Bg

IAIN Surakarta Bagian Dari Kampus Inklusif Dunia-Kick off Meeting & Study Visit atas undangan Universitas Alicante Spanyol.

Diterbitkan tanggal 11 Mei 2017

SINAR- Dalam rangka pengembangan kampus inklusi, IAIN Surakarta telah merintis kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia melalui konsorsium tentang layanan bagi mahasiswa difabel (mahasiswa berkebutuhan khusus).

Melalui proposal yang diajukan oleh konsorsium ke Erasmus sejak awal tahun 2015, kerjasama ini mendapat apresiasi penuh dari Uni Eropa dengan memberikan bantuan untuk mendirikan pusat studi dan layanan disabilitas bagi mahasiswa berkebutuhan khusus di kampus  indonesia melalui Program INDOEDUC4ALL Erasmus+. Program dengan jangka waktu 3 tahun tersebut melibatkan 3 universitas partner di eropa (University of Alicante Spanyol, University of Piraeus Research Center Yunani, dan Glasgow Caledonian University UK) dan 6 universitas di Indonesia (UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, IAIN Surakarta, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin) serta LSM Sasana Integrasi dan Advokasi Difabel (Sigab) Indonesia. Untuk mengawali program tersebut, University of Alicante (UA), sebagai project leader telah mengundang seluruh university partners dalam kegiatan Kick-off Meeting (KoM) yang diselenggarakan di University of Alicante Spain pada tanggal 8-11 Mei 2017. KoM dihadiri oleh 3 universitas partner dari Eropa dan 6 universitas partner dari Indonesia.

Delegasi IAIN Surakarta diwakili oleh Dr. Abdul Matin bin Salman (Wakil Rektor 1), Hery Setiyatna, M.Pd (Project coordinator for IAIN Surakarta) dan Wildan Mahir Muttaqin, MA TESL (Administrative coordinator for IAIN Surakarta).  Kegiatan yang berlangsung selama 4 hari tersebut menghasilkan beberapa output antara lain: (1) Teknis menjalankan program Indoeduc4all, (2)  memberikan pemahaman menyeluruh tentang program melalui Diklat,  (3)  mendiskusikan tentang paket pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing partner, serta (4) Teknis pendirian dan pengembangan unit layanan difabel dan (5) Identifikasi untuk pemenuhan  sarana pendukung kampus inklusi  universitas partner di Indonesia. Kegiatan dilanjutkan dengan study visit ke Student Support Centre Model di Universitas Alicante yang bertujuan untuk memberikan pemahaman intensif tentang layanan disabilitas di kampus tersebut dan mengadopsi bentuk- bentuk layanan tersebut untuk diterapkan di Indonesia. (Gie/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.