Bg

Apel Kebangsaan Hari Kebangkitan Nasional Cetuskan Deklarasi IAIN Surakarta

Diterbitkan tanggal 22 Mei 2017

SINAR- Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar apel kebangsaan dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional  dengan tema “Berperan Aktif dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan NKRI untuk Indonesia Damai dan Bermartabat” , pada Senin (22/5), dan dipimpin langsung oleh Rektor IAIN Surakarta Dr. H. Mudofir.

Rektor menghargai dan mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, yang menjadi bukti bahwa generasi muda sepenuhnya sadar bahwa makna persatuan begitu berharga, mengingat bersatu dan pecahnya bangsa tergantung pada generasi penerus bangsa itu sendiri. Karena itu kesetiaan pada Pancasila dan NKRI adalah sebuah jihad yang tidak bisa ditawar lagi. Dan sebagai institusi pemerintah, IAIN Surakarta menyatakan bahwa NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika merupakan empat pilar dalam bentuk final yang harus dijunjung dan dipertahankan.

Islam tidak mengharuskan umatnya untuk mendirikan Negara, Islam justru mengajarkan bagaimana nilai-nilai kemanusian ditegakkan. Yang dibutuhkan adalah Negara memberikan seluas-luasnya kebebasan untuk menjalankan ibadah dan nilai-nilai yang nilai-nilai keadilan, tegas Rektor dalam amanahnya untuk seluruh peserta apel kebangsaan.

Lebih lanjut Rektor berpesan bahwa mahasiswa IAIN Surakarta disamping belajar ilmu yang telah dipilih, namun juga harus mau belajar tentang sejarah keIndonesia-an, dan sejarah dunia, karena betapa berharganya ilmu sejarah untuk mengetahui betapa menderitanya sebuah negara atau bangsa yang dilanda perpecahan.

Dalam apel kebangsaan memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada tanggal 20 Mei tersebut, Mahasiswa IAIN Surakarta mendeklarasikan:

  1. Berikrar setia dan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Siap berperan aktif dalam menjaga kelestarian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  3. Menolak berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila dan anti NKRI, radikal dalam keberagaman serta terorisme.

(Gus/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.