Bg

BIPA IAIN Surakarta Selenggarakan Sarasehan Bersama Kemendikbud RI

Diterbitkan tanggal 14 Oktober 2019

SINAR- Senin (14/10) Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) IAIN Surakarta menyelenggarakan sarasehan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam hal ini Pusat Pengembangan Strategi Diplomasi dan Kebahasaan (PPSDK) Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan.

Bertempat di Ruang Sidang Senat Rektorat IAIN Surakarta sarasehan kali ini mengambil tema Peluang dan Tantangan BIPA di Luar Negeri. Sebelum acara sarasehan terlebih dahulu dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara BIPA IAIN Surakarta yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Syamsul Bakri, M. Ag., didampingi Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan bersama Dekan Fakultas Adab dan Bahasa dengan PPSDK Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI.

Selanjutnya sarasehan dipandu oleh Dr. Siti Isnaniah, S. Pd., M. Pd. selaku moderator dengan menghadirkan pembicara Prof. Dr. Sangidu, M. Hum. sebagai Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di Cairo, Mesir tahun 2009-2013 dan Ketua Konsorsium Pendidikan Program Studi Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa dan Tarjamah, Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir dan Dony Setiawan, M. Pd. sebagai Kepala Bidang Diplomasi Kebahasaan.

Prof. Dr. Sangidu, M. Hum. Sebagai pembicara pertama menyampaikan mengenai peluang BIPA seperti antusiasme masyarakat internasional yang sangat tinggi dalam belajar bahasa Indonesia sehingga dapat diperhitungkan menjadi bahasa Internasional, BIPA dapat membantu perguruan tinggi untuk menaikkan The World University Ranking dan sebagai gerbang untuk menuju World Class University, paparnya.

Selanjutnya beliau juga menyampaikan tantangan pengajaran BIPA seperti bagaimana mempersiapkan SDM yang berkualitas dalam pengajaran BIPA, pendanaan yang cukup agar BIPA bisa berkembang, tersedianya sarana dan prasarana yang memadai untuk pengajaran, mempersiapkan kurikulum dan bahan ajar yang baik, meningkatkan pelayanan BIPA yang bersifat non akademis sehingga dapat mempengaruhi pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, pemberian beasiswa seperti Darmasiswa, dan mengirim instruktur pengajar BIPA keluar negeri, sambungnya.

Sementara itu pembicara kedua Dony Setiawan, M. Pd. memaparkan materi peluang dan tantangan pengajaran BIPA di dalam dan luar negeri seperti kekuatan bahasa dan daya saing global, sebaran lembaga penyelenggara BIPA, beasiswa mahasiswa asing di Indonesia. Beliau juga menyampaikan tujuan pengajaran bahasa Indonesia kepada orang asing, dasar hukum program BIPA, peran Badan Bahasa dalm pengembangan BIPA, layanan fasilitas program BIPA, dan bahan ajar BIPA.(Zat/Humas dan Publikasi)

Sumber: Antoni Agus Nugroho/ BIPA IAIN Surakarta

Komentar ditutup.