Bg

Lebih Dekat dengan Sejarah Kesehatan, Mahasiswa dan Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Mengikuti Program Internasional Summer School UGM 2021

Diterbitkan tanggal 25 Agustus 2021

SINAR- Seorang dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta dan Rina Mutoharoh Mahasiswa SPI semester 5, menjadi bagian dari 3rd Internasional Summer School UGM 2021 dengan tema “Resilience Disease and Control Transmissible Disease and the Rise of Modern Society” yang diselenggarakan oleh Departemen Sejarah Universitas Gajah Mada secara daring, sejak tanggal 2 Agustus – 22 Agustus 2021.

Program tersebut diikuti oleh 53 peserta dari 13 negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, Australia, Indonesia, Perancis, Amerika Serikat, dll  yang sebelumnya telah lolos dari tahap seleksi. Para peserta mendapatkan kuliah dari para Profesor dari berbagai kampus di belahan dunia, serta para pakar yang ahli dalam bidangnya. Dalam program tersebut, ada 20 macam materi perkuliahan yang disampaikan oleh pengajar terutama tentang sejarah kesehatan seperti “Sciences and Disease in Ned-Indies” yang disampaikan oleh Dr. Luthfi Adam dari Nortwestern University, atau “Art and Pandemic in Southeast Asia” oleh Dr. Sadiah Bounstra dari Melbourne University dan lain sebagainya.


Mahasiswa dan Dosen Sejarah Peradaban Islam UIN Raden Mas Said Surakarta Mengikuti Program 3rd Internasional Summer School UGM 2021

Diluar perkuliahan utama, para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan tugas berupa mini riset yang nantinya akan dipresentasikan dalam jadwal yang sudah ditentukan. Dalam kesempatan tersebut, Rina Mutoharoh, berada dikelompok 4 bersama para peserta lain dari Filipina, Singapura, Vietnam, dan Indonesia.  Pada tanggal 20 Agustus 2021, adalah jadwal kelompok 4 untuk melakukan presentasi dari hasil kerja kelompok mereka. Rina dan tim dari kelompok empat, mempresentasikan topik dengan judul “The Role of Geography in Indonesian and Singaporean Governence during Covid-19 Pandemic”. Sedangkan Martina Safitry yang tergabung di kelompok 6, mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka yang berjudul “The Existence of Traditional Medicine in Covid-19 Pandemic (Study Case in South East Asia)”. Pada sesi penutupan kegiatan tanggal 22 Agustus diumumkan bahwa presentasi kelompok terbaik berasal dari kelompok  6.

Adanya program Summer School kali ini, diharapkan dapat menjadi sebuah wadah kolaborasi untuk melakukan penelitian terhadap isu – isu terkini di seluruh dunia. Seperti yang disampaikan oleh Bapak I Made Andi Arsana sebagai ketua Office of International Affairs UGM, bahwa tema ­Summer School tetang Pandemic dan Dissease sangat relevan dengan keadaan saat ini, dimana pandemi COVID-19 masih merajalela di berbagai kawasan di dunia. Selain itu, program ini juga diharapkan menjadi sarana untuk membangun jaringan dan komunikasi dengan bermacam-macam orang yang berbeda latar belakang dan berbeda negara. (Nughy/ Humas Publikasi)

Komentar ditutup.