Bg

Mengisi Kemerdekaan Melalui Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Islam, Wisuda Ke-47, Terakhir IAIN Surakarta Sebelum Resmi Menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta

Diterbitkan tanggal 24 Agustus 2021

SINAR- 612 Sarjana dan Magister IAIN Surakarta telah resmi diwisuda pada Selasa (23/8). Dengan mengambil tema Mengisi Kemerdekaan Melalui Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi Islam, jumlah wisudawan Sarjana dan Magister ke-47 IAIN Surakarta Tahun 2021 sebanyak 612 wisudawan, yang terdiri atas Pascasarjana/Magister (S.2) sejumlah 14 orang dan Program Sarjana (S.1) sejumlah 598 orang ungkap Ketua Panitia Wisuda ke-47 Dr. Imam Makruf, S.Ag., M.Pd dalam laporannya.  Bertempat di Gedung Graha IAIN Surakarta, prosesi Wisuda ke-47 kali ini hanya diikuti oleh satu perwakilan dari tiap fakultas (5 orang) dan pascasarjana (1 orang ) serta 3 wisudawan/wati tahfidz Al Quran 30 juz dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain perwakilan tersebut, mengikuti prosesi wisuda secara online sesuai dengan aturan dan kebijakan pemerintah yang masih dalam masa PPKM level 4.

Sementara itu Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan  wisuda kali ini juga dilaksanakan berbarengan dengan suasana Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-76. Salah satu mensyukuri Kemerdekaan adalah dengan berkontribusi pada bidang masing-masing yang dalam konteks UIN Raden Mas Said Surakarta adalah melalui penyediakan program-program Pendidikan yang berkualitas.

Alih status ke UIN, karena itu, menjadi momentum emas untuk berkontribusi lebih baik lagi kepada bangsa melalui penyelenggaraan program studi-program studi umum yang berintegrasi dan berinterkoneksi dengan program studi-program studi Islam. Kapasitas lembaga yang lebih besar, tentu saja, menuntut kerja keras dan tanggung jawab besar untuk memenuhi tujuan-tujuan pendidikan. Ada peluang dan tantangan yang perlu diantisipasi dan ini mendorong respons-respons akurat dari lembaga agar selalu relevan dengan kebutuhan-kebutuhan bangsa yang terus berubah, ungkapnya. lebih lanjut beliau menjelaskan ada empat bidang yang terus-menerus berupaya ditingkatkan.

Empat bidang itu meliputi: tata kelola yang bermutu; sumber daya manusia yang bermutu; pengajaran, penelitian, dan publikasi yang bermutu; serta program-program kegiatan kemahasiswaan yang bermutu. Empat bidang tersebut adalah pilar Kampus yang sangat penting dan menentukan kelangsungan trust masyarakat Pendidikan dan relevansi dengan tuntutan-tuntutan masyarakat modern. Ukuran-ukuran bermutu, tentu saja, dikaitkan dengan peta jalan pembangunan nasional di bidang Pendidikan Tinggi sesuai dengan perubahan-perubahan lingkungan nasional, regional, dan internasional, paparnya. (Zat/ Humas Publikasi)

Komentar ditutup.