BERITA TERKINI

Semangat Wirausaha Untuk Membangun Bangsa

SINAR - Selasa (28/10) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) melalui BEM FEBI bersinergi dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syariah, Perbankan Syariah, Managemen Syariah, Forum Ekonomi Syariah  (FRESH) dan Program Asistensi Kepribadian dan Keagamaan Islami (PAKKIS) mengadakan workshop kewirausahaan. Kegiatan ini diikuti oleh lebih kurang 100 mahasiswa FEBI semester 1 dan semester 3, bertempat di gedung Pascasarjana lantai 4.

Workhsop ini menghadirkan fasilitator dan pembicara dari Dosen FEBI yaitu Awan Kostrad Diharto, SE, M.Ag. dan Drs. Budi Utomo.  “Mahasiswa seharusnya bisa mengaplikasikan ilmu teori tentang yang sudah diajarkan sehingga mampu menjadi seorang enterpreneur Islam untuk bisa menjadi pelopor dan agetn of change sehingga Indonesia mampu bersaing di MEA 2015,” pesan Dekan FEBI, Drs.H. Sri Walyoto M.M.,Ph.D.

Ketua panitia, Prasintho Fridholin Sunandito menyampaikan harapanya dengan acara workshop ini mahasiswa mampu memiliki jiwa kewirausahaan supaya bisa menjadi seorang wirausaha yang Islami. Untuk membangun  peradaban Indonesia yang baru.

Kegiatan ini mengusung tema “Yang Muda Yang Menggucang Dunia, Semangat Wirausaha untuk Membangun Bangsa”. Workshop yang diselenggarakansecara gratis ini diharapkan mampu membuat mahasiswa menjadi terlatih dan mulai tertarik untuk berwirausaha. (bemfebi)

AddThis Social Bookmark Button

BEM FITK Menggelar Workshop Kewirausahaan

SINAR-Kamis (13/11) di Aula Gedung Pascasarjana lantai 4 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan  (FITK) menggelar kegiatan workshop kewirausahaan dengan tema “Creative and Social Entrepeneur”. Sebagai pembicara dalam workshop ini yaitu Drs. H. Rohmat, M. Pd, Ph. D (LP2K), H. Abu Choir, M.A (Dosen FITK), dan Masykur Hasim, S.E.I (Entrepenuer Muda).

M. Shodiq Nur Anshori selaku Presiden BEM FITK menyampaikan bahwa Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberikan pembekalan dan motivasi bagi mahasiswa/i FITK yang mana kedepannya dapat menjadi alternatif pilihan dalam bekerja ketika telah lulus nanti. “Mahasiswa FITK memang lekat dengan dunia pendidikan dan tenaga pendidik (guru), namun tidak ada salahnya jiwa wirausaha dan wiraswasta mulai sekarang ditanamkan untuk bekal dimasa mendatang,” jelas Anshori.

Workshop ini diawali dengan kajian pengantar kewirausahaan (sebuah pendekatan teoritik), kemudian dilanjutkan dengan implementasi kewirausahaan (sebuah pendekatan praktik), dan ditutup dengan sharing mengenai kisah sukses enterpreneur muda sebagai motivasi bagi para calon wirausaha muda untuk mempunyai keyakinan bahwa dengan menjadi wirausahawan juga bisa menjadi alternatif pilihan untuk masa depan. (Mahendra)

AddThis Social Bookmark Button

Penulisan Dan Penerbitan Adalah Simbol Kualitas Akademik

SINAR – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan acara pengembangan soft skill yang berbentuk pelatihan dan penulisan, Selasa (11/11).

Bertempat di RM. Taman Sari, 48 mahasiswa yang menjadi peserta pelatihan ini antusias untuk sharing kepada pembicara yang merupakan Direktur LKIS, Ahmad Fikri. Mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa FUD, dari empat jurusan dan hampir semuanya sudah menulis dan menerbitkan karya.

Dr. Syamsul Bakri, selaku Wakil Dekan III FUD sekaligus ketua panitia, saat ditemui setelah kegiatan berakhir mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini adalah wujud pendampingan untuk mahasiswa agar mahasiswa memiliki kemampuan pada bidang tulis menulis dan penerbitan.

Menulis dan menerbitkan adalah suatu hal yang sangat penting dikarenakan merupakan sebuah simbol budaya, peradaban dan kualitas akademik.

“Menulis dan menerbitkan merupakan simbol dari budaya, masyarakat berbudaya, masyarakat yang beradab serta simbol dari kualitas akademik karena sebuah budaya peradaban dapat diukur melalui kualitas penulisan dan penerbitan. Kami akan fokus pada buku-buku populer dan tentunya dana dari fakultas akan terus kami alirkan ke HMJ yang fokus pada pers,” tutur Syamsul.

Bentuk dari pelatihan ini adalah dialog dan sharing antara pembicara dan peserta, dikarenakan para mahasiswa ini bukanlah mahasiswa yang tanpa bekal. Mereka adalah mahasiswa yang sudah mempunyai basic penulisan dan berminat pada dunia penulisan dan penerbitan. (yin)

AddThis Social Bookmark Button

Islam dan Masa Depan Ekologi

SINAR - Perkembangan populasi manusia berimplikasi pada menurunnya hubungan manusia dengan makhluk lain dan kebutuhan duniawi manusia menyebabkan kerusakan di muka bumi (pemanasan global, polusi/pencemaran, degradasi lingkungan hidup). Krisis ekosistem yang terjadi merupakan akibat dari ketidakseimbangan antara diri (self), kepentingan publik (society), dan hak hidup lingkungtan (nature). Disampaikan M. Syakirin Al-Ghozaly, Ph.D (Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Surakarta) dalam pendahuluan materi seminar dengan tema Krisis Lingkungan dan Solusinya.

Seminar Nasional ini diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta dengan tema “Islam dan Masa Depan Ekologi”, dan diselenggarakan pada Rabu (5/11). IAIN Surakarta melalui kegiatan ini menunjukkan bahwa ada kepedulian yang nyata terhadap persoalan lingkungan hidup. IAIN Surakarta akan meninjau persoalan lingkungan hidup dari sudut pandang akademik, selain itu sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berorientasi pada keislaman IAIN Surakarta juga menghimbau dan mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat lingkungan secara continue, karena sudah menjadi tanggung jawab umat beragama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Jika kita tidak menjaga lingkungan secara berkelanjutan maka generasi-generasi yang akan datang akan menjadi korban. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Mudofir, M. Pd selaku Wakil Rektor I IAIN Surakarta dalam sambutannya.

Suwarno Hadisusanto (Laboratorium Ekologi dan Konservasi Fakultas Biologi UGM) sependapat dengan hal tersebut. Dalam materinya yang berjudul “Krisis Ekologi dan Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan”. Suwarno menjelaskan bahwa kita sebagai umat beragama wajib untuk menjaga keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan dengan memepertahankan kualitas lingkungan hidup demi generasi mendatang.

Ditambahkan M. Syakirin untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, kita manusia sebagai mahluk yang mulia harus mempunyai pemikiran yaitu, pertama: lingkungan itu adalah refleksi kekuasaan Allah, kedua: Manusia harus berinteraksi dengan lingkungan dalam bingkai spiritualisme, ketiga: alam sebagai sahabat manusia, sehingga dapat saling menjaga dan menguntungkan, keempat: pelestarian keseimbangan hidup dengan mengendalikan ego/hawa nafsu. (Mahendra)

AddThis Social Bookmark Button

TRANSLATION

Indonesian Arabic English

BERITA TERKINI

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

ARSIPAN IAIN SURAKARTA