Bg

Bersama PMI Wonogiri, KKN Mandiri Minggarharjo Adakan Donor Darah

Diterbitkan tanggal 26 Juli 2019

SINAR- KKN Mandiri Minggarharjo IAIN Surakarta mengadakan Kegiatan Donor Darah bekerjasama dengan PMI Kabupaten Wonogiri. Bertempat di Balai Desa Mingarharjo, Eromoko, Wonogiri, Kamis (25/7), acara berjalan sesuai rencana.

Kegiatan ini adalah salah satu rangkian dari Pengabdian Mahasiswa KKN kepada Masyarakat Minggarharjo dengan cara memfasilitasi masyarakat supaya bisa mendonorkan darahnya kepada orang yang membutuhkan. Acara ini juga sebagai sosialisasi kepada masyarakat Minggarharjo mengenai manfaat donor darah untuk diri sendiri maupun orang lain.

Acara ini dimulai pukul 09.00 WIB di mulai pendonor pertama dari mahasisiwa IAIN Surakarta lalu dari kalangan  masyarakat Minggarharjo mulai dari perangkat desa, Ibu-Ibu PKK, Guru sekolah dan warga Minggarharjo. Menurut Ketua KKN Minggarharjo Engga Kurniawan “Acara ini kita laksanakan karena merupakan bagian dari Progam Kerja KKN Minggarharjo. Selain itu kita juga ingin memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pentingnya donor darah dan efek positif untuk kesehatan dan tentunya sangat berguna bagi orang lain yang membutuhkan, karena bagimanapun donor darah merupakan salah satu kegiatan kemanusiaan” tuturnya .

Antusiasme masyarakat begitu besar, terlihat dari antrean masyarakat yang ingin turut ambil bagian dari kegiatan ini. 46 kantong darah telah berhasil dikumpulkan oleh PMI Wonogiri dari kegiatan ini. Salah  satu tim ahli dari PMI Wonogiri  dr. Heri Susanto Kepala UDD (Unit Donor Darah)  PMI Wonogiri mengatakan bahwabaru kali ini ia bertemu dengan pedonor luar biasa, yaitu mas Fajar Wahyu salah satu mahasiswa IAIN Surakarta. Beliau adalah penyandang disabilitas tunanetra, saya pribadi  salut terhadap beliau berani mendonorkan darahnya meskipun ada keterbatasan beliau rela berkorban untuk orang lain”. Ucapnya. Pesan saya terhadap masyarakat jangan takut untuk mendonor karena rasa takut kita tidak sebanding dengan akan terselamatkanya nyawa seseorang, kita tidak tahu kelak nanti siapa yang membutuhkan darah, bisa jadi nanti sanak saudara ataupun keluarga kita”, Imbuhnya. (Gie/Humas Publikasi)

Sumber: Dimyati

Komentar ditutup.