Bg

Musim Pandemi, Masih Bisa Silaturahmi. Halal Bihalal Pondok Tahfidz Syifa’ul Qur’an Dilaksanakan Secara Virtual

Diterbitkan tanggal 12 Juni 2020


SINAR- Pondok Tahfidz Syifa’ul Qur’an (PTSQ) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Adab dan Bahasa IAIN Surakarta gelar acara “Halalbihalal Virtual” antara santri dengan segenap pengeola PTSQ. Rabu, (10/06/2020). Acara ini dilaksanakan dari rumah sendiri-sendiri (stay at home) dari pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.

Halalbihalal ini dihadiri online oleh segenap pengelola pondok ; Dr. H. Muhammad Munadi S.Pd., M.Pd., Dra. Hj. Noor Alwiyah M.Pd (yang lainnya berhalangan hadir) dan santri PTSQ IAIN Surakarta. Digelarnya acara ini bermaksud untuk merayakan bulan Syawal yang berdasarkan adat istiadat di Indonesia setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan adalah biasanya melakukan sowan-sowan untuk saling meminta maaf dan memaafkan kesalahan antar sesama umat manusia. Ditahun-tahun sebelumnya kita selalu melakukannya secara langsung sowan ke rumah-rumah dosen dan segenap pengelola pondok, tetapi dimusim pandemi seperti ini dengan anjuran pemerintah untuk stay at home, kita masih bisa memanfaatkan media sosial (virtual) untuk melakukan halalbihalal, kita harus memanfaatkan sosial media sebaik mungkin apalagi di zaman milenial seperti ini. Acara ini selian halalbihalal juga bertujuan untuk koordinasi persiapan kegiatan pondok serta perkembangan recruitmen santri baru dan juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara segenap pengelola pondok dengan santri PTSQ serta media refleksi untuk para santri menyampaikan hasil perkembangan hafalan santri-santri selama pondok diliburkan.

Acara ini dilaksanakan sebagimana acara resmi biasanya yaitu; pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, ikrar halalbihalal dari santri, laporan/info perkembangan hafalan santri pondok, tausiyah oleh bapak Dr. H. Muhammad Munadi S.Pd., M.Pd. dan Dra. Hj. Noor Alwiyah M.Pd, koordinasi persiapan kegiatan pondok dan perkembangan recruitmen santri baru, dan diakhiri dengan penutup.

Dalam acara ini juga disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Munadi dalam tausiyahnya yang ringkasnya :dalam Al-Qur’an surat Ali ‘Imran ayat 133 dengan Al-Hadid ayat 21 ada kemiripan mengenai “wasaari’uu ilaamaghfirah” dan “saabiquu ilaamaghfirah”. Apa perbedaan antara “belomba-lombalah kamu” dengan “bersegeralah kamu”? Bersegeralah , berlomba-lombalah, dalam mencari maghfirah Allah. Dalam mencari ampunan Allah itu harus cepat dan segera, karena tidak ada dosa kecil yang dilaksanakan terus menerus dan tidak ada dosa besar yang diiringi istighfar. Dari ayat maghfirah ini ada tiga nasehat dari Jibril kepada Nabi Muhammad yaitu yang pertama hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati. Kedua, cintailah sekehendakmu, sesungguhnya engkau akan dipisahkan dengan orang yang kau cintai. Kemudian yang ketiga adalah lakukanlah sesukamu, sesungguhnya semua akan dimintai pertanggungjawaban. Kita harus bisa hati-hati dalam menjalankan hidup ini, hingga semoga semuanya akan dicatat sebagai amal baik.

Pesan dari segenap pengelola pondok ini “semoga semuanya bisa istiqomah dalam memegang dan menjaga hafalan Al-Qur’an”. (Zat/ Humas Publikasi)

Oleh : Nur Afni Sedyowati, Santri PTSQ IAIN Surakarta dan Mahasiswa Sejarah Perdaban Islam IAIN Surakarta.

Komentar ditutup.