Bg

Juliatmono: KKN IAIN Surakarta Bawa Kesejukan Islam dan Berdayakan Potensi Lokal di Karanganyar

Diterbitkan tanggal 6 Agustus 2018

SINAR- Senin (6/8). Bupati Karanganyar Drs. Juliyatmono, MM. memberikan apresiasi kepada para mahasiswa Institut Agama Islam negeri (IAIN) Surakarta yang baru saja menyelesaikan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar. Dalam acara penarikan mahasiswa KKN IAIN Surakarta di Gedung Dharma Wanita Karanganyar, di hadapan 2000 lebih mahasiswa beliau menyampaikan terimakasih dan sangat senang dengan kehadiran KKN IAIN Surakarta di Karanganyar. “Mahasiswa IAIN Surakarta memberikan angin segar bagi masyarakat Karanganyar, membawa kesejukan Islam yang indah dan tidak menakutkan bagi siapapun, cinta bangsa, mengamalkan nilai-nilai pancasila,” ujarnya.

Menurut Juliatmono program KKN IAIN Surakarta telah banyak membantu warga Karanganyar dalam menggali dan mengembangkan potensi-potensi lokal. Beliau berharap tahun depan program KKN IAIN Surakarta kembali ke Karanganyar lagi. “Saya harap IAIN Surakarta kembali ke Karanganyar lagi, saya mengundang agar KKN tahun depan ke sini (Karanganyar) lagi,” pintanya.

Sementara itu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag., M.Ag., dalam sambutannya juga menyampaikan terimakasih secara khusus kepada Bupati Karangayar dan seluruh warga Karanganyar yang telah menerima mahasiswa KKN IAIN Surakarta. Beliau yakin kerjasama ini bisa menjadi awalan yang bagus. “Ini merupakan awalan yang bagus bagi IAIN Surakarta dan Kabupaten Karanganyar dalam menjalin kerjasama, semoga terjalin kerjasama yang lebih baik di waktu yang akan datang,” ujarnya. Salah satu kerjasama yang sedang digagas antara kedua pihak adalah rencana hibah tanah seluas 10 Ha dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar kepada IAIN Surakarta yang berlokasi di Jumapolo. “Tadi saat ngobrol-ngobrol Beliau (Bupati Karanganyar) meminta kepada saya, IAIN Surakarta, untuk segera menindak lanjuti tawaran hibah tanah seluas 10 Ha di Jumapolo,” jelasnya.

Wakil Rektor III juga menyampaikan bahwa KKN tahun ini memang lebih bagus dari sebelumnya. Dengan tema besar “Transformatif Berbasis Masjid” para mahasiswa peserta KKN bersama warga Karanganyar berhasil membuat program-program yang bagus dan berkelanjutan. “Saya sangat senang dan bangga mahasiswa berhasil menghidupkan Badko (Badan Kordinasi) TPA di beberapa desa, menghasilkan produk UMKM berbasis kekayan lokal, membantu pemasaran produk lokal, dan membranding beberapa desa menjadi desa wisata,” paparnya.

Selama satu bulan menjalankan KKN, mahasiswa IAIN Surakarta memang berhasil membuat berbagai inovasi di lokasi masing-masing. Inovasi yang dilakukan berbasis kearifan lokal yaitu dengan mengoptimalkan potensi-potensi yang dimiliki daerah setempat. Produk-produk yang telah berhasil dibuat yaitu: kripik bonggol pisang, kripik talas, kue bolu dari ketela, jus dan stik jambu. Yang lain lagi ada yang berinovasi dengan memanfaatkan kain perca dan kerajinan flannel sampai pembuatan pupuk kompos.

Selain itu mengingat Kabupaten Karanganyar juga memiliki cukup banyak destinasi wisata, para mahasiswa juga membantu mengembangkan potensi wisata di lokasi KKN masing-masing dengan membuat video profil desa. Dengan video profil desa ini bisa meningkatkan promosi wisata di desa tersebut sehingga bisa menjadi desa destinasi wisata. Berbagai aneka produk inovasi karya mahasiswa KKN IAIN Surakarta ini dipajang di deretan stand yang telah disiapkan panitia. (JnR/Humas Publikasi)#banggaiainsurakarta

Komentar ditutup.