BERITA TERKINI

Pelantikan BEM Fakultas Syariah, Pemimpin Cerdas dan Humanis

SINAR - Fakultas Syariah mengadakan pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Syariah, Himpunan Mahasiwa Jurusan (HMJ) Al Ahwal Asy Syahsiyah (AS), Muamalah (MU), dan sekaligus mengadakan seminar kepemimpinan  yang bertemakan” Kepemimpinan yang Cerdas dan Humanis Spiritual Buliding” yang diisi oleh: H. Andie Kusuma Brata, M.M., M.Si., M.Ch., CHt sebagai Eksekutif Direktur SBT PT Tiga Serangkai Inti Corpora, Selasa, (1/7).

Acara ini dihadiri oleh Drs.Yusuf Rohmadi, M. Hum selaku Wakil Rektor bidang  kemahasiswaan,  Dekan Fakultas Syariah – M. Usman, M.Ag serta para staf dan karyawan Fakultas Syariah dan calon pengurus. M. Usman mengucapkan selamat kepada   pengurus BEM dan HMJ yang akan dilantik, beliau juga menghimbau agar nantinya pengurus BEM dan HMJ mengemban amanah dalam menjalankan tugas sesuai harapan mahasiswa, mampu bersinergi dengan Fakultas Syariah serta mampu menyelesaikan masalah dengan managemen konflik dan asas musyawarah yang baik dan bijak.

Pelantikan berjalan lancar diikuti oleh 17 mahasiswa pengurus BEM,    25 mahasiswa HMJ AS, 18 orang HMJ MU dan berjalan lancar dengan mengucapkan ikrar kepengurusan dipandu oleh Dekan Fakultas Syariah. Setelah itu dilanjutkan dengan seminar kepemimpinan yang berisi tentang bagaimana menjadi pemimpin. Menurut  Andie Kusuma Brata, pemimpin adalah TEAM, yakni Together, Everybody, Achieve and More dan seorang LEADER  yaitu Lead, Everyone, Achieve, Doing, Everything, Right. Seorang pemimpin juga harus  mampu memberi legislasi, mampu menggerakkan anggotanya dengan konsep Leadership mengajak semua orang untuk melakukan bahkan mencapai tujuan. “Pemimpin itu yang terpenting adalah berkarya,” pungkas Andie.

Para peserta sangat antusias, merasa enjoy mengikuti seminar, tetap fokus dalam setiap sesi, hanyut dalam suasana dikarenakan pembicara dapat menguasai suasana. Seminar berjalan lancar dan menyenangkan. (Slamet)

AddThis Social Bookmark Button

JQH Al-Wustha Menggelar Perhelatan Akbar Perayaan MILAD II

SINAR – Jamiah Qura wal Huffad (JQH) Al-Wustha IAIN Surakarta merayakan gelaran akbar Milad II. Milad II JQH yang tepatnya jatuh pada 19 Juni 2014 terangkum dalam Semarak Generasi Qur’ani dengan tema “Mewujudkan Generasi Excellent, Berjiwa Qur’ani, dan Berakhlak Karimah”, Rabu (25/6) – Jumat (27/6). “Melalui Milad II ini diharapkan sebagai titik tolak JQH untuk semakin maju dan dikenal masyarakat secara luas yang dibarengi dengan sumber daya manusia yang excellent disetiap divisinya,”  tutur Ali Muhksin, Ketua Panitia Milad. Adapun di JQH terdapat lima divisi yaitu sholawat, tilawah, kaligrafi, tahfizh, dan tafsir. Abdul Ghofur selaku ketua umum JQH menambahkan melalui Milad II ini, para kader JQH yang berjiwa Qur’ani dan berakhlak karimah juga diharapkan mengkampanyekan tentang pentingnya membangun perdamaian, baik intern maupun ekstern umat Islam.

Perayaan Milad II JQH diisi dengan berbagai agenda dan perlombaan. Adapun perlombaan berupa MTQ, Kaligrafi, dan LKTI Se-Karesidenan Surakarta. Rangkaian Milad II JQH dimulai dengan kegiatan dzikir dan sholawat dilanjutkan doa bersama suksesi Milad (24/6) bertempat di Masjid Al-Bukhari. Pagi harinya (25/6) sekitar pukul 09.00 WIB dilaksanakan kegiatan Opening Ceremony SGQ Milad II JQH yang bertempat di Masjid Al-Bukhari yang dihadiri peserta lomba kontingen berbagai instansi, antara lain IAIN Surakarta, UNS Surakarta, UNIVET Sukoharjo, UTP Surakarta, MAN Klaten, PP. Nurul Qur’an, dan lainnya. Kegiatan pembukaan SGQ dibuka secara simbolis oleh perwakilan rektorat Drs. Madjiduddin dengan penabuhan gong sebanyak dua kali menandakan Milad II JQH. “Selamat Milad II untuk JQH, semoga semakin sukses dan lebih baik lagi,” harap Drs. Madjiduddin. Kegiatan dilanjutkan sekitar pukul 10.00 WIB dengan lomba MTQ yang bertempat di Masjid Al-Bukhari dan lomba Kaligrafi yang bertempat di gazebo IAIN Surakarta. Para peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti jalannya lomba. Para peserta terlihat sekali sangat kompetitif dan serius dalam mengikuti perlombaan. Malamnya sekitar pukul 20.00 WIB dilaksanakan muqoddaman, yaitu pembacaan 30 juz Al-Qur’an secara bersamaan dan dilanjutkan istighosah oleh anggota, pengurus, dan jamaah secara umum.

Kegiatan selanjutnya, Kamis (26/6) adalah Launching dan Pelatihan Baca Al-Qur’an “NUN” yang merupakan karya dari Drs. Abdullah Faishol, M. Hum (Kepala Pusat Pengembangan Bahasa IAIN Surakarta). Kegiatan diikuti oleh puluhan peserta yang mendaftarkan diri dan beberapa delegasi dari organisasi intra kampus. Para peserta sangat antusias mendengarkan uraian dari pemateri tentang metode baru membaca Al Qur’an tersebut. Rangkaian Milad terakhir, Jumat (27/6) pukul 08.00 WIB adalah pameran kaligrafi di halaman Masjid Al-Bukhari dan presentasi 6 terbaik LKTI bertempat di Masjid Al-Bukhari. Pada siangnya ba’da sholat Jum’at dilaksanakan simakan Al-Qur’an para kader tahfizh untuk diwisuda pada malam puncak. Simakan dipimpin sekaligus sebagai saksi adalah Subandji, M. Ag selaku pembina JQH Al-Wustha.

Akhirnya rangkaian acara pun mencapai puncaknya pada pukul 19.15 WIB (27/6) para jamaah berbondong-bondong ke Gedung Graha IAIN Surakarta untuk menghadiri perhelatan akbar malam puncak SGQ Milad II JQH Al-Wustha. Para jamaah yang datang disambut dengan alunan musik sholawat perpaduan dari hadrah klasik dan musik modern. Jamaah terlihat antusias dan terlihat gerakan bibir yang mengikuti alunan sholawat yang dimainkan. Acara pun dimulai dengan Harmoni Tilawah, yaitu pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh beberapa orang dengan lagu yang berbeda. Di samping jamaah juga disajikan demonstrasi Kaligrafi. Kemudian dilanjutkan dengan wisuda tahfizh, disambung dengan Drama Musikal “Cinta Damai Dalam Perbedaan”. Drama tersebut dipersembahkan oleh teman-teman dari divisi sholawat dan tafsir yang menekankan pentingnya perbedaan sebagai sarana pemersatu, bukan pemecah belah, sehingga mampu tercipta toleransi.

Setelah sajian penampilan selesai dilanjutkan dengan penyerahan tropi, sertifikat, dan uang pembinaan peserta lomba SGQ Milad II JQH Al-Wustha oleh Rektor IAIN Surakarta. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yaitu prakata panitia, sambutan ketum JQH, pembina, dan Rektor. “Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan di JQH, semoga bisa ditingkatkan menjadi lebih baik lagi,” pesan Dr. Imam Sukardi, M. Ag, Rektor IAIN Surakarta. Tiba pada kegiatan inti disampaikan oleh KH. Abdullah Sa’ad (Pengasuh PP. Al-Inshof, Karanganyar) beliau menyampaikan tentang pentingnya dakwah sebagai sarana memahamkan dan mensyiarkan Islam dengan baik dan benar. “Senjata utama dakwah itu bukan wajah yang tampan, suara yang indah, ilmu yang banyak dan segudang, tapi senjata yang paling utama dan penting adalah sikap atau akhlaqul karimah, kaburo maqtan ‘indallahi an taquuluu maa laa taf’aluun” tegas KH. Sa’ad. Akhirnya rangkaian acara Milad II JQH selesai ditandai dengan pemotongsn tumpeng oleh KH. Sa’ad yang diberikan kepada Subandji, M.Ag. “Hari yang melelahkan dan menggembirakan, serta menorehkan kesan yang mendalam di Milad II JQH ini, semoga tahun depan bisa lebih luar biasa lagi,” ungkap Abdul Ghofur, selaku ketua umum JQH. (jqh)

AddThis Social Bookmark Button

LP2M Mengadakan Workshop Pendampingan Takmir Masjid

SINAR - Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan Workshop Pendampingan Masyarakat Berbasis Takmir Masjid dengan tema Optimalisasi Peranan Masjid dalam Pemberdayaan Ekonomi Umat, di Lor In Hotel, Jalan Adi Sucipto No.47 Blulukan, Colomadu, Karanganya, Rabu (25/6).

“Workshop ini mengundang perwakilan takmir masjid se-eks karesidenan Surakarta sebagai penyangga kampus dalam rangka pengembangan citra IAIN Surakarta di masyarakat,” terang sekretaris panitia, Agus Sriyanto.

Pelatihan ini mendatangkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni M. Zumar M. Zumar Aminuddin, M.Ag, dosen Fakultas Syariah IAIN Surakarta dan KH. Masdar Farid Mas’udi, wakil ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) pusat.

M. Zumar Aminuddin,. M.Ag, pada kesempatan kali ini memberikan penjelasan kepada para hadirin tentang ilmu mengelola masjid, mulai dari administrasi yang paling sederhana hingga kepengurusan tanah wakaf. Menurutnya, pengetahuan ini sangat penting diketahui oleh masyarakat khususnya takmir masjid dikarenakan sertifikasi wakaf masjid menjadi upaya mengamankan masjid dari terbukanya peluang sengketa oleh ahli waris (wakif).

Selanjutnya, KH. Masdar Farid Mas’udi menyampaikan tentang peran dan fungsi masjid dalam kehidupan sosial dan keagamaan.  Menurut beliau masjid itu tidak hanya berfungsi untuk urusan hablumminallah namun juga hablumminannas.  Di sinilah konsen DMI dalam memperdayakan masjid di Indonsia. “Masjid itu seharusnya minimal mempunyai dua ruang, yakni ruang di dalam yang difungsikan untuk sholat, urusan dengan pencipta, dan ruang di luar yang terbuka atau yang biasa kita sebut sebagai serambi yang difungsikan sebagai balai umat, urusan hablumminannas,” ungkap KH. Masdar.

Namun sayangnya akhir-akhir ini bangunan masjid, khususnya bagian serambi makin hari makin sempit, bahkan serambi ditiadakan. Padahal serambi yang berfungsi sebagai balai umat inilah yang menjadi pemersatu umat, menyelesaikan masalah kemanusiaan di luar pembahasan ibadah mahdhah. Tidak adanya serambi menjadi salah satu indikator perselisihan dan perpecahan umat. Minimnya ruang bagi masyarakat untuk bersosialisasi dan interaksi inilah yang seharusnya digalakkan lagi.

“Tidak ada tempat yang paling banyak dan paling sering dikunjungi kecuali masjid. Misjid keberadaannya merata, bisa menjangkau dan bisa dijangkau umat,” imbuh KH.Masdar.

Ahmad Agus Salim, salah satu peserta workshop dari Celengan, Ngemplak, Boyolali mengungkapkan rasa senanganya mengikuti workshop. “Saya senang sekali. Acara ini sangat bagus. Dengan workshop seperti ini ketakmiran masjid akan lebih maju. Wawasan kami jadi bertambah luas, karena sebelumnya belum pernah mengikuti workshop dengan narasumber dari kalangan akademisi. Saya berharap dosen-dosen memberikan motivasi agar gerakan masjid lebih hidup,” ungkap Agus.

Gayung bersambut, Hery Setyana, M.Pd, Kepala LP2M merespon dengan sangat positif harapan para peserta yang hadir. Beliau menyanggupi pendampingan dan konsultasi gratis diluar workshop. Semoga umat lebih sejahtera dengan pengoptimalan fungsi dan peran masjid. (yin)

AddThis Social Bookmark Button

FEBI Mengadakan Acara Motivasi Pembentukan Karakter

SINAR - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan Character Building dengan tema “Be Smart, Be Active and Do the Best”, Jumat (27/6). Motivasi ini diisi oleh seorang motivator Usep Badruzzaman (Direktur Trustco Jateng).  Acara ini di sambut oleh Drs.Basuki Rahardjo, M.S. Kepanitiaan ini terdiri dari Sinergi antara BEM FEBI, HMJ Manajemen Syariah, Akuntansi Syariah, dan Perbankan Syariah.

Peserta dalam acara ini terdiri dari perwakilan kelas angkatan 2013 serta pengurus BEM, HMJ, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM)  diutamakan angkatan 2013. Dengan jumlah peseta hampir 200 orang.

Acara motivasi ini diselenggarakan FEBI untuk mendongkrak semangat mahasiswa FEBI khususnya angkatan 2013 untuk membangun motivasi dan karakter agar para peserta menjadi sosok yang memiliki semangat, aktif, cerdas, dan berprestasi baik akademis dan non akademis. Acara ini diselenggarakan di Gedung pasca lantai 4 IAIN Surakarta. Para peserta sangat antusias mengikuti acara ini, digambarkan dengan semangat keseriusan dalam mengikuti jalanya acara.  (Slamet)

AddThis Social Bookmark Button

TRANSLATION

Indonesian Arabic English

BERITA TERKINI

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

ARSIPAN IAIN SURAKARTA