Bg

IAIN Surakarta Adakan Tes Seleksi Dosen Tetap Non PNS

Diterbitkan tanggal 10 Mei 2016

tes-non PNSSINAR – Sebanyak 375 calon dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta akan mengikuti tes seleksi dosen tetap non PNS.  Mereka adalah orang-orang yang dinyatakan lolos administrasi pada Jumat lalu (29/4). Total pelamar adalah 516 orang dan 141 orang dinyatakan gagal berkas dengan berbagai sebab.

Pekan ini, pada hari Selasa dan Rabu mereka akan melaksanakan Tes Potensi Akademik (TPA) sekaligus tes wawasan keislaman di Gedung Laboratorium kampus setempat.  Tes dilaksanakan dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Seratus soal harus dikerjakan oleh para peserta dalam waktu 90 menit, yang terdiri dari 50 soal TPA dan 50 soal wawasan keislaman. Menurut salah satu panitia, Mira, mengatakan bahwa hanya peserta yang berada di passing grade 70 atau lebihlah yang dinyatakan dapat mengikuti tes wawancara.

Dikarenakan keterbatasan jumlah komputer yang tersedia di laboratorium, maka dalam satu hari, tes dibagi menjadi 3 sesi dan akan berlangsung selama dua hari. Namun menurut panitia, pelaksanaan tes seleksi ini tidak ada kendala yang berarti.

Maya (33) seorang pelamar pada  formasi dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berasal dari Sragen menyatakan tertarik untuk menjadi dosen di IAIN Surakarta karena ia melihat kampus ini sedang berkembang dan prospeknya sangat bagus jika dalam waktu dekat akan menjadi UIN.  Selain itu Maya mengatakan bahwa  lokasi IAIN Surakarta yang di Solo ini masih jauh lebih aman dibanding kota yang lain, Yogyakarta, misalnya. Sebelum melamar di IAIN Surakarta, Ibu dengan seorang anak ini sudah pernah mengajar di IKIP PGRI jember dan STIT Madina Sragen.

Selanjutnya, Muhammad Zainuddin (29) seorang alumni IAIN Surakarta berpartisipasi dalam tes seleksi dosen tetap non PNS. Zainuddin yang kini telah menjadi Kepala Sekolah di MTs Al Iman Ngadirejo, Wonogiri juga ingin memberikan kontribusinya kepada almamater. “Saya ingin mengabdikan diri untuk almamater, dimana dulu selama empat tahun saya menimba ilmu. Sekarang kesempatan saya untuk berbagi. Menurut saya, seorang alumni akan diutamakan untuk diterima,” tuturnya dengan penuh keoptimisan. Bapak dari seorang anak ini pun melamar pada formasi dosen PAI. (Yin/ Humas Publikasi)

Komentar ditutup.