Bg

DEMO Mahasiswa KKN Mandiri IAIN Surakarta dalam Pelatihan Pengolahan Hasil Panen

Diterbitkan tanggal 24 Juli 2019

SINAR – Mahasiswa KKN Mandiri IAIN Surakarta mengadakan DEMO (Demonstrasi Ekonomi Masyarakat Olahan Panen) pelatihan pengolahan hasil panen bekerjasama dengan Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam acara rutinitas (PKK) dan Posyandu Lansia  bertempat di Balai Dukuh Ngrancang, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul pada (15/7).  Salah satu hasil panen yang melimpah di Dukuh Ngrancang yaitu jagung, namun dengan kurangya kreatifitas dan inovatif dalam pemanfaatan hasil panen menjadikan harga jual yang sangat rendah, dengan begitu masyarakat Dukuh Ngrancang sangat disayangkan karena mereka harus menjual hasil panenannya secara langsung ke pengepul sekitar.

Jagung merupakan suatu hasil panen yang sangat berharga dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Banyak varian olahan jagung yang seharusnya dapat meningkatkan daya tarik konsumen dan menambah wawasan mengenai jagung yang terkenal rendah gula dan cocok untuk dikonsumsi bagi yang sedang memulai proses diet, mempunyai penyakit Diabetes, dan mencegah penyakit Alzheimer. Selain itu, olahan jagung yang sering di jumpai di kalangan masayarakat Dukuh Ngrancang hanyalah nasi jagung, jagung rebus, dan marning. “disini rata-rata dijual mentah kalau mau ribet sedikit ya diolah nasi jagung dan marning mbak”, ucap Suwarni salah satu peserta posyandu lansia.

DEMO yang diadakan oleh mahasiswa KKN Mandiri IAIN Surakarta yaitu menciptakan varian baru dalam pengolahan hasil panen Jagung, dengan mengubahnya menjadi suatu makanan cemilan yang sangat unik dan dengan citarasa yang luar biasa, Emping Jagung dan Bola-Bola Jagung. “ya seneng, udah ada pelatihan kayak gini, ternyata jagung yang biasanya tak buat pakan ayam bisa jadi makanan yang enak dan mudah dibuat”, ucap Ulfa sebagai ibu kader PKK Dukuh Ngrancang. Selain demo, ibu-ibu kader PKK dan posyandu Lansia juga ikut serta melakukan praktek pembuatannya mulai dari langkah awal hingga matang menjadi masakan yang siap makan dan mereka mencicipi masakan yang telah mereka uji coba bersama-sama.  

Bahan yang digunakan cukup mudah dicari antara lain bahan utama adalah Jagung dan bahan tambahan yang mudah di jumpai di kehidupan sehari-hari antara lain injet, tepung terigu, gula jawa, gula pasir, minyak goreng, dan lain-lain. Kami berharap dengan adanya pelatihan pengolahan hasil panen dapat menambah keahlian masyarakat dalam mengolah hasil panen yang melimpah sehingga dapat meningkatkan harga jual. (Gie/Humas Publikasi)

Sumber : Fitri Nur ‘Aini C, Fitriatul Choiriyah dan Efi Sulistyowati
Editor  :  Nugroho

Komentar ditutup.