Bg

Bersinergi, Gerakan Ayo Mondok-IAIN Surakarta

Diterbitkan tanggal 13 Juni 2017

SINAR– Gerakan Ayo Mondok sebagai wujud sumbangan untuk bangsa dan untuk Islam yang berinteraksi dengan masyarakat. Begitulah Rektor IAIN Surakarta, Dr. H. Mudofir menanggapi Gerakan Ayo Mondok Nasional (GAM NAS) yang diprakarsai oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU), Selasa (13/6).

Bertempat di Ruang Senat, para pengurus Ayo Mondok hadir di IAIN Surakarta untuk mempresentasikan dan mengajak bersinergi dalam GAM NAS. Ketua GAM NAS, KH. Lukman Haris Dimyati yang sekaligus merupakan pengasuh Ponpes Tremas Pacitan mengatakan bahwa Solo memiliki sejarah positif tentang keberadaan ponpes. “Indonesia ini negeri santri. Ayo Mondok sebagai aksi kita dalam deradikalisasi. Disini, di IAIN Surakarta kami memiliki harapan besar untuk menunjang gerakan tersebut,” terang KH.Lukman.

Wakil ketua GAM NAS, sekaligus pengasuh Ponpes Al-Fadholi Pati dan dosen IAIN Surakarta, Dr. Abu Khoir memaparkan panjang lebar tentang strategi dan aksi GAM NAS. Pasalnya seorang yang nyantri itu umumnya ada sejarah sesepuh atau orang di sekitarnya yang nyantri juga. Tidak mungkin tidak. “Pesantren adalah sel yang saling terkait. Jika si A nyantri, pasti orang tuanya, kakaknya, saudaranya, tetangganya atau kakeknya dulu pernah nyantri. Itu pasti. Tidak mungkin serta merta ia ingin belajar di pesantren,” tutur Abu Khoir.

Berdasarkan data yang ada pada tahun 2012, jumlah kelas menengah di Indonesia terus tumbuh ditandai dengan  meningkatnya jumlah kendaraan bermotor (94 juta), penumpang pesawat terbang (82,43 juta), dan pemilik ponsel (83,52%), kepemilikan komputer (18,86%), akses internet (30,66%) dari 2,32% pada 2005. Sehingga pesantren perlu bersiap menghadapi situasi mutakhir, tumbuhnya masyarakat kelas menengah, strategisnya pasar anak muda dan bonus demografi, kebutuhan masyarakat kota akan pendidikan keagamaan, peluang pasar internasional khususnya ASEAN , dan perlu diangkat kembali kampanye #islamnusantara, mengatasi radikalisme Islam.

Dilansir dari NU Online, Soft Launching Gerakan Nasional #AyoMondok telah diluncurkan di Gedung PBNU lantai 8 Jl Kramat Raya Jakarta Pusat, Senin (1/6) 2015.  Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) serta didukung oleh RMINU Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Dalam sambutannya, KH Lukman Haris Dimyati menjelaskan, bahwa gerakan ini adalah ikhitiar ini kalangan pondok pesantren di Tanah Air, khususnya yang tergabung dalam RMI-NU, mengajak masyarakat untuk menjadikan pesantren sebagai pilihan utama bagi pendidikan putra-putrinya.

“Sejarah pesantren sangat panjang, sejak sebelum merdeka. Gerakan ini merupakan upaya serius dari para pengasuh pesantren untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa pesantren bukan sekadar pilihan alternatif,” jelasnya. (Yin/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.