Bg

Menegakkan Kedaulatan Energi di NKRI

Diterbitkan tanggal 4 Maret 2017

SINAR- Keluar dari cangkangnya, Lembaga Pendidikan Profesi dan Kewirausahaan (LP2K)-IAIN Surakarta  bekerjasama dengan Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) gelar seminar dengan tema “Menegakkan kedaulatan energi di NKRI”. Tema semacam ini belum pernah dibahas sebagai bahan kajian pendidikan di IAIN Surakarta, namun hal ini dirasa sangat penting, melihat perkembangan politik Indonesia belakangan ini.

Isu tentang energi menjadi trending topic dalam wacana keberlanjutan sebuah bangsa. Dikatakan bangsa yang besar adalah bangsa yang menguasai pasokan energi. LP2K IAIN Surkarta mendatangkan. Faisal Batubara atau dikenal sebagai Faisal Basri sebagai keynote speaker dan narasumber utama dalam seminar tersebut. Perbaikan total manajemen energi di negeri ini menjadi tema yang diangkat oleh Faisal. Di Aula Pascasarjana IAIN Surakarta, Sabtu (4/3) menjadi saksi diskusi yang menarik antara Rektor IAIN Surakarta (Dr. H. Mudofir, M.Pd), Dosen Universitas Indonesia (Faisal Basri, M.A) dan tokoh-tokoh NU seperti Kyai Muhammad Najib, Kyai Muhammad Qowim dan lain sebagainya. Mendatangkan pula berbagai elemen masyarakat seperti mahasiswa dan organisasi mahasiswa, dan organisasi masyarakat lainnya.

Dalam statetment ditegaskan oleh Faisal Basri bahwa Indonesia adalah Negara yang berdaulat. Termasuk dalam pengelolaan energi dan kekayaan Negara. Sedangkan Dr. Mudofir menyampaikan hal semacam ini harus menjadi kesadaran bersama bukan hanya pengamat ekonomi melainkan IAIN Surakarta sebagai bagian dari masyarakat juga harus melek energi.

Dimoderatori oleh Sulhani Hermawan, M.Ag (Dosen IAIN Surakarta) dan Muhammad Qowim (Tokoh NU), seminar tersebut membuka cakrawala para peserta. Melek energi adalah sebuah keniscayaan ditengah krisis ekonomi seperti ini. “Kenapa Tarif Dasar Listrik selalu naik, harga BBM selalu tinggi sehingga memicu kegaduhan dalam berbangsa?”. Dengan produksi seperti sekarang ini Indonesia akan kehabisan minyak 12 tahun ke depan”, Ungkap data Faisal. Untuk itu, ingatlah pesan Nabi Yusuf as dalam mengelola sumber daya kekayaan alam harus bisa menyisihkan untuk masa depan”, tuturnya. (Gie/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.