Bg

Gadged dan Peran Bijak Ibu-Ibu Zaman Now

Diterbitkan tanggal 22 Desember 2017

Refleksi Peringatan Hari Ibu 22 Desember

Oleh : Triningsih, S.IP
(Pustakawan Muda IAIN Surakarta)

#BanggaIAINSurakarta

 

Tanggal 22 Desember adalah Peringatan Hari Ibu. Akhir-akhir ini masyarakat kita diperdengarkan oleh istilah zaman now. Hal tersebut juga melanda kaum ibu-ibu dengan istilah ibu-ibu zaman now ketika selesai mengupload foto terbarunya bersama ibu-ibu yang lain. Terkadang kesibukan ibu-ibu memegang gadged tersebut sampai membuat lupa dengan peran bijaknya sebagai seorang ibu.

Semua aktivitas yang kita lakukan sehari-hari tidak bisa dipisahkan dari teknologi. Karena perkembangannya bergerak sangat cepat yang melingkupi hampir semua kehidupan, setiap detik, setiap menit, sepanjang hari sebagian besar orang sudah bergantung kepada kecanggihan teknologi. Kehadiran gadged di dunia ini merupakan sesuatu yang  tidak bisa kita hindari. Gadged itu seperti candu yang bisa membuat ketagihan.

Gadged adalah suatu perangkat elektronik portable yang memiliki fungsi khusus dan penggunaannya sangat praktis. Selain itu manfaatnya dapat mempermudah pekerjaan maupun sekedar untuk hiburan. Gadged dikategorikan sebagai elektronik portable karena kegunaannya bisa dipakai tanpa harus tersambung terus-menerus kedalam stop kontak yang beraliran listrik.

Dunia digetarkan oleh orang-orang cerdas dan pintar. Orang-orang cerdas Kanada menciptakan BlackBerry Messenger (BBM) sebagai terobosan dalam komunikasi. Amerika melahirkan Facebook, Twitter dan Path dimana penggunaannya sangat banyak serta mendunia. Negeri Sakura Jepang menciptakan Line. Cina melahirkan WeChat. Korea menciptakan Kakao Talk. Dimanakah Indonesia?

Masyarakat sudah diperbudak oleh teknologi dan gadged. Mereka yang mendaftar di akun media sosial menjadikan setiap orang apapun latar belakangnya profesinya dan pendidikannya dapat seketika berubah menjadi seorang wartawan, jaksa, hakim, maupun polisi, bahkan bisa jadi teroris. Tak terbantahkan lagi bahwa gadged juga sudah melanda kaum ibu-ibu yang notabene adalah pencetak generasi bangsa. Tentu saja hal itu sangat mengganggu peran bijaknya dalam mendidik sang penerus estafet kemerdekaan.

 

Peran Ibu Zaman Now

Jika dianalogikan mendidik anak itu seperti mengendarai mobil di tempat yang ekstrim. Dimana disitu ada jurang, jalannya terjal berlubang dan tanpa kejelasan arah. Bila lengah mobil akan masuk jurang atau tersesat, bila terlalu ketat maka tidak akan jalan mobil tersebut. Lalu bagaimana peran seorang ibu? Ditambah lagi dengan adanya kecanggihan gadged seperti sekarang ini. Ada dua hal yang harus dilakukan ibu-ibu zaman now berkaitan dengan peran bijaknya, yaitu :

Menjadi teladan yang baik untuk anak-anak kita. Secara naluri, seorang anak itu akan bercermin pada kepribadian orang tuanya, terutama pada ibunya. Children see, children do. Apa yang anak-anak lihat, itulah yang anak-anak lakukan. Maka ibu harus menjadi role mode atau figur yang baik untuk anak-anaknya.

Meningkatkan pengetahuan dalam mendidik anak. Ibu yang siap melahirkan anak, berarti juga ibu yang siap mendidik anak-anaknya. Seorang ibu harus terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya karena modal rasa kasih sayang saja belumlah cukup untuk mengantarkan anak menjadi pribadi yang baik. Tantangan ibu-ibu di zaman now ini tentunya lebih kompleks jika dibanding 10 atau 20 tahun yang lalu.

Oleh sebab itulah, dalam rangka Peringatan Hari Ibu 22 Desember ini dan mewakili ibu-ibu zaman now, hai para ibu marilah kita renungkanlah kembali peran bijak kita sebagai pencetak generasi bangsa. Jangan sampai kita terlena dengan kelahiran gadged sehingga melenakan kelahiran anak kita sendiri. Manfaatkanlah gadged secara bijak untuk menambah pengetahuan dan keterampilan kita cara mendidik anak. Jangan sampai terjebak memanfaatkan gadged hanya untuk update status, ngerumpi, curhat, chat sana sini. Karena mendidik anak zaman now membutuhkan peran bijak dari ibu-ibu zaman now juga. Semoga…

 

Penulis

Triningsih, S.IP.
Pustakawan Muda IAIN Surakarta

Pustakawan Muda IAIN Surakarta dan Ibu dari dua anak

Komentar ditutup.