Bg

Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Arah Penelitian Yang Resposif Terhadap Isu-Isu Gender

Diterbitkan tanggal 29 Oktober 2019

SINAR- LP2M IAIN Surakarta menyelenggarakan workshop penelitian berbasis gender. Selain itu, kegiatan ini diselenggarakan untuk memetakan arah dan model-model studi gender yang sudah dilakukan baik pada level nasional dan international. Hal ini deijelaskan oleh Dr. Zainul Abbas, M.Ag, selaku ketua LP2M.

Guna mencapai tujuan tersebut, Dr. Zainul Abbas, M.Ag dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini akan dibreakdown ke dalam beberapa tahapan, di antaranya yaitu di awal sesi acara ini didesain untuk diskusi aktif dalam rangka bersama-sama mencermati dan merumuskan kebijakan serta program penelitian yang singkron dengan agenda riset keagamaan khususnya dalam pengembangan isu-isu gender. Sesi selanjutnya akan lebih pada penguatan penganggaran, hasil akhir seperti publikasi dan juga pemetaan penelitian gender yang sudah dilakukan. Sehingga hasil dari workshop gender ini akan menghasilkan sesuatu yang bisa ditindaklanjuti pada tataran praktis ke depan.

Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa tema-tema penelitian ke depan harus diarahkan isu-isu gender sebagai salah satu komitmen IAIN Surakarta dalam pemberdayaan perempuan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk meneguhkan fungsi Pendidikan yang bertujuan untuk memanusiakan manusia. Melalui pemberdayaan wanita sebagai pendidik dari anak-anaknya, maka ke depan generasi penerus menjadi semakin berkualitas. Hal ini tentu saja sejalan dengan upaya penguatan sumber daya manusia unggul untuk mendukung visi pemerintah menjadi Indonesia maju dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusianya.

Mengawali sesi materi pertama, Dr. Imam Makruf, M.Pd selaku Wakil Rektor I sekaligus narasumber kegiatan ini menyampaikan rencana strategis IAIN Surakarta dalam beberapa tahun ke depan. Beliau menyampaikan bahwa pada tahun 2020 IAIN Surakarta harus siap menuju alih status menjadi UIN Surakarta, minimal kesiapan dokumen dan pra-syarat yang diperlukan untuk itu. Hal ini tentu saja diperlukan adanya sinergi antar berbagai elemen dan pemangku kebijakan di IAIN Surakarta.

Dalam bidang penelitian, kedepan perlu adanya digitalisasi dan pemanfaatan sumber teknologi. Sehingga siapapun bisa dengan mudah mengakses data yang diperlukan terkait dengan database penelitian dan pengabdian. Selain itu, IAIN Surakarta juga perlu melembagakan core values yang telah disepakati Bersama. Core values inilah yang akan dikejewantahkan dalam setiap aktifitas kampus.

Dr. Zainul Abas menambahkan dalam pemaparan materinya, bahwa ke depan penelitian-penelitian yang dirumuskan harus terintegrasi dengan agenda riset keagamaan yang dicanangkan oleh kementerian agama, khususnya penelitian tentang gender. Sehingga ke depan, kualitas dan kuantitas penelitian dan publikasi yang digawangi oleh LP2M IAIN Surakarta semakin membaik. (Gie/ Humas Publikasi)

Sumber: LP2M

Komentar ditutup.