Bg

Menggali Nilai – Nilai Islam dalam Tembang Dolanan Jawa

Diterbitkan tanggal 27 Oktober 2015

SINAR– Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta gelar seminar Bahasa dan Budaya dengan tema “Sinkretisme Islam dan Budaya Jawa” yang dilaksanakan di aula Gedung Pascasarjana, Senin (26/10). Acara ini dihadiri oleh dosen-dosen baik dari dalam maupun luar IAIN Surakarta, mahasiswa dan juga para pemerhati Islam dan budaya Jawa di Surakarta.

IMG_2001Islam sebagai agama yang memiliki nilai-nilai yang luhur, akan selalu mempengaruhi budaya yang ada di tempat dimana Islam itu tumbuh dan berkembang. Nilai-nilai luhur tersebut akan merasuk ke dalam budaya baik secara jelas maupun dalam bentuk kiasan (makna-makna yang tersembunyi). Hal ini pun terjadi di dalam kebudayaan Jawa. Nilai-nilai Islami begitu kental terlihat di dalam tembang dolanan Jawa. Hal inilah yang dikupas dalam seminar ini. Menegaskan juga ketua panitia acara ini, Abdul Ghofur, M. Ag. bahwa jangan selalu diartikan negatif dan bukan Islami ketika ada budaya-budaya Islam jawa yang dipraktekkan oleh masyarakat. Tapi harus dilihat dulu filosofi dan nilai-nilai apa yang terkandung di dalamnya.

Untuk itu hadir dalam acara ini tiga narasumber yaitu: Dr. Mudofir M.Pd (Rektor IAIN Surakarta) dan juga Dr. Syamsul Bakri, M.Ag (Dosen sejarah Kebudayaan Islam IAIN Surakarta), yang telah lama berkecimpung dan mengkaji mengenai sinkretisme Islam dan budaya jawa. Syamsul menyajikan makalahnya yang berjudul “Kebudayaan Islam Bercorak Jawa (Adaptasi Islam dalam Kebudayaan Jawa)”, sedangkan narasumber yang ketiga adalah Drs. Abdullah Faishol, M.Hum dengan makalahnya “Ungkapan Metafora Jawa Sebagai Penanaman Nilai-Nilai Islam”, yang membahasa mengenai metafora bahasa yang ada dalam tembang-tembang jawa yang sudah dikenal sebagai karya warisan dari para Wali Songo. Tembang-tembang sarat makna itu seperti Lir-ilir dan Gundhul-Gundhul Pacul digunakan sebagai media penyebar agama Islam pada masa itu, sehingga masyarakat jawa sekarang mayoritas memeluk agama Islam.

Acara ini sendiri dipandu oleh Anas Aijudin, M.Hum selaku moderator pada sesi pertama. Sedangkan sesi kedua yaitu peluncuran buku Islam dan Budaya Jawa yang dipandu oleh Mibtadin Anis, M.Si. Buku yang membahasa mengenai kebudayaan Islam yang bercorak Jawa, serta tradisi-tradisi Islam Jawa yang banyak dilakukan oleh masyarakat, dilihat dari filosofinya, dasar-dasar dalil pijakannya serta transformasinya dari waktu-kewaktu. (Humas dan Publikasi)

Komentar ditutup.