Bg

Berkah Tahfidz Al Qur’an, Lulus Dengan Predikat Cumlaude

Diterbitkan tanggal 6 Oktober 2018

SINAR – Namanya Siti Zumaroh, Mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Surakarta yang menjadi satu satunya wisudawati tahfid dalam Wisuda Sarjana dan Magister ke-39 IAIN Surakarta Tahun 2018, Sabtu (06/11). Siti Zumaroh mendapat gelar S-1 dengan predikat Cumlaude (sangat memuaskan)dan jumlah Indeks Peringkat Komulatif 3.53.
Sebelum kuliah di IAIN Surakarta Zumaroh pernah menempuh pendidikan pesantren sambil menghafal Al Qur’an di pondok pesantren Nurul Furqon di Kajen, Pati. Di pondok pesantren tersebut Zumaroh mendapat dorongan dari Gurunya agar tidak hanya mempelajari ilmu agama saja, melainkan juga harus mempelajari ilmu Umum. Melalui dorongan dari gurunya tersebut, Zumaroh pun melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Sambil menjalankan rutinitas belajar dikampus Zumaroh menyetorkan kembali hafalan Al Qur’annya kepada dosen-dosen di jurusan Ilmu Al Qur’an dan Tafsir. Selain itu Ia juga melanjutkan pendidikan agamanya di Pondok Pesantren Al Fattah yang berada di dekat kampus.
Siti Zumaroh merupakan anak seorang penambang pasir di sungai didaerah tempat tinggalnya. Pekerjaan utama orangtuanya sebagai penambang pasir dan buruh tani. Setiap harinya mereka mengumpulkan pasir kemudian dijual kepada orang-orang yang butuh sebagai materi mendirikan bangunan. Selain penambang pasir orang tua Zumaroh bekerja sebagai seorang buruh tani di lahan tetangganya. Zumaroh tidak merasa malu ataupun minder, Ia justru tetap semangat dan mandiri bahkan selalu berusaha agar tidak menjadi beban bagi orang tuanya.
Meskipun dengan keadaan ekonomi orangtua yang pas-pasan, Zumaroh tetap memiliki semangat belajar yang tinggi. Suatu ketika disemester tiga Zumaroh memiliki kendala dalam pembayaran biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Namun tak kalah cara, Zumaroh berusaha meminjam uang kepada dosen di jurusannya sehingga dia dapat melanjutkan kembali kuliah di semester tiga. Keadaan Zumaroh disaat terdesak tersebut tidak dikabarkan kepada orang tua, lantaran jiwa besarnya yang merasa tidak ingin memberikan beban kepada orangtuanya. Dia pun berjanji akan membayar hutangnya sendiri yang dipinjamnya kepada dosen dengan uang beasiswa yang akan diperolehnya.
Beasiswa yang diperolehnya adalah beasiswa dari Kementrian Agama (Kemenag) sebanyak dua kali hingga semester tujuh. Sedangkan untuk melanjutkan biaya kuliahnya Zumaroh mulai mengajar di SD Takmirul Islam. Zumaroh selalu memiliki semangat yang tinggi dalam proses belajarnya. Meskipun harus melewati berbagai kendala dalam berproses. Zumaroh merasa bahwa hafalan Al Qur’an yang telah dimilikinya memberikan barokah yang mengantarkannya ke jenjang pendidikan di perguruan tinggi bahkan memperolehan IPK yang sangat memuaskan.(MgZahra/Gie- Humas Publikasi) #banggaiainsurakarta #suksesAPT-A

Komentar ditutup.