Bg

Menangkap Peluang Keuangan Syariah Melalui Seminar Nasional Akuntansi Syariah

Diterbitkan tanggal 15 November 2018

SINAR- Kamis (15/11) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Syariah (AKS) IAIN Surakarta menggelar seminar nasional bertajuk “Syaria Accounting: Policies, Challenge and It’s Opportunites in 4th Industrial Revolution” di Gedung Graha IAIN Surakarta. Ini merupakan rangkaian acara dari gelaran ASPHA 1.0 (Akuntansi Syariah Punya Hajat) 2018. Seminar yang dimoderatori oleh Usnan, S.E., M.Si ini menghadirkan dua narasumber, yakni Suwarno, M.Ak., Ak., C.A., CIBA (Kepala Bidang 5 Ikatan Akuntan Indonesia Surakarta) dan Retnia Wulandari (Otoritas Jasa Keuangan Surakarta).

Dalam sambutannya, Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr.Awan Kostrad Diharto, S.E., M.Ag menyambut dengan gembira digelarnya seminar ini. Menurutnya, di era Revolusi Industri 4.0 ini semua pekerjaan harus mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. “Dahulu, akuntansi dikerjakan secara manual, sekarang menggunakan aplikasi akuntansi. Oleh karena itu, para mahasiswa Akuntansi Syariah IAIN Surakarta harus mampu bersaing di era digital ini, jika tidak ingin pekerjaannya digantikan oleh mesin ataupun aplikasi,” tegasnya.

Sementara itu, dalam paparannya Suwarno, M.Ak., Ak., C.A., CIBA mengatakan bahwa Revolusi Industri 4.0 merupakan tantangan sekaligus peluang bagi semua orang, tak terkecuali para akuntan. “Khusus bagi pelaku ekonomi syariah di Indonesia, peluangnya masih sangat terbuka lebar karena mayoritas penduduknya adalah muslim,” imbuhnya. Setali tiga uang, Retnia Wulandari mengatakan bahwa keuangan syariah di Indonesia belum benar-benar digarap. “Data di OJK menunjukkan bahwa sektor keuangan syariah di Indonesia baru mencapai 8,58 % dan sisanya masih digarap oleh sektor keuangan konvensional. Sedangkan total aset keuangan syariah per September 2018 mencapai Rp. 1.265,97 Triliun atau USD 84,80 Miliar,” paparnya. Kedua narasumber sepakat, bahwa peluang bagi mahasiswa akuntansi syariah IAIN Surakarta untuk mengembangkan bahkan menjadi pelopor pengembangan keuangan syariah di Indonesia masih sangat terbuka lebar.” (AR/ Humas Publikasi) #banggaIAINSurakarta #suksesAPT-A

Komentar ditutup.