Bg

Gandeng Ponpes se-Solo Raya, IAIN Surakarta Berupaya Bebaskan Buta Huruf Hijaiyah

Diterbitkan tanggal 26 Oktober 2016

SINAR – Sesuai dengan visi dan misi IAIN Surakarta agar menjadi Perguruan Tinggi yang unggul dan mandiri, dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, serta pembinaan akhlak karimah maka menyoal tentang pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, IAIN Surakarta berupaya memberikan bekal yang cukup kepada mahasiswanya. Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Al-Qur’an dan Ibadah bagi mahasiswa semester pertama pun dirancang lebih matang, efektif dan efisien.

Untuk mencapai tujuan tersebut, IAIN Surakarta menjalin kerjasama dengan 21 lembaga (baca: Pondok Pesantren/PP) se-Solo Raya. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilaksanakan di gedung rektorat lantai III kampus setempat pada hari Rabu (26/10).

Rektor IAIN Surakarta, Dr. Mudofir menyatakan bahwa ada dua tujuan utama dalam penandatangan MoU. Pertama, untuk meningkatkan kompetensi Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) para mahasiswa yang belum lancar membaca Al-Qur’an atau bahkan belum mengenal huruf hijaiyah. Selain itu, MoU ini penting agar mahasiswa lebih dapat diperhatikan saat proses belajar mengajar. Dengan banyaknya mahasiswa kami yang akan belajar BTA dan Ibadah di PP, maka ini merupakan kesempatan PP sebagai alat promosi dan dikenal masyarakat lebih luas. Kedua, program ini akan menjadi program berkelanjutan selama selama IAIN Surakarta dan Pondok pesantren eksis, kita bisa menjadi mitra dalam membebaskan mahasiswa dari buta huruf hijaiyah.

Berdasar keterangan dari Ketua SKL Al-Qur’an dan Ibadah, Dr. Imam Makruf, terdapat 2921 mahasiswa yang mengikuti proses tes seleksi, 1635 mahasiswa diantaranya belum lolos tes sehingga harus mengikuti program ini. Terdapat 21 PP yang berada di empat kabupaten yang telah menandatangani MoU dengan IAIN Surakarta. Di Sukoharjo ada 10 PP, PP. Darussalam, PP. Al Fattah, PP. Al-Istiqomah, PP. Islam Al-Mukmin, PP. Al-Anisiyah, PP. NU Tahfizul Qur’an Manik Mulya, PP. AL Muayyad Cab. Windan, Yayasan Pemberdayaan Umat Darul Falah, Asrama Putri “Husna”, dan Pondok Tahfidz Syifaul Qur’an. Di Boyolali dan Surakarta, masing-masing hanya ada dua PP, yaitu PP. Jamsaren dan PP. Takmirul Islam di Surakarta dan PP. Terpadu Al Hikam dan PP. Nurul Huda di Boyolali. Terakhir, ada tujuh PP di Klaten yang bekerja sama, yaitu PP. Darunnajah, PP. Dar Al-Muttaqin, PP. Al Manshurin, PP. Mamba’ul Hisan, PP. Al-Muttaqin Pancasila Sakti, PP.Darul Afkar, dan PP. Kyai Ageng Selo. (Yin/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.