Bg

Bedah Buku “Gerakan Komunisme Islam Surakarta 1914-1942”

Diterbitkan tanggal 24 April 2015

SINAR – Kamis (23/4), Lembaga Penelitian Mahasiswa (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar kegiatan bedah buku yang berjudul “Gerakan Komunisme Islam Surakarta 1914-1942”. Dr. Syamsul Bakri, M. Ag., selaku penulis buku didaulat sebagai narasumber dengan didampingi oleh Dr. Mudhofir Abdullah selaku pembanding, sedangkan moderator oleh Fauzi Syukri.

Wakil Rektor III IAIN Surakarta, bedah buku lpm dinamikaDrs. Yusup Rohmadi, M. Hum., menuturkan secara sederhana bedah buku didefenisikan sebuah kegiatan mengungkapkan kembali isi suatu buku yang ditulis oleh penulis secara ringkas, dan dengan memberikan saran terkait dengan kekurangan dan kelebihan buku tersebut.

Buku ini di latar belakangi adanya dinamika yang luas dalam konteks sosial, politik, agama, dan ekonomi di Surakarta. Dimana kota yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Jawa dan berbudaya santun ini justru sering dilanda aksi kerusuhan. Pada abad XVIII-XIX, umat Islam di Surakarta dikenal sebagai umat yang moderat dan tidak konfrontatif, tetapi awal abad XXI banyak disoroti sebagai basis gerakan radikalisme. Komunisme dan Islam merupakan dua hal yang paradoks, namun upaya pemaduan keduanya pernah terjadi di Surakarta, ungkap Syamsul.

Lebih lanjut dosen Sejarah Kebudayaan Islam ini mengungkapkan, dalam peninggalan sejarah pergerakan di Indonesia, terdapat komunitas masyarakat yang melakukan aktualisasi ajaran Islam dalam gerakan komunisme. Hal itu dilakukan dengan jalan menemukan titik temu, dan menghilangkan pemahaman yang menjauhkan di antara keduanya. Adaptasi yang kemudian dikenal dengan istilah “Komunisme Islam” ini berkembang menjadi sebuah paham sinkretik. Ideologi ini muncul sebagai reaksi terhadap eksploitasi yang dilakukan kaum kapitalis, penindasan penguasa kolonial, dan diamnya para pemimpin yang secara legal formal mewakili umat Islam.

Di akhir ulasannya, dari sisi akademik buku ini memberikan kontribusi keilmuan dalam disiplin Sejarah dan Kebudayaan Islam, terutama dalam hal paparan dan rekontruksi peninggalan sejarah tentang munculnya Komunisme Islam. Sebuah gerakan sosial-politik bernuansa keagamaan pada masa pergerakan. Selain itu buku ini juga memberikan kontribusi dalam pengembangan disiplin pemikiran Islam, yakni adanya varian interprestasi Islam dalam perspektif komunisme. (Mahendra)

Komentar ditutup.