Bg

DINIKA Kupas Tradisi Islam Nusantara Bersama Pakar dari National University of Singapore (NUS)

Diterbitkan tanggal 20 September 2016

SINAR– Jurnal Dinika (Academic Journal for Islamic Studies) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta gelar public lecture series #4 dengan tema “Tradisi Islam di Nusantara: Dinamika Persaingan Orientasi” di gedung Graha, Selasa (20/09).

Pada public lecture kali ini menghadirkan Azhar Ibrahim, Ph.D dari Department of Malay Studies National University Singapore dan dihadiri oleh 800 peserta.

Sebagai pembukaan Dr. Muhammad Munadi, M.Pd wakil rector bidang administrasi umum dan keuangan mengharapkan bahwa public lecture ini semakin menambah wawasan kita mengenai tradisi islam yang telah ada dan memahaminya secara penuh bukan hanya dari sudut pandang orang Indonesai saja tetapi juga dari Negara luar.

Pada pembahasannya Azhar menjelaskan bahwa untuk memahami tradisi keagamaan di nusantara maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu ketika ingin memahami islam harus dilihat dari pendekatan sejarah dan social, menilai unsure keuniversalitasan dan kekhususannya, serta proses terjadinya islamisasi di nusantara,

Kemudian dia menambahkan bahwa orientasi tradisi islam yang ada sekarang ini bisa dikelompokkan pada tiga model yaitu Islam Feudalistic dimana model ini disebarkan oleh para penguasa melayu terhadap rakyatnya, model ini mengisyaratkan beberapa hal 1) kepatuhan yang absolute dari para pemeluk islam terhadap penguasanya; 2) kurangnya rasa hormat untuk kepribadian manusia yang baik; 3) pengabaian keadilan social; 4) penekanan pada hirarki status social kemasyarakatan; dan 5) lebih mementingkan kenikmatan dunia.

Hal ini sangat berbeda dengan model Islam Sufi, yang menolak kehidupan duniawi dan materi;

takut pada akhirat karena banyak dosa karena akan menghalangi ke surga; menarik diri dunia sekuler; Asyik dengan akhirat dan mengabaikan kehidupan duniawi.

Sementara itu model yang terakhir Humanistic Islam yaitu menghormati kepribadian manusia serta pengakuan kemampuan manusia dalam mewujudkan potensinya secara penuh, menghormati kehidupan manusia, menempatkan nilai tinggi pada penggunaan akal dan intelektual untuk menentukan kesejahteraannya, penekanan kepada keadilan sosial dan kesetaraan dalam masyarakat, pengakuan atas martabat tenaga kerja, dan penekanan untuk hidup disiplin dan hemat. (Mun/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.