BERITA TERKINI

Tim Fakultas Syari’ah Ikuti Kompetisi Debat Hukum Keluarga

Menindaklanjuti undangan yang dilayangkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Kalijaga, pada 20-22 Mei 2014 lalu, Fakultas Syariah IAIN Surakarta mengutus tiga mahasiswanya (Fathun Qorib, Imam Nur Cholis, dan Sri Lestari) ke Yogyakarta. Ketiga mahasiswa semester 6 (enam) Program Studi Hukum Keluarga (Al-Ahwal Asy-Syakhshiyah) itu mewakili Fakultas dalam ajang kompetisi Debat Hukum Keluarga Tingkat Perguruan Tinggi Se-Jawa dan Madura yang mengambil tema Berpikir Kritis dan Sistematis dalam Rangka Memecahkan Persoalan Hukum Keluarga.

Menyadari makna positif bagi mahasiswa dan institusi, Fakultas Syariah merespon positif ajang ini. Di tengah keterbatasan waktu, Fakultas menunjuk tim perwakilan mahasiswa dan menugaskan Bapak Muhammad Julijanto, S. Ag., M.Ag sebagai pembimbing. Sehari menjelang kompetisi (Senin, 19 Mei), Fakultas juga memfasilitasi mahasiswa untuk mempersiapkan diri berdiskusi dengan sejumlah dosen terkait guna memperkuat basis teoritis dan wawasan mereka.

Pada hari Selasa-Kamis, 20-22 Mei 2014, mahasiswa mengikuti serangkaian kegiatan sejak technical meeting, pengundian, hingga pelaksanaan kompetisi. Ketua Jurusan Hukum Keluarga FSH UIN Sunan Kalijaga memulai seremoni yang diikuti 32 tim itu pada 21 Mei. Setelah itu, kompetisi debat dibagi menjadi empat group. Babak penyisihan menggunakan sistem setengah kompetisi.

Pada babak penyisihan ini peserta dibagi menjadi 4 (empat) ruangan. Masing-masing ruangan terdiri atas 8 (delapan) tim. Juara masing-masing gruplah yang berhak masuk pada babak semi final. Selanjutnya, pemenang babak semi final memperebutkan juara I dan II. Sementara tim yang tidak mendapatkan juara, berpeluang menjadi delegasi favorit.

Tim Fakultas Syariah IAIN Surakarta menempati grup D. Tim ini memperoleh undian D1 dan berhadapan dengan tim dari Universitas Islam Malang (UNISMA). Pada sesi ini, tim Fakultas Syariah IAIN Surakarta berperan sebagai tim Kontra dengan topik Eksistensi Perkawinan Beda Agama di Indonesia. Sesi ini berhasil dilewati dengan kemenangan. Pada sesi kedua, tim IAIN Surakarta berhadapan dengan tim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pada sesi ini tim IAIN Surakarta nyaris mengungguli UMS dengan selisih hanya 1 poin. Dari kedua hasil itu, tim IAIN Surakarta menempati peringkat Runner Up Grup D dan terhenti ke babak selanjutnya.

Meski demikian secara keseluruhan, sebagai debutan, tim Fakultas Syariah IAIN Surakarta bisa disebut telah berhasil. Apalagi tim-tim yang dihadapi pada umumnya telah mengecap pengalaman pada ajang serupa baik di tingkat Daerah maupun Nasional. Tim Fakultas Syariah IAIN Surakarta setidaknya telah berhasil mengalahkan rasa inferior dan menjadi lebih percaya pada kemampuan diri mereka sendiri. Hal ini penting guna mendongkrak keberhasilan dan prestasi mereka di masa depan.

Selain itu, melalui ajang ini mereka juga berhasil menunjukkan eksistensi institusi di hadapan Perguruan Tinggi lainnya, se-Jawa dan Madura. Selamat buat mahasiswa dan officialnya. Mari kita berbenah untuk prestasi yang lebih baik di masa datang.[Jul/dik]

AddThis Social Bookmark Button

Fakultas Syariah Kaji Hermeneutika dan Delik Perzinaan

Guna lebih menghidupkan spirit ilmiah-akademis, unit Konsorsium Ilmu-ilmu Syari’ah dan Hukum (KISAH) Fakultas Syari’ah IAIN Surakarta pada Kamis (22/5) kembali menggelar diskusi. Diskusi bulanan terbatas lintas dosen Fakultas Syari’ah ini menampilkan dua pembicara.

Pembicara pertama, Dr. Mudhofir Abdullah, dosen Fakultas Syari’ah sekaligus wakil rektor I IAIN Surakarta. Ia mempresentasikan “Kesejarahan al-Qur’an dan Hermeneutika”. Menurutnya, proses kodifikasi al-Qur’an menjadi mushaf memiliki makna penting bagi studi al-Qu’ran dan penafsirannya. Hal ini, menurutnya, juga berimplikasi kepada pemaknaan yang bervariatif terhadap ayat-ayat al-Qur’an. Al-Qur’an, lanjutnya, diturunkan untuk kemaslahatan manusia dan alam semesta. Karenanya, pemaknaannya harus menghadirkan kemaslahatan bagi keduanya. Dalam konteks ini, hermeneutika dapat digunakan untuk memperkaya pemaknaan al-Qur’an guna mencapai kemaslahatan itu.

Pembicara kedua, Drs. Abdul Azis, M.Ag menyajikan makalah bertajuk “Delik Kumpul Kebo dan Perzinaan RUU KUHP dalam Perspektif Hukum Pidana Islam Kontemporer”. Melalui pasal 483 dan 485, RUU KUHP menurut Azis, hendak menegaskan bahwa hubungan seksual konsensual (suka sama suka) juga termasuk dalam delik perzinaan. Hal ini lanjut Azis, sejalan dengan konsepsi fikih klasik, namun berseberangan dengan pemikiran hukum pidana Islam kontemporer semisal gagasan Muhammad Syahrur. Menurut Syahrur, hubungan seksual yang bersifat konsensual dan dilakukan di ruang privat, tidak masuk dalam kategori zina. Pemaknaan demikian sedikit banyak dipengaruhi oleh wacana HAM internasional. 

Pengertian zina seperti ini tentu saja memicu kontroversi. Tidak heran jika di antara peserta diskusi menyarankan pentingnya mempertimbangkan aspek kemaslahatan dan kesesuaian sebuah pemikiran dengan konteks sosial budaya dan kesadaran hukum masyarakat di Tanah Air. Demikian seperti disampaikan Aris Widodo, Ketua KISAH Fakultas Syariah IAIN Surakarta.(ris/dik)

AddThis Social Bookmark Button

Fakultas Syariah Menggelar Pemilu Raya BEM Perdana

Sukoharjo – Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menyelenggarakan pemilu raya perdana sejak berdirinya Fakultas Syariah pada tahun 2013 yang terpisah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Pemilu ini bertujuan untuk memilih Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas dan Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di Fakultas Syariah. Pemilu digelar pada Senin (26/5) mulai pukul 09.00 WIB dan berakhir menjelang magrib.

Penghitungan akhir menetapkan Tri Lestari (semester 6) sebagai Presiden BEM Fakultas Syariah, Wisnu (semester 4) sebagai Ketua HMJ Muamalah dan Ismi Madani sebagai Ketua HMJ Al akhwal Asy Syakhsiyah. (ziea)

AddThis Social Bookmark Button

FITK Menggelar Pentas Drama Tahunan

Sukoharjo – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar pentas drama tahunan selama 2 minggu berturut-turut, di Gedung D lantai 1, pukul 19.00 WIB, Jumat (30/5) – Kamis (12/6). Pentas ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan jurusan Sastra Inggris yang sedang menempuh mata kuliah drama.

SF Luthfie Arguby P, S.S. M.Hum, selaku dosen sekaligus pelatih drama menyatakan bahwa yang membedakan drama tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya adalah varian judul drama yang dipentaskan. “Tahun sebelumnya, satu judul ditampilkan oleh seluruh kelas. Saya menemukan kelemahan pada kreativitas mahasiswa yaitu terulangnya ide kelas, kasihan yang mendapat giliran pentas di hari-hari terakhir akan merasa kurang pede. Jadi tahun ini ada 9 judul yang ditampilkan untuk 11 kelas,” kata dosen yang biasa disapa Pak Luthfie.

Tujuan dari mata kuliah drama serta pementasannya adalah melatih public speaking, menumbuhkan dan melatih rasa percaya diri mahasiswa serta melatih kerjasama tim.

Di bawah ini adalah daftar judul drama yang akan dipentaskan:

  • The Fighting Game (30/5)
  • The 3D Effect (30/5)
  • Prambanan (30/5)
  • The We Don’t-Knows (31/5)
  • A lecture on The Differences between Asian and Western Heroes (31/5)
  • I am a Woman (2/6) (6/6) (11/6)
  • Zeus’ Sigh (3/6) (5/6) (7/6)
  • Nobody Knows not Napoleon (4/6) (10/6)
  • One More Mile to a Smile (9/6) (12/6)

(yin)

AddThis Social Bookmark Button

TRANSLATION

Indonesian Arabic English

BERITA TERKINI

ISIS Menggelar MID Novel
IAIN Menyambut Kurikulum Berbasis KKNI
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

ARSIPAN IAIN SURAKARTA