Bg

KEBAYA Tante KARTINI, THINK OUT OF THE BOX….

Diterbitkan tanggal 20 April 2016

Parade kebaya Kartini setidaknya dimulai dari 2 Mei 1964 – 21 April 1879 – 21 April 2016, karena kegigihannya merealisasikan ide-ide cemerlang terkait emansipasi wanita dan pendidikan. R.A Kartini lahir dari keluarga bangsawan di Jepara, 21 April 1879 yang masih taat adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar,  ia dipingit dan tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah.

Tiada hari tanpa membaca, untuk menghilangkan kesedihannya karena tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah, ia banyak membaca buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya di taman rumah sambil ditemani simbok (pembantunya). Melalui buku inilah, Kartini tertarik dengan kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia).

Timbul keinginannya memajukan wanita Indonesia, dimulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Tak berapa lama ia menulis surat kepada Mr. J.H Abendanon, memohon diberikan beasiswa untuk belajar di Belanda. Namun ia tidak dapat memanfaatkan beasiswa tersebut karena dinikahkan dengan Raden Adipati Joyodiningrat.

Beruntung, suaminya mengerti keinginan Kartini sehingga member kebebasan dan mendukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kabupaten Rembang. Tanggal 13 September 1904, Kartini melahirkan anak pertama dan terakhirnya yang diberi nama Soesalit Djojoadiningrat. Beberapa hari kemudian, tanggal 17 September 1904, Kartini meinggal dunia pada usia 25 tahun dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang[1].

Sebagai satu dari sekian banyak pejuang  wanita di Indonesia, ternyata tante Kartini ini sangat hebat. Ia adalah sosok yang bisa think out of the box, do out of the pattern. Sosok yang sangat cerdas, mampu merasa janggal dengan dengan keadaan yang dirasa nyaman-nyaman saja dengan mempergunakan otaknya secara maksimal untuk mencari solusinya[2].

Lantas, apa keterkaitannya dengan parade kebaya yang digelar untuk perayaan-perayaan hari Kartini dari masa lalu hingga masa kini?

kebaya

Contoh Kebaya

Sumber: http://nasyiah-berunna.blogspot.co.id/2010/05/show-up.html

Kebaya model R.A Kartini termasuk kebaya khas Jawa Tengah, masih sangat menganut adat-istiadat orang Jawa. Kebayanya dibuat dari berbagai jenis bahan katun, baik yang polos satu warna atau broklat yang berbunga atau bersulam, menggunakan stagen sebagai ikat pinggang. Biasanya, baju kebaya diberi tambahan bahan berbentuk persegi panjang di bagian depan yangberfungsi sebagai penyambung (kuthubaru)[3].

Kebaya menyimpan filosofi  yang mengandung nilai-nilai kehidupan. Lebih dari sekedar pakaian, bentuknya yang sederhana bisa dikatakan sebagai wujud kesederhanaan. Nilai filosofi kebaya adalah kepatuhan, kehalusan, dan tindak tanduk wanita yang harus serba lembut. Kebaya selali didentikkan dengan jarik atau kain yang membebat tubuh.

Kain yang membebat tubuh tersebut secara langsung akan membuat siapapun wanita yang mengenakannya kesulitan untuk bergerak dengan cepat sehingga wanita Jawa identik dengan pribadi yang lemah gemulai. Potongan kebaya yang mengikuti bentuk tubuh membuat wanita yang memakainya harus bisa menyesuaikan dan menjaga diri. Setagen sebagai ikat pinggang, bentuknya yang panjang memiliki nilai-nilai filosofi luhur, merupakan symbol agar bersabar “dowo ususe”[4].

Dulu, Tante R.A Kartini dengan pakaian kebaya yang kurang memberi kebebasan bergerak, mampu membebaskan ide-idenya yang cerdas dan luar biasanya. Bagaimana dengan Tante/Mbak/Dik Kartini masa kini? Apakah dengan pakaian yang didesain untuk lebih memberi kebebasan geraknya seperti gamis/rok/celana bahkan jeans yang lebih maskulin dapat lebih membuka wawasan dan keberanian kaum kartini masa kini untuk membebaskan ide-ide cemerlangnya? Kalau tidak, tentu perlu diadakan perayaan hari Kartini dengan berkebaya ria….. Namun perlu diingat, bukan pada fashion kebayanya tetapi pada target Perubahan Mindset tante/mbak/dik Kartini masa kini: Think out ouf the box, do out of the pattern…..banyak membaca, banyak berkarya, jangan dieman-eman emansipasinya sist….

Semoga bermanfaat…

Wallahu a’lam bish-shawabi….

Catatan Kaki:

[1] http://variezandrea.blogspot.co.id/2015/04/siapa-sih-sebenarnya-ra-kartini-itu.html, diakses pada senin, 18 april 2016 jam 09.0 wib

[2] http://anaksawahmainkekota.blogspot.co.id/2010/04/kenapa-harus-karnaval-kebaya-pada-hari.html, diakses pada senin, 18 april 2016 jam 09.08 wib.

[3] http://serba-serbi-dunia-fashion.weebly.com/mengenal-sejarah-kebaya.html

[4] Ibid

Penulis

Muslimah Susilayati
Staf IAIN Surakarta

Komentar ditutup.