Bg

Praktik Keahlian Mahasiswi PIAUD

Diterbitkan tanggal 14 Juni 2017

SINAR- Tampak para mahasiswi Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) IAIN Surakarta dengan menggunakan kostum dan make up yang unik berkumpul di Aula PPG IAIN Surakarta, Rabu (14/6). Ada yang mengenakan kostum polisi, ibu guru, berkebaya, dsb. Mereka berdandan karena adanya agenda Praktik Keahlian.

Sejumlah 150 mahasiswi semester 4 dan 6 sedang melaksanakan Praktik Keahlian Musik dan Gerak dengan tema Berestetika Melalui Opera Anak. Mereka dibagi menjadi 6 kelompok dengan masing-masing kelompok tampil selama 20 sampai dengan 25 menit. Opera tersebut berjudul Tamasya, Berlibur ke Rumah Nenek, Hari Minggu Wati, Butterfly Kingdom vs Bajak Laut, Puteri yang Jujur, dan Putri dan Teman-Teman. Bagi semester 4 praktik keahlian ini untuk memenuhi mata kuliah Seni Tari dan Drama, dan bagi semester 6 untuk memenuhi mata kuliah Kinestetik.

Sekjur PIAUD, Hasan Ubaidillah, saat ditemui SINAR mengatakan bahwa tujuan dari Praktik Keahlian adalah untuk mengetahu progres mahasiswi dan mengevaluasi mereka selama satu semester. “Praktik Keahliahlian ini sifatnya untuk memperkuat perkuliahan, agar anak-anak memiliki kemampuan untuk menari dan bernyanyi agar dapat mengarahkan siswanya kelak,” terang Hasan. Selebihnya Hasan menjelaskan bahwa para mahasiswi ini membuat naskah sendiri, membuat koreografer sendiri, mengkombinasikan lagu dan musik serta memikirkan kostum dan make up secara mandiri. “Untuk keseluruhan dan latihan memakan waktu lebih kurang dua bulan,” imbuhnya.

Dr. H. Giyoto, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dalam sambutan pembukaan mengatakan bahwa Guru RA masih memiliki peluang yang luar biasa besar. “Peluang Guru RA itu tinggi, kreasinya masih luas. Dan tantangan menjadi Guru RA bukanlah pada materi ajar, namun pada strategi ajar,” ia tekankan. Praktik keahlian merupakan proses dalam membentuk profesionalisme calon alumni yang isinya tidak jauh dari profesi yang akan disandang. Meskipun Praktik Keahlihan lebih mengarah pada aspek psikomotorik, namun menurut Giyoto hal ini merupakan keterampilanyang harus dimiliki calon Guru RA. (Yin/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.