Bg

Mengawali Tahun Anggaran Baru, LP2M Gelar Penyusunan Pedoman Publikasi Ilmiah 2020

Diterbitkan tanggal 3 Januari 2020

SINAR- Guna menumbuhkan dan meningkatkan kualitas riset dan publikasi di IAIN Surakarta, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IAIN Surakarta memulai kegiatan FGD penyusunan pedoman publikasi ilmiah di tahun 2020 tepat setelah penyerahan POK-RKAKL. Hal ini disampaikan oleh ketua LP2M Dr. Zainal Abbas, M.Ag. dalam sambutannya di hotel Amrani Solo.

Sementara itu, Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir, M.Ag mengatakan bahwa peningkatan riset dan publikasi di lingkungan IAIN Surakarta mendesak untuk segera dilaksanakan. Hal ini sekaligus dalam rangka mendukung human development index masyarakat Indonesia yang sediki tertinggal di bawah Vietnam dan Singapura.

Hadir sebagai Narasumber dalam kegiatan ini Prof. Dr. Phil, Asfa Widiyanto guru besar sekaligus direktur Pascasarjana IAIN Salatiga dan juga Azhar Ibrahim, Ph.D. dari National University of Singapura. Dalam kesempatan ini, Prof. Asfa mengatakan bahwa tugas utama dosen adalah melakukan penelitian dan memproduksi pengetahuan, sedangkan mengajar adalah efek samping dari hasil belajar yang kita lakukan. Sebagai warga PTKIN, kita punya keunggulan di bidang pengkajian turats Islam dan Jawa. Tentu saja itu yang membedakan antara kajian yang dilakukan warga PTKIN dengan peneliti dari Universitas Umum.

Sementara itu, Azhar Ibrahim mengingatkan bahwa sebagai seorang peneliti, kita harus sadar untuk apa meneliti dan untuk siapa. Sebab, jika tujuan meneliti hanya untuk membuat laporan dan mendapatkan uang, maka seseorang tidak akan dianggap sebagai seorang “academic excellence”. Untuk mencapai itu, dibutuhkan etos untuk melakukan dan merubah sesuatu. Azhar juga mengingatkan bahwa penulis-penulis yang ada di Indonesia itu banyak sekali yang melakukan riset secara mendalam, seperti Nur Kholis Madjid, Muslim Abdurrahman, maka kita perlu membandingkannya dengan kajian orientalis tentang Indonesia. Kajian-kajian yang dilakukan oleh para orientalis harus juga kita kritisi.

Sesi kedua dalam kegiatan ini, dilakukan untuk merumuskan tiga hal penting yang akan menjadi bahan buku panduang dan pedoman publikasi ilmiah ke depan. Tiga hal itu yakni; 1. Jenis riset 2) jenis publikasi 3) etika riset dan publikasi. Dalam hal ini, masukan-masukan dari semua peserta akan menjadi masukan penting dalam perumusan panduan ini. (Gie/ Humas Publikasi)

Sumber: LP2M

Komentar ditutup.