Bg

#1 LP2M Seminar Series-Pacu Penelitian di IAIN Surakarta, LP2M Undang Prof. Edwin

Diterbitkan tanggal 16 Agustus 2017

SINAR – Geliat penelitian di IAIN Surakarta terus dipacu, kali ini Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menghadirkan Prof. Edwin Paul Wieringa atau akrab dipanggil Prof. Edwin, Rabu (16/8). Seminar yang dihadiri para dosen dan peniliti ini berlangsung di Ruang Senat IAIN Surakarta.

Menurut Wakil Rektor I Dr. H. Abdul Matin bin Salman, Lc., dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa kedatangan Professor for Islamic Studies and Philology Universtaat Zu Koln Germany ini diharapkan bermanfaat bagi penelitian di IAIN Surakarta, “Menjadi embrio perkembangan baru kampus tercinta. Dan menjadi semangat baru bagi LP2M untuk mengembangkan riset’, paparnya.

Prof. Edwin mengawali diskusi dengan memperkenalkan diri dan memberikan gambaran global tentang peneliti di Barat. “Peneliti tema-tema Studi Islam di Barat kebanyakan non muslim, tetapi disana menganggap bahwa agama merupakan sesuatu yang sangat pribadi, jadi tidak menjadi masalah”, terangnya.

Lebih lanjut, Prof. Edwin menambahkan bahwa penelitian terhadap naskah kuno dan peninggalan masa lampau menjadi inti penelitian yang bermanfaat bagi peradaban. Dia mencontohkan tentang penelitian Masjid Agung Demak. Menurutnya, Masjid tua itu menarik untuk diteliti, mulai dari kapan persisnya masjid itu dibangun, siapa yang membangun hingga mengungkap makna dari simbol dan urnamen yang ada.

Selain itu, Prof. Edwin juga mencontohkan tentang kisah Nabi Yusuf dalam al-Qur’an. Menurutnya, ada dua versi sumber naskah penelitiannya. Pertama adalah versi Arab yang merupakan naskah asli dan versi Melayu yang merupakan naskah terjemahan. Dimana, dua hal ini berbeda, “Terdapat perubahan dan tidak sama persis naskah asli Arab dengan versi terjemahan Melayu. Sehingga versi Melayu tidak menarik lagi diteliti”, terangnya. Versi Arab mengatakan bahwa nabi Yusuf dimakan serigala, sementara versi Melayu mengatakan nabi Yusuf di makan macan karena di Melayu tidak ada serigala. “Hal ini menunjukkan walaupun pesannya sama tetapi terjemahan tidak lepas dari unsur lokal”, tambahnya.

Setelah Prof. Edwin memaparkan hasil penelitiannya, acara dilanjutkan tanya jawab dan diskusi. Dalam sesi ini, banyak fakta yang diungkap. Termsuk tentang pendekatan yang digunakan. “Pendekatan penelitian modern selalu menggunakan fakta-fakta dan data kongkrit”, terangnya.

Sementara itu, Ketua LP2M Dr. Ismail Yahya yang bertindak sebagai moderator menutup diskusi setelah Prof. Edwin menjawab pertanyaan-pertanyaan dari peserta. Ketua LP2M baru yang dilantik belum lama ini menutup acara dan berharap semoga kehadiran Prof. Edwin dapat membakar semangat meneliti dan dapat diterbitkan di jurnal internasional yang terindeks di Scopus. (Win/Humas Publikasi). #BanggaIAINSurakarta.

Komentar ditutup.