Bg

Hebat, Pengajar Bimbel IPA dan Matematika Menjadi Mahasiswa Cumlaude Sarjana Hukum

Diterbitkan tanggal 8 Oktober 2016

ana-latifatuz-zahro-mu-edSINAR-Ana Latifatuz Zahro, mulai hari ini, Sabtu (8/10) telah menjadi alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta dan telah menyandang gelar Sarjana Hukum merupakan wisudawan dengan predikat Cumlaude pada Wisuda Sarjana dan Magister Ke 33 IAIN Surakarta. Ana, panggilan akrabnya menyelesaikan  studi di Jurusan Hukum Ekonomi Syariah selama 3 tahun 10 bulan dengan IPK 3.75.

Putri pertama dari lima bersaudara, pasangan Nurhadi (55) dan Qomariyah (40) menulis tugas akhirnya dengan judul  Analisis Maqosid Syariah terhadap Ketentuan Umum Undang-Undang  No 11 tahun 1992 Tentang Dana Pensiun. Menurut Ana, pada bidang yang ditekuninya telalu banyak penelitian lapangan, sehingga dia memutuskan untuk melakukan model penelitian kualitatif. Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa dana pensiun sangat bermanfaat karena sesuai dengan maqosit syariah yang salah satunya adalah untuk melestarikan keturunan dan lebih menjamin kesejahteraan.

Alumni yang bercita-cita menjadi panitera di pengadilan, saat menjadi mahasiswa sangatlah aktif di organisasi. Ia tercatat sebagai bendahara pada Himpunan Jurusan Mahasiwa (HMJ) Syariah dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas dan sebagai aktifis di organisasi eksternal PMII. Dalam berbagai kesempatan Ana tak melewatkan kesempatan untuk menyalurkan hobi nya sebagai MC di beberapa event.

Disamping kesibukannya kuliah dan berorganisasi, perempuan kelahiran Semarang 21 tahun silam ini, masih menyibukkan diri menjadi tenaga pengajar di sebuah Bimbingan Belajar di Kota Solo cabang Yogyakarta. Di luar yang kita sangka, Ana mengampu mata pelajaran IPA dan Matematika. “Saya ngajar dari semester 1 s.d 8,” terangnya.

Saat ditanya tentang apa yang akan ia kerjakan setelah diwisuda, Ana dengan mantap mengatakan akan menyelesaikan segala administrasi di Solo, lalu merantau ke luar Jawa dan akan berjuang meraih cita-citanya. “Saya akan segera merantau ke luar Jawa untuk mewudkan cita-cita sebagai panitera. Karena di luar Jawa saya memiliki lebih banyak saudara dan koneksi meskipun saat ini orang tua tinggal di Salatiga,” pungkasnya. (Yin/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.