Bg

Meski Tak Peroleh Beasiswa, Wisudawan Terbaik Ini Jualan Kaos Kaki Agar Tetap Kuliah

Diterbitkan tanggal 10 Maret 2021

SINAR- Adalah Afif Abdul Rosid pria yang berkelahiran Boyolali pada 10 Januari 1999 ini, menjadi wisudawan terbaik pada wisuda sarjana dan magister ke-46 IAIN Surakarta. Saat dihubungi oleh tim humas IAIN Surakarta, pria yang akrab disapa Afif ini bercerita awal mula ia mendaftar di kampus ini melalui jalur SPAN. Awalnya Afif mengaku sempat bingung untuk memilih prodi apa dalam melanjutkan studinya kedepan, setelah berkonsultasi dengan kedua orangtua dan gurunya di Madrasah ia mantap untuk melanjutkan studinya di bidang agama. Afif tertarik pada prodi Pengembangan Masyarakat di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan prodi Manajemen Dakwah IAIN Surakarta, “Qodarullah saya diterima di prodi Manajemen Dakwah IAIN Surakarta”, ceritanya.

Setelah dinyatakan diterima di IAIN Surakarta, untuk menjaga semangatnya, Afif menuliskan sebuah target di selembar kertas dan menempelkan di kamarnnya. Target dan harapan tersebut adalah “3,5 tahun lulus kuliah dengan predikat cumlaude”. Hari demi hari, semester demi semester saya lewati dengan sungguh-sungguh. Karena tidak mau membebani orang tua, selama berkuliah, Afif  mendaftar berbagai program beasiswa yang disediakan oleh kampus, mulai dari bidikmisi, baznas, gudang garam dll, namun tak satupun yang berpihak kepadanya. Tetapi ia tak patah semangat, demi meringankan beban orang tua, afif yang merupakan sulung dari 3 bersaudara, berusaha untuk mencari uang sendiri mulai dari jualan kaos kaki hingga menjadi freelancer di bidang desain, terangnya. Tak jarang ia pun harus berhutang ketika tiba waktu pembayaran UKT.

“Alhamdulillah, berkat doa dan usaha, saya selalu dimudahkan dalam menuntut ilmu. Salah satunya dalam menyelesaikan tugas skripsi. Berawal dari tugas statistik yang meneliti tentang efektivitas media sosial dalam dakwah saya kembangkan untuk jadi skripsi. Dalam waktu 4 bulan saya sudah menyelesaikan tugas skrispsi, dan akhirnya harapan dan target saya yang ditulis di secarik kertas dulu itu terwujud”, jelas Afif.

Terakhir Afif berpesan, agar jangan pernah putus asa, tetaplah semangat dan satu hal yang paling penting sesibuk apapun janganlah kalian tinggalkan sholat. Ia berharap kedepan agar bisa lebih baik lagi dan lebih bermanfaat untuk orang lain bisa membahagiakan keluarga dan dapat menjadi panutan bagi adik-adiknya, pungkasnya. (Zat/Humas dan Publikasi)

Komentar ditutup.