BERITA TERKINI

IAIN Surakarta Gelar Stadium General bagi Mahasiswa Baru

SINAR-Stadium General mahasiswa baru IAIN Surakarta semester gasal tahun akademik 2013/2014 diselengarakan dengan tema ìRelasi Islam di Indonesia  dan india Dalam Lintas Sejarahî, Senin (16/9) di Graha IAIN Surakarta, Stadium General ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Dr. Imam Sukardi M. Ag, Rektor IAIN Surakarta.

Menurut Ketua Rektor IAIN Surakarta, IAIN dari tahun ke tahun semakin maju, dari dulunya yang bernama STAIN Surakarta sekarang sudah alih status menjadi IAIN Surakarta. Gedung-gedung yang ada didalamnya pun semakin banyak dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. ìDari tahun ke tahun IAIN Surakarta semakin berkembang,dari STAIN menjadi IAIN ,dan akan berubah menjadi UIN Surakartaî, ungkapnya.

Pada kegiatan ini menghadirkan salah satu guru besar UIN Yogyakarta, Prof. Dr. H. Abdul Karim, M.A, M.A. Pada kesempatan tersebut beliau memberikan materi tentang akulturasi budaya Islam Indonesia dan India. Pada awalnya Islam muncul di Indonesia secara murni, baru kemudian berakulturasi dengan budaya setempat. Di Sumatra pada umumnya adat menyesuaikan dengan agama, sedangkan di Jawa sebagai kebalikannya. Baik lewat Bagla maupun Gujarat merupakan proses penetration pacifique, dan dapat dikatakan pula bahwa penyebaran Islam di Indonesia itu tidak didasarkan atas misi atau dorongan kekuasaan, akan tetapi penyebaran Islam berlangsung secara evolusi.

Peserta Stadium General ialah semua mahasiswa baru IAIN Surakarta tahun akademik  2013/2014. ìStadium General ini sangatlah baik dan bermanfaat bagi kami mahasiswa baru sebagai awal pembukaan kami sebelum aktif kuliahî, ujar Neni mahasiswi baru dari Fakultas Ekonomi.

AddThis Social Bookmark Button

Stadium General Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Mahasiswa baru Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta mengikuti kegiatan Stadium General dengan tema Mengembangkan Pribadi Akademis, Religijius, dan Berwawasan, pada hari Senin (16/9) pukul 13.00 di Graha IAIN Surakarta.

Acara ini diselenggarakan bagi mahasiswa baru setiap tahun sebelum perkuliahan aktif. Acara tahunan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta ini selain sebagai awalan perkuliahan dimulai, juga mempunyai nilai positif yaitu sebagai pengarahan dan pengenalan kepada mahasiswa baru tentang fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.’’Ini adalah start bagi kalian, apakah mau kuliah 4 tahun ataupun sampai 10 tahun ataukah sampai DO”, ujar Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Giyoto, M.Hum dalam sambutanya.

Pada kegiatan Stadium General ini sebagai pembicara yakni Ali Forman Yudha, M.Ed, Dosen Fakultas Pendidikan di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Diawal penyampaiannya Ali menyarankan menyarankan keterlibatan kita, maksudnya keterlibatan kita dalam kehidupan.”Tak ada gunanya mempunyai ilmu sedalam lautan kalau tidak digunakan”, ungkap Ali

Sistem penyampaian Ali dalam mengisi kegiatan itu dengan sistem tanya jawab agar komunikasi antara narasumber dengan peserta terjalin, sedangkan untuk mempermudah peserta memahami, mengerti materi yang disampaikan Ali menampilkan beberapa slide dan Video pendukung yang menarik sehingga peserta tertarik untuk memperhatikannya. Pada saat itu Ali banyak berikan saran, arahan kepada mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Surakarta untuk mulai menatap masa depan.

AddThis Social Bookmark Button

Pembukaan Workshop Perumusan Pedoman Penjaminan Mutu IAIN Surakarta

Hari ini (13/9) Kepala Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Surakarta Zainul Abas, M.Ag sebagai pengantar acara pembukaan Workshop Perumusan Pedoman Penjaminan Mutu IAIN Surakarta menyatakan bahwa di lingkungan IAIN Surakarta sudah ada beberapa standar, baik anggaran hingga standar yang lain. Hanya saja hal tersebut belum bisa terdokumentasikan dengan baik. Beliau mengharapkan melalui acara ini, ke depannya standar mutu yang saat ini sudah ada di lingkungan IAIN Surakarta menjadi lebih baik lagi.

Mewakili Rektor IAIN Surakarta, M. Rahmawan Arifin, sebagai Wakil Rektor II IAIN Surakarta menyatakan bahwa penjaminan mutu merupakan keniscayaan bagi Perguruan Tinggi, karena tanpa penjaminan mutu apa artinya lembaga Pendidikan Tinggi tersebut. Sehingga beliau mengharapkan workshop ini sebagai starting point yang baik bagi perkembangan IAIN Surakarta ke depan.

Menurutnya, berbicara mengenai mutu kadang masih sektoral,  padahal mutu harus dijalani oleh semuanya. Tidak selalu Lembaga Penjaminan Mutu saja, namun kewajiban seluruh bagian sistem, sehingga mutu menjadi orientasi bagi seluruhnya.

Kegiatan kita masih workshop to workshop namun belum direalisasikan dengan baik. Diharapkan di masa mendatang, hasil workshop segera dibuat dokumennya, divalidasikan kepada pimpinan, sehingga langsung dibuat dibuat dokumennya dan kemudian bisa diaplikasikan di lembaga IAIN Surakarta.

AddThis Social Bookmark Button

Ikhtiar Meningkatkan Mutu Pendidikan di PTAI

Sebagai pembicara kedua dari Seminar Nasional Strategi Membangun Budaya Mutu IAIN Surakarta yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu IAIN Surakarta dan bertempat di Hotel Pramesthi Kartasura, ialah Prof. Dr. Azhar Arsyad yang menyampaikan "Ikhtiar Meningkatkan Mutu Pendidikan di PTAI".

Beliau menyampaikan berbagai macam indikator mutu akademik, yang antara lain adalah; Jumlah/Prosentase dosen bergelar S2 dan S3 yang sesuai dengan kompetensi Program Studi yang dibutuhkan; Jumlah penelitian per tahun; Jumlah jurnal yang dikelola; Jumlah pertemuan ilmiah dalam berbagai skala; Jumlah dosen yang menerima penghargaan; Jumlah alumni pemegang jabatan di berbagai skala; Jumlah Mahasiswa yang mendaftar; Jumlah kunjungan peguruan tinggi; Kelengkapan fasilitas penunjang; Perpustakaan dan sumber belajar; dan yang terakhir adalah suasana Akademik.

Sedangkan sebagai indikator pencapaian kesehatan Organisasi adalah: Berkembangnya kebebasan Akademik; Suasana Akademik; Terciptanya kerjasama staf; Semangat kerja keras untuk mencapai unggulan; Pemasaran produk intelektual; Kerjasama yang terjalin; dan Akuntabilitas keuangan serta pemanfaatan sumber daya.

Indikator keberhasilan suasana akademik menurutnya adalah naik turunnya jumlah pengunjung perpustakaan; jumlah pemakai internet; Jumlah kehadiran mahasiswa maupun dosen dalam praktikum dan kuliah; Forum ilmiah yang terselenggara oleh seluruh struktur PTAI; Jumlah dosen tamu; Kegiatan asosiasi mahasiswa di lingkungan kampus; dan aktifitas penggunaan bahasa asing di lingkungan kampus baik oleh mahasiswa maupun dosen dan karyawan.

Lalu beliau melemparkan pertanyaan tentang kesalahan yang terjadi dalam Sistem Perguruan Tinggi saat ini. Beliau menjelaskan beberapa faktor yang mungkin salah, antara lain karena pemilihan Pejabat PTAI yang tidak profesional secara akademik karena politik lebih penting dibanding profesionalitas; Sistem kepegawaian yang sepenuhnya diatur oleh pusat; Sistem Mandorisasi yang menurutnya masih belum berjalan efektif sehingga apabila terdapat kesalahan tidak terdapat sanksi ataupun penalty. Perpustakaan dan Laboratorium belum menjadi pusat kegiatan juga menjadi salah satu masalah menurutnya.

Disamping itu beberapa hal yang menjadi solusi dari berbagai permasalahan tersebut adalah pembinaan atmosfir akademik yang sehat, membuat iklim di Perpustakaan dan Laboratorium menjadi menarik dengan berbagai sistem digital dan berbagai macam inovasi lainnya.

Dalam akhir pernyataannya beliau menyatakan bahwa mutu PTAI di Indonesia tidak terlepas dari Niat Baik; Nilai-Nilai Peradaban dan Moral; Manajemen PTAI yang baik; serta manajemen lembaga yang terakreditasi.

Bersamaan dengan Prof. Dr. Azumardi Azra, MA. beliau ikut menandatangani dokumen pernyataan dukungan peningkatan mutu di lingkungan IAIN Surakarta.

AddThis Social Bookmark Button

TRANSLATION

Indonesian Arabic English

BERITA TERKINI

Islam dan Masa Depan Ekologi
Semangat Wirausaha Untuk Membangun Bangsa
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

ARSIPAN IAIN SURAKARTA