga Dakwah Kampus IAIN Surakarta sangat tinggi. Ada sekitar 300-an mahasiswa baru yang ingin bergabung bersama LDK IAIN Surakarta. (Agus)

AddThis Social Bookmark Button

Sosialisasi Program KB BKKBN di OSPEK IAIN Surakarta

SINAR - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengadakan sosialisasi di acara Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Sabtu (13/9).  Kegiatan ini dihadiri oleh Drs. Sambito, M.Si selaku koordinator BKKBN  Jawa Tengah. Kegiatan ini  bertempatkan di gedung Graha IAIN Surakarta dihadapan 2316 mahasiswa baru.

Seminar ini dimulai dengan sentakan jargon BKKBN yakni “Kompak, Semangat, Maju”. Hal pertama yang dibahas yaitu pentingnya program Keluarga Berencana (KB) dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Di Jawa Tengah sendiri memiliki luas wilayah 3,25 juta hektare dengan 3,48 juta penduduk. Sedangkan untuk Indonesia sendiri menduduki urutan ke-4 tertinggi untuk jumlah penduduk sedunia. Namun, masih sangat kurang kualitas SDM nya, pun juga dengan tingkat pertumbuhannya yang semakin meningkat,” jelas Sambito dalam sosialisasi program KB.

Harapan BKKBN terhadap adik-adik mahasiswa, semoga mahasiswa dapat mengetahui tentang program KB,  juga demi kesehatan reproduksi, tidak tergesa-gesa untuk merencakan pernikahan minimal untuk perempuan 20 tahun dan 25 tahun untuk laki-laki, dapat mengajak dan mengimplementasikan program KB di lingkungan keluarga, mahasiswa maupun masyarakat. Harapan terakhir, “Semoga di IAIN Surakarta ini nanti dapat membentuk PIK (Perkumpulan Informasi Konseling), di kemudian hari nanti saya akan menyurati pihak rektor terkait hal ini,” tandasnya.

Hari terakhir OSPEK BEM IAIN Surakarta banyak sekali acara yang diadakan selain sosialisasi dari BKKBN, juga diadakan kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fair yakni pengenalan lembaga kegiatan mahasiswa tingkat institut. Selain itu juga ada konser peduli Palestina dan kegiatan ospek ditutup oleh pembina BEM IAIN Surakarta, Zainul Abbas, M.Ag. Dalam sambutannya ketua Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Surakarta ini menyampaikan ucapan terimakasih kepada para mahasiswa baru yang telah mengikuti kegiatan orientasi ini sampai selesai dan selamat menjadi keluarga besar IAIN Surakarta. Semoga dalam megikuti perkuliahan kedepannya berhasil dengan baik. Acara penutupan sangat meriah sekali karena dihibur oleh lantunan lagu nasyid disertai dengan kembang api yang menambah semarak dalam penutupan OSPEK kali ini. (Agus)

AddThis Social Bookmark Button

TRANSLATION

Indonesian Arabic English

BERITA TERKINI

Keprofesionalan dan Manajemen Guru di Indonesia
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

ARSIPAN IAIN SURAKARTA