Bg

FEBI IAIN Surakarta Seminar tentang Upaya Mengentaskan Kemiskinan

Diterbitkan tanggal 20 November 2017

SINAR– Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) IAIN Surakarta gelar seminar sosialisasi Jasa Keuangan dan Lembaga Keuangan Syariah, Senin (20/11). Acara yang bertema “Peran Literasi Keuangan dalam Property Reduction” ini bertempat di Graha IAIN Surakarta.

Mengundang narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo Nova Hermawati dan Pimpinan Cabang BRI Syariah Solo Veteran Halomoan Marpaung. Adapun Dosen IAIN Surakarta Rais Sani Muharrami, SEI., MEI bertindak sebagai moderator.

Sebelum pemaparan materi dari para narasumber dimulai, didahului penyerahan beasiswa dari BRI Syariah kepada 20 mahasiswa IAIN Surakarta, yang secara simbolis diterima oleh Wakil Rektor III Dr. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag.

Menurut keterangan H. Dwi Condro Triono,S.P., M.Ag., Ph.D. acara ini merupakan bagian dari rangkaian Islamic Banking Festival (iB-Fest) 2.0 yang akan diadakan selama tiga hari ke depan, 20-22 November 2017. Secara umum, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FEBI, untuk ikut berperan membantu mengentaskan kemiskinan melalui konsep ekonomi syariah disamping memberikan bantuan real berupa pemberian beasiswa kepada mahasiswa. Ia juga berharap acara dapat berjalan lebih baik. “Ini adalah acara tahunan, semoga lebih baik dari tahun kemarin”, terangnya saat memberikan sambutan mewakili Dekan FEBI.

Nova Hermawati menjelaskan tentang berbagai hal tentang OJK, mulai dari pengertian, tugas serta tantangan ke depan. Ia juga menyinggung persoalan ekonomi umat. Dimana, potensi Bank Syariah sangat besar karena mayoritas penduduk di Indonesai adalah muslim. Hanya saya, masih perlu dioptimalkan pemanfaatannya, “Harus ditanamkan keasadaran masyarakat untuk menggunakan Bank Syariah”, terangnya.

Sementara itu, Halomoan memaparkan berbagai peran dan kontribusi BRI Syariah bagi perekonomian Indonesia. Terutama upaya BRI Syariah dalam memberdayakan ekonomi mikro agar masyarakat keluar dari kemiskinan. Ia juga menunggu peran dari peserta agar kelak menjadi pemegang kebijakan di masa yang akan datang. “Teman-temanlah yang 5-10 tahun ke depan yang akan mengadakan perubahan besar bagi negeri ini”, katanya. (Win / Humas Publikasi). #BanggaIAINSurakarta.

Komentar ditutup.