Bg

Fakultas Syariah Siapkan Al-Ahkam Menuju Jurnal Terakreditasi

Diterbitkan tanggal 29 Agustus 2017

SINAR- Dalam rangka peningkatan kapasitas penulisan dosen dan pengelolaan jurnal Al-Ahkam, Fakultas Syariah IAIN Surakarta menyelenggarakan acara Pelatihan Penulisan dan Pengelolaan Jurnal Terakreditasi (29/8). Bertindak sebagai narasumber adalah Saptoni, MA yang merupakan dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sekaligus pengelola Jurnal Al Jami’ah UIN Sunan Kalijaga.Muhammad Julijanto, SAg., MAg, salah satu dosen Fakultas Syariah dan Pengelola Al-Ahkam, menjadi moderator dalam acara tersebut.

Acara yang digelar di Ruang Rapat Lt. III Gedung Pendidikan Fakultas Syariah ini dihadiri oleh seluruh pengelola jurnal Al Ahkam dan para dosen di Lingkungan Fakultas Syariah. Beberapa perwakilan pengelola jurnal di Lingkungan IAIN Surakarta yang turut hadir di antaranya dari Jurnal Dinika, Jurnal Shirkah, Jurnal Al-A’raf, Jurnal Al-Balagh, Jurnal Shahih, Jurnal Buana Gender, Jurnal At-Tarbawi, Jurnal Leksema,  Jurnal Islimus, Jurnal Sustinere, dan Jurnal of  Finance and Islamic Banking.

Dr. M. Usman, SAg., MAg selaku Dekan Fakultas Syariah, dalam sambutannya, menyampaikan pentingnya publikasi dosen di jurnal terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi. Hal ini didasarkan pada argumen bahwa dosen berkewajiban untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang salah satu unsurnya adalah penelitian yang hasilnya diwujudkan dalam publikasi di jurnal. Selain itu, publikasi juga menjadi penting untuk kenaikan jenjang karir dosen, terutama untuk percepatan ke Lektor Kepala dan Guru Besar. Di akhir sambutannya, Dekan Fakultas Syariah mengutarakan harapan agar setelah mengikuti acara ini para dosen lebih bersemangat untuk meneliti dan mempublikasikan hasil penelitiannya.

Pada acara inti, narasumber menyampaikan materi dalam dua sesi. Sesi pertama mengupas tentang penulisan artikel di jurnal terakreditasi. “Penampilan” menjadi salah satu indikator utama yang harus diperhatikan penulis. Penampilan yang baik dan menarik akan menarik perhatian editor dan reviewer, sehingga kemungkinan artikel tersebut diterima sangat besar. Penampilan yang harus diperhatikan di antaranya judul. Judul yang menarik adalah yang singkat, tegas, jelas, tidak ambigu, dan mampu menggambarkan isi dan cakupan pembahasan. Penampilan lain yang tidak kalah pentingnya adalah abstrak, yang merupakan miniatur artikel. Abstrak harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat menggambarkan keseluruhan isi artikel.

Komponen penampilan berikutnya adalah penyusunan kalimat. Dalam penyusunan kalimat harus memperhatikan unsur subjek dan predikat, penggunaan EYD, serta diksi yang tepat. Selain itu, penyajian kesimpulan juga tidak boleh kalah menarik.  Kesimpulan yang baik merupakan generalisasi atau konsekuensi dari data dan pembahasan, bukan sekedar rangkuman hasil.

Pemilihan referensi tidak boleh luput dari perhatian penulis/ peneliti. Referensi yang digunakan harus yang berkualitas, terpercaya, dan mutakhir, baik dari jurnal terbaru maupun buku babon (induk). Penggunaan manager reference  sangat dianjurkan untuk memastikan konsistensi kutipan dan daftar pustaka.

Meskipun “penampilan” harus diutamakan, tidak berarti bahwa substansi bisa dinomor-duakan. Kualitas substansi ditentukan oleh kualitas data. Data primer yang diambil secara selektif akan lebih berkualitas dan terpercaya. Dari sisi kuantitas, jumlah data harus cukup untuk membangun analisis dan mendukung argumen yang dibangun. Data juga harus relevan dengan tema kajian.

Penentuan tema dan masalah penelitian turut memberikan andil dalam penulisan artikel yang berkualitas secara substansial. Novelty dan keunikan harus diutamakan agar menghasilkan karya yang benar-benar bermanfaat dan memiliki sumbangsih terhadap pengembangan keilmuan. Permasalahan yang ingin dikaji harus diformulasikan ke dalam pertanyaan penelitian yang memadai dan memungkinkan untuk dijawab dalam satu kajian. Artinya, pertanyaan penelitian tidak boleh terlalu luas sehingga sulit untuk dijawab dan menjadikan pembahasan terlalu lebar.

Pada sesi ke-2, narasumber menyajikan materi tentang penerbitan dan pengelolaan jurnal standar akreditasi, sesuai dengan Peraturan Dirjen Dikti Kemendiknas No. 1/2014 Tentang Pedoman Akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah. Pemahaman yang ditekankan adalah paradigma baru jurnal online (Open Journal System). Jurnal on line tidak sebatas mengunggah artikel ke OJS, tetapi mengelola jurnal secara on line dan menyebarluaskannya melalui portal index.

Akreditasi jurnal ilmiah (Arjuna) merupakan pengakuan formal kualitas jurnal yang meliputi substansi, manajemen, dan penampilan. Unsur substansi artikel memiliki porsi 39%. Selebihnya, aspek penilaian mengacu pada hal teknis pada manajemen pengelolaan jurnal dan penampilan jurnal. Meskipun demikian, ada persyaratan mutlak yang harus dipenuhi sebelum mengajukan Arjuna, yaitu jurnal telah terbit minimal selama dua tahun berurutan, terhitung mundur mulai tanggal pengajuan akreditasi. Persyaratan lain yang wajib diikuti yakni frekuensi penerbitan minimal dua kali dalam setahun secara teratur. Harapannya dalam waktu dekat Al-Ahkam dan jurnal-jurnal lain di Lingkungan IAIN Surakarta segera terakreditasi. (Gie/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta 

Sumber: Fakultas Syariah

Komentar ditutup.