Bg

Pengajian Akbar Dalam Rangka Semarak Generasi Qur’ani VII Dengan Menghadirkan Gus Miftah Dengan Tema “Bersama JQH Untuk Memperkokoh Budaya Islam Di Nusantara”

Diterbitkan tanggal 22 Agustus 2019

SINAR- Kamis (22/8) untuk menyemarakan rangkaian acara puncak kegiatan Semarak Generasi Qur’ani VII, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) JQH Al Wustha Gus Miftah untuk mengisi pengajian akbar yang bertema “Bersama JQH Untuk Memperkokoh Budaya Islam Di Nusantara”. Acara tersebut merupakan acara tahunan yang diadakan oleh UKM JQH Al Wustha. Selain itu, rangkaian acara lainnya diantaranya Lomba Hadrah dan Faishol, Wisuda Tahfidz, Pembacaan Maulid, dan Mauidhotul Hasanah.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama yang sekaligus merupakan Pembina UKM JQH Al Wustha. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa rangkaian acara Festival Semarak Generasi Qur’ani penting untuk menumbuhkan kembangkan sikap mahasiswa, pelajar dan masyarakat terkait dengan Al Qur’an serta terkait dengan seni dan kebudayaan Islam. Selain itu, beliau juga berharap dengan acara tersebut dapat menumbuhkan sikap cinta terhadap Al Qur’an  dan cinta terhadap seni kebudayaan Islam.

Gus Miftah menyampaikan bahwa jangan menilai seseorang saat di puncak kesuksesan saja, namun lihatlah bagaimana proses orang tersebut dapat mencapai kesuksesan itu agar senantiasa dapat menghayati arti bekerja keras untuk menggapai cita-cita.

Selain itu, Gus Miftah dalam pengajiannya juga menyampaikan bahwa terdapat harapan yang besar kepada generasi milenial. Generasi milenial harus faham dengan persoalan-persoalan kebangsaan, karena yang dipertaruhkan adalah masa depan mereka.

Apabila  paham-paham seperti radikalisme dan fanatis sektarian menguasai Indonesia, maka keberlangsungan persatuan bangsa yang sudah terjalin sejak lama akan terancam. “Saya sampaikan kepada kalian kenapa kaca mobil bagian depan jauh lebih besar daripada kaca spion karena masa depan bangsa Indonesia jauh lebih besar daripada masa lalunya”, Ucap Gus Miftah akhiri pengajiannya. (Lan/ Humas Publikasi)

Komentar ditutup.