Bg

“Meusyedara” Jadi Tema di Penutupan PIONIR ke-VIII Aceh

Diterbitkan tanggal 2 Mei 2017

SINAR- Minggu (30/4), UIN Ar-Raniry Aceh selaku tuan rumah pada Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke-VIII (PIONIR ke-VIII) ini mempersembahkan tari kolosal yang dilakukan oleh 150 penari dengan tema Meusyedara (bersaudara), yang berhasil memukau ribuan penonton yang turut hadir dan menyaksikan acara penutupan tersebut. Filosofi tari meusyedara sendiri adalah sebagai bentuk persaudaraan yang terjalin antar atlet yang hadir selama PIONIR berlangsung.

Acara tersebut secara resmi ditutup oleh Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Prof. Farid Wajdi Ibrahim, MA mewakili Menteri Agama RI. Dalam sambutannya, Farid Wajdi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan PIONIR ke-VIII ini. Untuk kontingen yang belum mendapat juara tidak perlu gundah dan berkecil hati, juara memang penting tetapi persaudaraan dan kejujuran jauh lebih penting, tambahnya mengutip yang dikatakan Menteri Agama saat pembukaan PIONIR beberapa hari yang lalu. Farid juga memebetikanapresiasi yang tinggi kepada 55 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang telah hadir untuk berjuang meraih prestasi terbaik di ajang ini.

PIONIR yang dilaksanakan dua tahun sekali ini telah malahirkan UIN Ar-Raniry Aceh sebagai juara umum dengan raihan total point 33 yaitu 6 emas 3 perak dan 9 perunggu, disusul dengan IAIN Tulungagung dengan point 27 dengan 6 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Dan posisi ketiga ditempati UIN Jakarta dengan point 20 dari 2 emas 6 perak 2 perunggu.IAIN Surakarta sendiri finish di peringkat 35 dengan raihan 3 medali perunggu dari cabang olahraga panjat dinding 2 medali dan  bulutangkis 1 medali.

Meski jauh dari target yang dicanangkan, pimpinan kontingen sekaligus Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. Syamsul Bakri tetap memberikan apresiasi kepada seluruh atlet dan official yang telah bekerja keras dan berjuang dengan maksimal. Hasil yang diperoleh di PIONIR ini akan segera dievaluasi untuk menjadi bahan dalam persiapan di ajang yang serupa dengan lingkup regional se-Jawa dan Madura yaitu Invitasi Pekan Pengembangan Bakat dan Minat Mahasiswa (IPPBMM) di IAIN Purwokerto tahun depan.(Gus/Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Sumber: wasatha.com/Rizki

Komentar ditutup.