Bg

MoU Pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dengan UNSIQ Wonosobo, IAIN Surakarta Ajak Kolaborasi

Diterbitkan tanggal 12 November 2020

SINAR- Rektor IAIN Surakarta, Prof. Dr. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd., bersama seluruh pimpinan Rektorat, para Dekan, para Ketua Lembaga dan para Kepala Unit di lingkungan IAIN Surakarta diboyong oleh Rektor ke Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ) Wonosobo untuk ngangsu kawruh (belajar).  Kegiatan yang terlaksana pada hari Kamis, (12/11) ini sebagai bagian dari tanggungjawab seorang akademisi untuk mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Prof. Mudofir dalam sambutannya berharap dapat belajar langsung dari Unsiq dan ke depan dapat bekerjasama dalam program pengembangan program studi di IAIN Surakarta yang sedang berproses menuju UIN Raden Mas Said Surakarta. Harapan lainnya adalah kerjasama ini bisa mengikis persaingan/ kompetisi tetapi kerjasama dapat mengokohkan kolaborasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Prof. Mudofir menilai bahwa Unsiq adalah senior dalam pengembangan ilmu pengetahuan tetapi yang lebih penting adalah dasar pengembangan ilmu pengetahuan antara Unsiq Wonosobo dan IAIN Surakarta adalah sama. Kesamaan itu adalah Al Qur’an.

Sedangkan Rektor Unsiq Wonosobo, Dr. KH. Muchotob Hamah, MM., mengatakan bahwa saling mengunjungi seperti ini adalah upaya untuk mempererat tali ukhuwah antar sesama muslim. Keberadaan/ Mahiyah Al Qur’an perlu disampaikan hingga ke semua sisi bidang kehidupan karena Al Qur’an adalah rahmat semesta alam”, ucap KH. Muchotob. Beliau juga berharap ada sinergi antara IAIN Surakarta dengan Unsiq Wonosobo ke depannya nanti.

Lebih lanjut kunjungan ini berdiskusi dalam hal pengembangan ilmu dan keunggulan di perguruan tinggi masing-masing hingga memunculkan gagasan-gagasan kolaborasi. Kolaborasi internal yang dilakukan oleh Unsiq sangat menarik bagi IAIN Surakarta karena secara kurikulum prodi umum dan prodi yang berbasis agama bisa saling meng-inject. Artinya IAIN Surakarta merasa tepat untuk belajar dalam kaitannya pendirian program studi umum yang masih tetap teguh memegang prinsip agama islam sebagai dasar pengajaran dan pengembangan ilmunya. (Gie/ Humas Publikasi)

Komentar ditutup.