BERITA TERKINI

Liga Pelajar dan Mahasiswa Ke-3 IAIN Surakarta

SINAR - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga adakan Liga Pelajar dan Mahasiswa dengan tema “This Is Your Way To Be The Real Winner”. Acara ini berlangsung selama 6 hari, Senin-Sabtu (15-20/12). Dimulai dengan pembukaan dari Wakil Rektor 3 di Graha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta.

Ini merupakan tahun ketiga diadakan liga tersebut. Peserta terdiri dari pelajar umum dan mahasiswa, yakni futsal 18 peserta, voli putra 7 peserta, voli putri 5 peserta, badminton single putra 20, badminton single putri 19, dan ganda putra 15 peserta.

Rangkaian acara Senin pembukaan dan penyisihan yang berlanjut sampai Rabu. Kamis final voli, Jumat final badminton, Sabtu final futsal sekaligus penutupan. Tempat yang digunakan lapangan futsal dekat Student Center, sport doom, dan lapangan voli.

“Sesuai dengan tema yang kita angkat kegiatan ini bertujuan agar menjadi wadah aspiratif dan pengembangan bakat pelajar dan mahasiswa. Selain itu juga untuk saling menjaga silaturahim, guyup rukun, serta sehat,” kata Ghofur selaku ketua umum dari UKM Olahraga.

Harapannya semoga liga ini bisa terlaksana disetiap tahunnya, selalu ada dukungan dari pihak kampus, dan benar-benar merekatkan silaturahim, dan dengan liga ini mari kita majukan IAIN Surakarta. (Deni)

AddThis Social Bookmark Button

Revolusi Sehat Melalui Herbal Alternatif

SINAR-Dewasa ini pengobatan secara herbal menjadi salah satui alternatif pilihan yang digunakan oleh masyarakat disamping pengobatan secara medis. Mengapa demikian, karena pengobatan secara herbal memiliki tingkat efek samping yang rendah atau bahkan tanpa efek samping.

Terlepas dari pada itu banyak masyarakat yang masih belum mengetahui tentang pemanfaatan obat herbal sebagai alternatif suatu penyakit, dan atas dasar hal tersebut Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan Workhsop Kesehatan dengan tema “Revolusi Sehat Melalui Herbal Alternatif”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (11/12) menghadirkan beberapa narasumber yang berbicara seputar pengobatan alternatif ini diantaranya, Prof. Sutiman Bambang Sumitro, MS., DSc. (Guru Besar Universitas Brawijaya Malang), dr. Saraswati, M. Psi. (Direktur Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas Malang), serta Nugiot Cansalony Tambunan, SKM, MEI. (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional).

Metode pengobatan alternatif yang diperkenalkan salah satunya yaitu dengan metode Balur, metode ini dalam prakteknya adalah dengan menggunakan scrubbing atau lulur yang digunakan untuk menangkal radikal bebas ditubuh, terang Prof. Sutiman.

Sementara itu Direktur Lembaga Penelitian Peluruhan Radikal Bebas Malang ini juga memperkenalkan sebuah metode baru untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh, yaitu dengan menggunakan metode kopi balur. Dengan menggunakan kopi telur tampak terjadi perbaikan kualitas hidup seseorang dengan berkurangnya keluhan subyektif dan hasil pemeriksaan laboratorium, dan pemberian kopi telur tiap tiga jam dan baluran kopi telur pada kasus DHF cukup efektif untuk menangkal radikal bebas dalam tubuh, jelas Saraswati dalam temuan penelitian yang dilakukan oleh lembaganya.

Berbeda dengan pembicara sebelumnya, Nugiot Cansalony Tambunan yang akrab disapa Doni ini mengungkapkan bahwasanya pengobatan secara alternatif yang menggunakan bahan herbal yang sudah terkenal sejak jaman nenek moyang kita yaitu dengan meminum jamu tradisional. Bahan baku jamu tradisional ini diproduksi dan dikembangkan secara alami, sedangkan khasiatnya sudah terbukti ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit dari penyakit ringan hingga penyakit berat sekalipun.

Alam sudah menyediakan segala sesuatu yang bersifat harmoni dengan manusia, maka kita dapat melakukan hidup sehat melalui herbal. Kesehatan merupakan mahkota bagi orang-orang sehat, dan mahkota itu tidak bisa dilihat kecuali ketika sedang sakit, tegas Dr. H. Imam Sukardi selaku Rektor IAIN Surakarta dalam sambutannya. (Mahendra)

AddThis Social Bookmark Button

Tabligh Akbar dan Shalawat Bersama dalam Rangka Dies Natalies 22

SUKOHARJO - Malam puncak Dies Natalis ke-22 IAIN Surakarta ditutup dengan Tabligh Akbar dan Shalawat bersama Dr. K.H. Ahmad Musthofa Bisri dan Jamura, Rabu malam (10/12) di Gedung Graha IAIN Surakarta.

Jama’ah selain dari mahasiswa juga dihadiri oleh masyarakat umum dan para pegiat shalawat dari berbagai daerah. Di sela-sela sambutannya Dr. Imam Sukardi selaku rektor tuan rumah menyampaikan, “Selamat atas IAIN Surakarta untuk ulang tahunnya. Bagi masyarakat sekitar yang apabila mendapati mahasiswa kami yang berbuat kurang baik silakan langsung ditegur, demi kebaikan kita bersama.

Acara dimulai dengan gemuruhnya shalawat dari jama’ah, sambutan rektor, pembagian hadiah serta penampilan langsung dari para pemenang tembang macapat, lalu untuk menambah keberkahan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Wildan Zulfikar, dan diakhiri tausiyah dari Ahmad Musthofa Bisri yang sering dikenal dengan Gus Mus.

“Islam dimulai dari keterasingan dan Islam akan kembali kepada keterasingan tersebut. Islam yang terkenal dengan damai, sejuk, indah, anti kekerasan namun kini malah sebaliknya. Inilah yang menjadikan Islam menuju keterasingan kembali,” itulah cuplikan tausiyah dari Gus Mus. (deni)

AddThis Social Bookmark Button

Lomba Macapat & Pranata Adicara di Dies Natalis IAIN Surakarta

KARTASURA- Memperingati Dies Natalis Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta ke 22 diadakan lomba tembang Macapat dan Pranata Adicara Pawiwahan Penganten yang dilaksanakan Rabu, (10/12). Acara ini berlangsung di gedung laboratorium lantai 1 IAIN Surakarta dimulai pukul 08.00-17.00 WIB.

“Kita memilih Budaya dan Bahasa sebagai tema yaitu untuk menjaga, melestarikan, dan menguri-uri kearifan (wisdom) budaya lokal. Bahwa IAIN bukan hanya mengembangkan agama saja, melainkan juga dengan budaya Jawa. Seperti yang diketahui pengintregasian Islam dari walisongo melalui budaya,” ujar Wildan Muttaqin, selaku panitia kegiatan.

Peserta lomba macapat sebanyak 22 peserta dan pranata adicara sebanyak 19 peserta. Dimana peserta berasal dari mahasiswa luar dan dalam kampus IAIN Surakarta serta umum. “Diluar dugaan kami yang mendaftar, kami mengira kemungkinan tidak ada segitu. Ternyata melebihi,” imbuhnya. Tapi disayangkan juga partisipasi dari penonton yang masih kurang, kami berharap dari peserta membawa pendukung.

Pemenang disampaikan selepas lomba, untuk tembang macapat juara I diraih Tulus Raharjo dari Institut Seni Indonesia (ISI), juara II diraih Panca Galih Saputra dari Universitas Sebelas Maret, dan juara III diraih Novi Titi Purwani dari IAIN Surakarta. Untuk juara I pranata adicara diraih bapak Tafidz, juara II bapak Ngatman, dan juara III bapak Rifki Hanif.

“Hobi saya memang menyanyi dan ada rasa untuk ikut menguri-uri budaya Jawa. Syukur alhamdulilah saya mendapat juara III. Dengan ini semoga saya lebih aktif lagi dan potensi semakin terasah”, ungkap Novi, juara III tembang macapat sekaligus anggota UKM GAS 21. Senada dengan yang dilontarkan Ahmad Pambudi, peserta lomba pranata adicara, “Di desa saya sudah beberapa kali menjadi pambiworo, sehingga saya tertarik untuk mengikuti ini. Ya walaupun saya kurang beruntung saya menjadi tahu kesalahan saya dan mendapat beberapa ilmu. Semoga lomba-lomba seperti tidak hanya diadakan di event seperti ini saja.” (deni)

AddThis Social Bookmark Button

TRANSLATION

Indonesian Arabic English

BERITA TERKINI

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

ARSIPAN IAIN SURAKARTA