Bg

Al Zastrouw Ngatawi Bakar Semangat Intelektualisme MABA

Diterbitkan tanggal 1 September 2016

SINAR–  Ngatawi Al Zastrouw (Sastro) budayawan, Sosiolog dan mantan ketua Lesbumi PBNU  isi materi Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) bagi Mahasiswa Baru (MABA) dengan mengupas banyak mengenai tugas dan peluang mahasiswa baru Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, di gedung Graha, Selasa (01/09).

OPAK tahun ini yang mengusung tema “Sadar diri pada ruh mahasiswa untuk membenahi ketimpangan moral dan intelektual serta berkontribusi untuk menegakkan agama islam yang ramah social dan budaya”. Bertujuan untuk menggugah kesadaran mahasiswa akan dirinya sendiri serta menjalankan perannya untuk masyarakat dan lingkungan.

Dalam orasinya Sastro begitu biasa dia dipanggil mengulas peran mahasiswa dengan menengok sejarah dan peran mahasiswa sebagai pemuda, karena dari tangan-tangan pemudalah perubahan terjadi. Para pemuda lah yang berani menumbangkan rezim diktator, para pemuda lah yang telah mengganti  orde lama menjadi orde baru hingga pada saat ini kita berada di era reformasi, sehingga kita mengakui bahwa pemuda adalah agent of change.

Lanjutnya lagi bahwa pemuda juga khususnya mahasiswa harus memiliki intelektual yang tinggi, dengan banyak belajar dari buku-buku yang ada, serta jangan lupa untuk mendiskusikannya bersama-sama sehingga bisa semakin menajankan pikiran. Apalagi mahasiswa di kampus islam harus bisa menyeimbangkan antara akal dan spiritual. Janganlah mahasiswa islam hanya melihat kebenaran dari sudut akal dan logika saja, tetapi kebenaran spiritualpun ada dan bisa dibuktikan secara nyata, walaupun tentu saja dengan parameter dan ukuran yang sesuai. (Mun/ Humas Publikasi)

#BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.