BERITA TERKINI

ISIS Menggelar MID Novel

Ikatan Seribu Pena IAIN Surakarta (ISIS) mengundang Opik Oman dari Lingkar Pena (FLP) pada Jum’at pagi (17/10). Kegiatan yang bertempat di depan Perpustakaan pusat ini dihadiri oleh sejumlah anggota ISIS sebagai agenda MID (pelatihan) di awal kepengurusan 2014.

Kegiatan ini didasarkan pada keinginan anggota ISIS yang akan membuat novel secara kelompok. Materi yang disampaikan Opik Oman beragam, mulai dari perkenalan, bercerita tentang pengalaman menulis dan materi kepenulisan novel. Sekjen FLP ini sudah mempunyai karya novel yang ditawarkan melalui internet.

Dia memberikan tips bahwa menulis dapat dilakukan dengan rutin. Sehari satu halaman, maka dalam empat bulan kita sudah mendapatkan seratus dua puluh halaman. Karena untuk membuat novel bagi pemula, minimal membutuhkan waktu hingga enam bulan. (Fitria)

AddThis Social Bookmark Button

IAIN Menyambut Kurikulum Berbasis KKNI

SINAR - Selasa (21/10), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan workshop bidang akademik dan pengembangan lembaga dengan agenda kegiatan “Perumusan dan Sosialisasi Kurikulum Berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia)”. Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta dari lingkungan IAIN Surakarta yang meliputi para Dekan, Wakil Dekan I, dan Kajur ini mendatangkan Prof. Dr. Sutrisno, M. Ag dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai pemateri.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga IAIN Surakarta, Dr. Mudofir Abdullah, M. Pd dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah permulaan dari sosialisasi atau penjelasan mengenai KKNI yang sudah mulai dibahas di seluruh lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI). Selain itu akan dijelaskan pula mengenai tahap-tahap pelaksanaan kurikulum berbasis KKNI. Harapan dengan adanya kegiatan ini yaitu dapat terserapnya informasi tentang bagaimana dan apa bedanya KBK dengan KKNI, wujud-wujud apa yang menjadi distingsi di KBK dan KKNI, serta bagaimana prospektus dari pelaksanaannya di tahun 2015 nanti.

Mudofir menambahkan, kedepan bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Surakarta akan dilanjutkan lagi kegiatan serupa yang mana akan melibatkan kepanitiaan yang lebih besar untuk mengawal berjalannya pelaksanaan KKNI, dimana pada tahun 2015 nanti target dari IAIN Surakarta adalah sudah harus menerapkan kurikulum tersebut.

Pengertian KKNI pada prinsipnya adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kerja yang menyandingkan,  menyetarakan, mengintegrasikan, sektor  pendidikan dan pelatihan serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan jabatan kerja di berbagai sektor. Sedangkan jenjang kualifikasi sendiri diartikan tingkat capaian pembelajaran yang disepakati secara nasional, disusun berdasarkan ukuran hasil pendidikan dan atau pelatihan yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, atau pengalaman kerja, terang Sutrisno dalam materi yang disampaikannya.

“Dalam menerapkan KKNI bidang Perguruan Tinggi (PT), PT mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut: pertama, setiap prodi wajib menyusun deskripsi capaian pembelajaran minimal mengacu pada KKNI bidang PT. Kedua, setiap prodi wajib menyusun kurikulum, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan kurikulum mengacu pada KKNI. Ketiga, setiap prodi wajib mengembangkan sistem penjaminan mutu internal utk memastikan terpenuhinya capaian pembelajaran,” pungkasnya. (Elliyina)

AddThis Social Bookmark Button

Strategi Membangun Kerjasama Kelembagaan

SINAR - Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Membangun Kerjasama Kelembagaan”, digelar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta pada (16/10), bertempat di Pringsewu Resto Surakarta. Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta ini menghadirkan pembicara Dr. Anam Sutopo, S. Pd., M. Hum (Kepala Public Relations Universitas Muhammadiyah Surakarta) dan Ahmad Agus Setiawan, Ph.D (Direktorat Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM).

Dalam perjalan sejarah berdirinya IAIN Surakarta yang pada tahun ini genap berusia 22 tahun, IAIN Surakarta mengalami pasang surut khusunya di dalam pengelolaan kelembagaan. Kegiatan ini bertujuan untuk up-grading dan pencarian pengetahuan baru, dan diharapkan melalui kegiatan ini akan muncul sebuah ide-ide baru dan solusi demi kemajuan IAIN Surakarta. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III IAIN Surakarta bidang kemahasiswaan dan kerjasama, Drs. Yusup Rohmadi, M. Hum dalam sambutannya.

Untuk membangun sebuah kerjasama kelembagaan yang baik dan berkualitas Anam Sutopo menjelaskan tentang prinsip-prinsip dalam kerjasama yakni, pertama: kemitraan hendaknya dibangun atas dasar kesamaan visi, misi, dan tujuan (kesetaraan), kedua: adanya rasa saling percaya antar pihak yang bermitra (trust), ketiga: dalam bermitra harus berprinsip saling menguntungkan, keempat: efisiensi dan efektivitas, kelima: adanya komunikasi timbal balik, keenam: adanya komitmen yang kuat, ketujuh: profesional dan proporsional.

Selain dari ketujuh prinsip tersebut diatas penguatan branding atau building company sangat diperlukan sebagai strategi membangun kerjasama, karena dengan penguatan branding itu mampu menyuarakan prestasi dan keunggulan, memaksimalkan tekanan promosi, serta memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh lembaga.

Sementara itu dalam konteks kerjasama internasional Ahmad Agus Setiawan dalam materinya menyampaikan bahwa dengan adanya sebuah kerjasama maka diharapkan potensi-potensi yang terdapat dalam sebuah lembaga tersebut dapat terakomodir dan dapat menjadi penguat mutu dan kualitas di sebuah lembaga. Tujuan akhirnya adalah bagaimana menjadikan lembaga tersebut menjadi wajah sebuah negara. (Mahendra)

AddThis Social Bookmark Button

LP2M IAIN Surakarta Menggelar Seminar Hasil Penelitian

SINAR - Seminar hasil penelitian yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta ini dilaksanakan pada Senin-Selasa (13-14/10) di Aula Gedung Pascasarjana. Seminar yang mengangkat hasil penelitian dari dosen IAIN Surakarta ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu, penelitian individu dan kolaboratif.

Imam Mujahid, S.Ag., M. Pd., selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa seminar hasil penelitian ini terbagi menjadi 2 sesi yaitu individu dan kelompok. Hasil penelitian yang diseminarkan ini adalah hasil penelitian unggulan yang diberikan dari dosen-dosen yang dianggap berdedikasi di bidang keilmuannya. Selain itu terdapat pula hasil penelitian yang telah dilakukan para dosen sebagai hasil penelitian di luar negeri yakni, dari Singapura, Johor, Kuala Lumpur, Hongkong, Macau.

Dalam seminar ini Imam Mujahid juga menambahkan terdapat pula hasil penelitian kolaboratif menindak lanjuti MoU yang telah disepakati antara IAIN Surakarta dengan Universitas Teknologi Johor Malaysia, dimana dalam salah satu klausulnya tersebut adalah bekerjasama dalam bidang penelitian. Seminar ini diharapkan mampu memberikan kontribusi baik secara akademik maupun kontribusi yang riil untuk masyarakat. (Mahendra)

AddThis Social Bookmark Button

TRANSLATION

Indonesian Arabic English

BERITA TERKINI

ISIS Menggelar MID Novel
IAIN Menyambut Kurikulum Berbasis KKNI
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

ARSIPAN IAIN SURAKARTA