Bg

Menyabet Gelar Best Art Perfomance di Jambore Pemuda Solo

Diterbitkan tanggal 26 Oktober 2019

SINAR- Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam IAIN Surakarta berhasil menyabet gelar Juara 1 Best Art Perfomance di ajang Jambore Pemuda Solo. Mereka adalah Rafi Fatih Tsauri dan Mokhammad Fadhil Musyafa’ dari semester tujuh dan semester lima. Dalam kesempatan acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Kota Solo, kedua mahasiswa tersebut mempersembahkan drama kolosal bertajuk sejarah perjuangan yang menggambarkan semangat juang pribumi dalam melawan koloni.

Video bisa dilihat di link berikut: https://youtu.be/Xti5jf8N6Dw

Dalam eksekusinya, kedua mahasiswa SPI ini bersinergi dengan instansi lain, seperti; komunitas SIBAT (Siaga Bencana Masyarakat), GEMPITA (Gerakan Pemuda Peduli Kesehatan Surakarta), UTP, STMIK Sinus, Kwarcab (yang diwakili SMA N 7), SEMA-I IAIN Surakarta, Dista-FM, dan KTI (Karang Taruna Indonesia) Joyosuran, yang terpadu dalam satu regu bernama Brigjen Slamet Riyadi. Hiruk pikuk perlawanan kepada  kolonial sukses mereka visualisasikan dengan apik dan didukung oleh instrumen yang mengiringinya. Apresiasi silih berganti menggema memenuhi lapangan utama Balai Kota Surakarta. Mulai dari pendatang biasa, para komunitas, pembina Jambore, Fasilitator, para tamu hingga Wakil Walikota Surakarta.

Siti Aminatus Zuhri dan Rafi Fatih sebagai penulis naskah sekaligus sutradara drama ini, tidak pernah menyangka akan mendapatkan gelar Best Art Perfomance di malam puncak Jambore Pemuda Solo. Menurutnya, persiapan benar-benar dirasa kurang karena dari pihak panitia hanya memberikan satu hari saja untuk membentuk dan fiksasi konsep penampilan yang akan mereka sajikan di hadapan pengunjung umum dan Wakil Walikota khususya. Dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, regu Brigjen Slamet Riyadi pun benar-benar harus memaksimalkan sumber daya yang ada untuk melawan regu lain yang memiliki sumber daya lebih dari Slamet Riyadi. Puji syukur alhamdulillah, keterbatasan sumberdaya, kekurang-kekurangan yang ada tidak memutuskan semangat juang mereka dalam menampilkan karya yang cukup memukau. Fadhil, sebagai penata musik dan lighting juga cukup bangga dengan apa yang regunya sembahkan di acara bergengsi “Jambore Pemuda Solo” yang di gelar pada tanggal 22-25 Oktober 2019 oleh DISPORA tersebut. Hal ini juga diungkapkan oleh segenap anggota regu Slamet Riyadi yang telah membawa citra baik kelompoknya di hadapan 200 pemuda se-Solo Raya dan khalayak umum. (Gie/ Humas Publikasi)

Sumber: Mokhammad Fadhil Musyafa’ (Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam)

Komentar ditutup.