Bg

IAIN Surakarta Kuatkan Strategi Pengembangan Kerjasama Perguruan Tinggi

Diterbitkan tanggal 3 November 2015

SINAR – Mitra kerjasama yang banyak adalah bagian yang sangat penting bagi perguruan tinggi khususnya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta yang baru 4 tahun ini beralih status dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN). Oleh karena itu bagian sub bagian Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama IAIN Surakarta menggelar workshop pengembangan kerjasama perguruan tinggi dengan tema “Strategi Pengembangan Kerjasama Perguruan Tinggi Dalam Rangka Penguatan Lembaga IAIN Surakarta” Kamis (29/10).

kemahasiswaanAcara ini dibuka oleh Wakil Rektor bidang kemahasiswaan dan kerjasama Drs. Yusup Rohmadi, M.Hum dan dihadiri 30 peserta dari pejabat struktural yang ada di IAIN Surakarta. Yusup menyampaikan bahwa ide dari adanya kegiatan ini adalah perubahan status lembaga yang awalnya berupa STAIN sekarang menjadi IAIN. Perubahan ini tentu saja memberikan konsekuensi yang lebih dalam hal jaringan dan kerjasama yang harus dibangun. Di usianya yang baru 4 tahun, sebenarnya IAIN Surakarta telah melakukan berbagai kerjasama baik dengan lembaga dari dalam negeri maupun luar negeri. Akan tetapi Memorandum of Understanding (MoU), yang telah dibuat belum bisa ditindaklanjuti secara maksimal. Sehingga diperlukan strategi-strategi yang pas, dalam mnindaklanjuti suatu kerjasama. Dengan adanya workshop ini harapan kedepannya akan terjadi jalinan kerjasama-kerjasama baru yang pelaksanannya maksimal demi kemajuan lembaga.

Strategi untuk menjalin kerjasama pada perguruan tinggi secara garis besar dapat dicapai dengan dua cara, yaitu formal dan informal. Kerjasama lembaga tidak selalu diawali dengan kunjungan resmi dan permintaan atau proposal resmi, kadang kerjasama bisa timbul karena kedekatan personal atau hubungan pertemanan. Jadi strategi dalam menjalin kerjasama sangatlah banyak sekali. Itu penjelasan dari Dr. H. Uril Bahrudin, M.A kepala pusat kerjasama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang ketika menjadi narasumber acara ini.

Selanjutnya narasumber kedua H. Syahiduz Zaman, M.Kom dari UIN Malang menyampaikan bahwa pada dasarnya kerjasama adalah alat untuk mengembangkan dan meningkatkan daya saing perguruan tinggi. Sekaligus juga menguatkan pencitraan dan mutu perguruan tinggi sehingga semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat. Kerjasama juga harus mengacu pada prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggungjawab, independensi dan keadilan. Yang semuanya mengacu kepada rencana strategis dan statuta perguruan tinggi. Begitulah pesan dari dua narasumber dalam workshop ini. (Humas dan Publikasi)

Komentar ditutup.