BERITA TERKINI

ICIES 2013

Latar Belakang ICIES 2013
Dalam perspektif teori pengetahuan, yang kemudian dikenal dengan istilah filsafat sains, bagunan ilmu terdiri dari tiga unsur dasar, yakni:  pertama, ontologi, menyangkut apa hakekat ilmu, sifat dasar dan kebenaran  atau kenyataan yang inheren di dalamnya; kedua; epistemologi, menyangkut sumber serta sarana dan tatacara untuk mencapainya, dan struktur, parameter kebenaran serta klasifikasi ilmu, ketiga: aksiologi, menyangkut kaidah-kaidah penerapan ilmu dalam praksis.
Begitu pula bangunan dari pembentukan ilmu ekonomi Islam, memiliki ketiga unsur dasar filsafat ilmu tersebut di atas. Walaupun sampai saat ini, perdebatan tentang eksistensi ilmu ekonomi Islam, akan tetapi, dipihak lain, pengembangan dari sisi teori ilmu ekonomi islam dan praktik ekonomi Islam terus berlangsung di beberapa negara di dunia.
Dari sisi aksiologi, perkembangan lembaga keuangan syariah tumbuh pesat di dunia. Negara-negara dengan mayoritas penduduk non muslim seperti Inggris, perkembangan lembaga keuangan syariah dapat dikatakan spektakuler. Indonesia disebut-sebut sebagai negara dengan jumlah lembaga keuangan terbanyak se-dunia.
Dari sisi pengembangan lembaga pendidikan ekonomi syariah di Indonesia,  juga mengalami perkembangan  menggembirakan. Bahkan, dalam perkembangannya, saat ini, bukan hanya perguruan tinggi Islam saja (Perguruan Tinggi Agama Islam dibawah Kementrian Agama RI) yang mengembangkan program studi ekonomi syariah, namun, Perguruan Tinggi Umum dibawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI juga berlomba membuka program studi ekonomi syariah, dari jenjang pendidikan S1-S3.
Berpijak dari fenomena di atas, kegiatan “The 1st Conference On Islamic Economic Studies (CIES) akan menggali lebih jauh arah pengembangan lembaga pendidikan tinggi program studi ekonomi syariah di Indonesia sehingga permasalahan kurikulum, gelar akademik, serta permasalahan yang muncul dari perbedaan pengelolaan dapat dicari titik temu ke arah lebih baik.

Maksud dan Tujuan
Maksud dari kegiatan ini adalah menemukan perbedaan paradigma ilmu ekonomi Islam dalam konteks keilmuan, metodologi dan kelembagaan serta menemukan perbedaan dalam kajian muamalah dan ekonomi Islam yang selama ini menjadi diskursus akademik.
1.    Memetakan, membedakan dan mendefenisikan kembali struktur kajian ekonomi dan bisnis syariah.
2.    Mendiskusikan arah pengembangan ekonomi dan bisnis syariah.
3.    Mempertegas kewenangan kelembagaan ekonomi islam dalam dunia akademik.


Urgensi
1.    Belum adanya keseragaman kebijakan pemberian ijin dikementerian agama dengan kementerian pendidikan dan kebudayaan RI
2.    Merespon kelahiran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di PTAIN
3.    Memperjelas posisi jurusan Muamalah (Hukum Ekonomi Syariah)

Peserta
1.    Dekan atau Ketua Jurusan pada Fakultas Ekonomi Islam atau Fakultas Syariah pada perguruan tinggi islam negeri
2.    Ketua Jurusan atau ketua program studi ekonomi islam pada perguruan tinggi umum baik negeri maupun swasta
3.    Ketua Jurusan atau ketua program studi ekonomi islam pada sekolah tinggi swasta
4.    Para pengurus pesantren seluruh indonesia
5.    Dosen pada fakultas syariah dan ekonomi islam IAIN Surakarta
6.    Para pimpinan pesantren se Indonesia

Untuk rundown acara bisa didownload di link berikut : RUNDOWN

AddThis Social Bookmark Button

Menyambut IAIN Surakarta Membaca

A man is known by the books he reads, manusia bisa diketahui dari apa yang dia baca, itu adalah salah satu pesan yang disampaikan oleh rektor IAIN Surakarta, Dr. Imam Sukardi, MA pada pembukaan acara Temu Ilmiah dan Bedah Buku dalam rangka IAIN Surakarta Membaca yang diselenggarakan oleh Pusat Perpustakaan IAIN Surakarta.


Acara yang diselenggarakan pada 12/11 ini bertempat di Gedung Perpustakaan IAIN Surakarta lt.2 dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa dan perwakilan dari BEM, UKM dan Civitas Akademika yang lain.


Dalam kesempatan tersebut beliau juga memberikan pesan kepada pada mahasiswa untuk tetap terus belajar dan membaca karena salah satu kunci untuk tetap menjadi pintar adalah belajar dan mengajar. Mengajar sejatinya adalah belajar, karena dengan memberikan pelajaran disaat itu pula seorang pengajar akan terdorong untuk terus belajar.

AddThis Social Bookmark Button

Workshop Perfilman Fakultas Ushuluddin dan Dakwah

Selasa-Rabu (29-30/10) Fakultas Ushuluddin dan Dakwah mengadakan Workshop perfilman di gedung Pascasarjana lt.4 yang diikuti mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).

Menurut ketua pelaksana, Deni Bagus Sutarto workshop ini sangatlah berguna bagi mahasiswa KPI karena basis keilmuan yang disampaikan pada workshop ini sangatlah berguna bagi mereka baik sebagai penunjang mata kuliah maupun sebagai bekal pengalaman mahasiswa KPI dimana penjurusan KPI difokuskan lagi menjadi 3 yaitu jurnalistik, humas dan broadcasting. ”Pahasiswa KPI sangatlah memerlukan workshop ini sebagai bekal akademiknya", ujar Deni.

Mahasiswa KPI sangat antusias dalam mengikuti workshop perfilman ini. Mahasiswa dari semester 1 sampai semester 9 yang mengikuti workshop sebanyak 125 orang. Pihak panitia membatasi jumlah peserta dikarenakan keterbatasan tempat penyelenggaraan dan alat praktek perfilman berupa kamera, lighting, tripod dan lain sebagainya. Pihak panitiapun berusaha memaksimalkan seminar ini dengan menyewakan alat standar film yang didatangkan dari Yogyakarta. Menurut Ketua Panitia, Eny Susilowati,S.Sos,M,Si dengan didatangkanya peralatan-peralatan standar film dan pelatih papan atas seperti Habiburrahman  El Shirazy (penulis dan skenario), Firman Syah (Penyutradaraan,Suara dan Editing), Han Revo Joang (Manajemen Produksi), Rudy Koerwet (Kamera dan lighting), mahasiswa bisa mengembangkan diri dan memotivasi diri”. ujar Eny Susilowati yang juga Sekertaris Jurusan KPI.

Tak sia-sia usaha yang dilakukan, pada hari Rabu peserta workshop antusias memakai peralatan standar film perkelompok dan tiap-tiap kelompok menghasilkan sebuah film. Dimulai dari proses pembuatan Skenario, Shooting per-scene, dan Editing. Habiburrahman dan Tim nya memberikan masukkan dan kritik tentang film hasil dari mahasiswa. ”Meskipun hasil dari film belum sesuai dengan yang diinginkan, namun bagus buat mahasiswa KPI, film yang seharusnya digarap 1 bulan ini berhasil diselesaikan hanya 1 hari”, ujar Habiburrahman. -Bagoes-

AddThis Social Bookmark Button

Gebyar Musik 15 Tahun UKM GAS 21

SINAR- UKM  Musik GAS 21 Institut Agama Islam Negeri Surakarta mengelar pesta musik dalam rangka  ulang tahunnya ke-15 di lapangan  IAIN Surakarta,Senin (21/10) Pukul 16.00 WIB.

Gebyar musik GAS 21 ini merupakan wujud rasa syukurnya kepada Allah SWT, karena selama 15 tahun UKM GAS 21 tetap eksis dan bersatu bagai sebuah keluarga sendiri. Tema yang diusung adalah Long Live My Family yang menpunyai arti kehidupan yang panjang untuk keluargaku, keluargaku yang dimaksud disini ialah UKM GAS 21.

Menurut Seksi Keseketariatan, Ferdy menyebutkan acara ini temasuk sukses, dengan banyaknya penonton, terutama pada saat malam puncak acara yaitu pemotongan tumpeng dan kue ulang tahun yang dilanjutkan pementasan beberapa band. Antusiasme mulai tergugah ketika menyaksikan pentas musik dangdut hingga berdesak-desakan pada saat pentas.

Kegiatan ini pun mendatangkan bintang tamu dari kampus lain antara lain dari STAIN Salatiga dan UIN Yogyakarta. Adapun bintang tamu yang dimaksud ialah Spirito Band, Lysander Band, Elevanto Band, Senior Performance dan masih banyak lagi bintang tamu yang sudah berpengalaman.

AddThis Social Bookmark Button

TRANSLATION

Indonesian Arabic English

BERITA TERKINI

IAIN Surakarta Telah Menyumbang 436 Intelektual Muda
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

ARSIPAN IAIN SURAKARTA