Bg

FEBI Siapkan Sejak Dini SDM Bank Syariah Yang Handal

Diterbitkan tanggal 28 September 2016

SINAR–  Mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidang perbankan syariah menjadi tugas dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Sehingga pada studium general kali ini FEBI Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengambil tema “Link and Match: Institusi Pendidikan dan Industry untuk Meningkatkan Kesiapan Lulusan Memasuki Dunia Kerja” yang digelar di Gedung Graha, Rabu (28/09).

Studium general ini adalah sebagai pembuka perkuliahan semester ganjil yang diikuti oleh seluruh mahasiswa baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Surakarta. Dalam pembukaannya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Abdul Matin bin Salman, Lc., M.Ag., menyampaikan pesan agar mahasiswa baru memantapkan niatnya untuk belajar di IAIN Surakarta. Dia melanjutkan bahwa jangan berniat untuk mencari kerja, tetapi niatkanlah untuk mencari ilmu dan terus ber-fastabiqul khoirot. Sehingga nantinya bisa menjadi pelaku ekonomi (ekonom muslim) yang baik dan mengurangi pelaku ekonomi yang bathil.  

Kemudian sebagai pembicara pada studium general ini, Halomoan Marpaung, S.E., Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Surakarta, menyampaikan bahwa peluang berkarir di bidang perbankan syariah sangat terbuka luas. Itu bisa dilihat dari jumlah kebutuhan SDM yang mencapai 11 ribu per tahun, namun input yang ada baru 4 ribu, jadi ada kekurangan 7 ribu yang bisa diisi. Namun di samping itu ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh perbankan syariah yaitu: 1) pengembangan ekonomi syariah yang masih lebih mengarah pada pola pragmatis yaitu sebatas mengembangkan sistem yang bersifat parsial dan satu aspek saja dalam hal ini aspek lembaga keuangan syariah; 2) kurikulum pendidikan kurang komprehensif sehingga belum bisa menjawab kebutuhan perilaku industri perbankan syariah plus kebutuhan pengembangan ilmu keuangan syariah; dan 3) belum maksimalnya tingkat keseriusan pihak terkait seperti Kemenag RI dan Kemenristek Dikti, Bank Indonesia, otoritas jasa keuangan dan pelaku industri perbankan syariah untuk duduk bersama dan membahas kurikulum standar pendidikan SDM perbankan syariah. Akan tetapi permasalahan tersebut mulai berkurang dengan adanya gerakan perbaikan yaitu dengan adanya pengembangan ekonomi syariah yang diarahkan pada pola ideal, komprehensif dan holistik sebagai agenda jangka panjang, adanya reformasi kurikulum pendidikan yang lebih komprehensif dan meningkatnya keseriusan dan kerjasama dari pihak terkait sebagai contohnya yaitu adanya program magang (on the job training), mini banking, praktisi mengajar dan site visit.  Sebagai penutup Halomoan berpesan agar mahasiswa baru juga harus menempa diri dengan kepribadian dan karakter yang baik selain kepintaran IPK (nilai yang tinggi). (Mun/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.