Bg

Nyadran, Trend Memorial park dan Apa Respon Perguruan Tinggi?

Diterbitkan tanggal 9 April 2021

Oleh: Dr. H. Muhammad Munadi, M.Pd
(Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta)

Jelang puasa Ramadlan tepatnya bulan Sya’ban (Ruwah:Jawa) biasanya orang Jawa khususnya Solo dan sekitarnya memiliki tradisi nyadran. Rutinitasnya biasanya dilakukan pada tanggal 15, 20, dan 23 Ruwah, berurutan seperti yang terjadi di Masjid Tegalsari Klaseman Gatak, Masjid Purwohutaman Kartasura dan terakhir di Masjid Kalioso. Kegiatan ini biasanya memiliki prosesi pembersihan makam leluhur dan mendoakan orang yang meninggal dunia di makam dan yang terakhir ada acara pengajian di Masjid dengan urutan acara pembacaan ayat Al-Quran, zikir, tahlil, dan doa, kemudian ditutup mau’idzah hasanah serta pembagian makanan jaburan. Tradisi ini selama corona ditiadakan. Kondisi ini perlu ada modifikasi disamping karena ada corona dan juga perubahan masyarakatnya. Bentuk perubahan masyarakat yang terjadi diantaranya tempat tinggal  masyarakat sudah banyak yang bergeser dari kampung ke perumahan yang tidak memungkinkan lagi diselenggarakan interaksi dan kegiatan seperti jaman-jaman sebelumnya. Temuan (Suardita & Setiawan, 2004) menunjukkan bahwa pola perumahan (sistem seting) yang lebih lengkap cenderung memiliki interaksi sosial yang lebih lemah, sementara pola perumahan (sistem seting) yang lebih sederhana, justru terjadi interaksi sosial yang lebih kuat meskipun memiliki sisi buruk karena terdapat hubungan sosial yang bisa mengarah pada konflik.   Temuan selaras dengan temuan (Ardianto, Komariah, & Perbawasari, 2011) menunjukkan bahwa interaksi antar pribadi pada tipe perumahan sangat sederhana lebih tinggi frekuensinya di banding tipe sederhana dan tipe besar, Interaksi sosial pada tipe perumahan sangat sederhana lebih tinggi frekuensinya di banding tipe sederhana dan tipe besar, Komunikasi antarpesona pada tipe perumahan sangat sederhana lebih tinggi frekuensinya di banding tipe sederhana dan tipe besar, Komunikasi kelompok pada tipe perumahan sangat sederhana lebih tinggi frekuensinya di banding tipe sederhana dan tipe besar. Temuan riset tersebut bisa menjadi acuan untuk perubahan model nyadran dan pengurusan orang yang meninggal dunia. Apalagi di kota-kota besar semakin banyak perubahan besar dan mendasar  yang mulai tumbuh dan bermunculan industry baru pengurusan jenazah dari hulu sampai hilir. Hal ini sudah mulai muncul trend baru fenomena  memorial park, memorial garden atau nama yang mirip dengan itu. Fenomena ini sudah terjadi di 4 propinsi yang memiliki lahan tersebut setidaknya sudah ada  9 pemakaman model baru. Berikut datanya.

Tabel 1. Pemakaman Mewah di 4 Propinsi

No Nama Alamat Website Propinsi
1. San Diego Hills Memorial Parks https://www.sandiegohills.co.id/ Karawang Jawa Barat
2. San Diego Hills Memorial Parks  – Raudlatul Jannah Memorial Park https://sales-sandiegohills.com/raudlatul-jannah/raudlatul-jannah-pemakaman-islam/ Karawang Jawa Barat
3. Taman Memorial Graha Sentosa http://grahasentosa.co.id/ Karawang Jawa Barat
4. Heaven Memorial Park https://heaven.co.id/rumah-duka-heaven-memorial-park Bogor Jawa Barat
5. Al Azhar Memorial Garden https://alazharmemorialgarden.com/ Karawang Jawa Barat
6. Oasis Lestari Tangerang Banten
7. Nirwana Memorial Park https://www.puncaknirwana.co.id/ Pasuruan Jawa Timur
8. Taman Makam Quilling –   Bogor Jawa Barat
9. Mount Carmel http://mountcarmel.co.id/memorial/ Ungaran Jawa Tengah

Tabel 1 menunjukkan bahwa pemakaman mewah sudah ada di 4 propinsi yaitu: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah serta Jawa Timur. Kesembilan pemakaman tersebut dimiliki Yayasan dana atau  perusahaan besar seperti gambaran table di bawah ini.

Tabel 2. Pengelola Pemakaman

No Nama Bentuk Perusahaan
1. San Diego Hills Memorial Parks PT. Lippo Karawaci
2. San Diego Hills Memorial Parks  – Raudlatul Jannah Memorial Park PT. Lippo Karawaci
3. Taman Memorial Graha Sentosa PT. Permata Bumi Kencana
4. Heaven Memorial Park Yayasan Naga Sakti
5. Al Azhar Memorial Garden Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar
PT. Nusantara Prima Sukses Sejati
6. Oasis Lestari Dana Pensiun Konferensi Waligereja Indonesia (DP KWI) – PT. DANITA
7. Nirwana Memorial Park PT. HM Sampoerna Tbk
8. Taman Makam Quilling Yayasan Naga Sakti
9. Mount Carmel PT. Pagoda Karya Abadi

Tabel 2. menunjukkan bahwa pengelola pemakaman tergolong yayasan dan perusahaan besar sehingga kepemilikan lahan untuk kepentingan tersebut minimal 3,9 hektar bahkan ada yang memiliki lahan 350 hektar. Perusahaan jasa ini ada yang sudah mulai beroperasi tahun 2002 dan yang paling muda berdiri tahun

Diversifikasi usaha perusahaan besar merambah ke bidang tersebut menunjukkan prospek cerah bidang usaha pemakaman ditambah trend ini terjadi di seluruh penjuru dunia. Karena bisnis ini menjadi trend menjadikan beberapa pengelola pemakaman yang ada di Indonesia tergabung pada asosiasi dunia berkait dengan bidang tersebut, yaitu: International Cemetery Cremation & Funeral Association. Perhimpunan ini sudah berdiri sejak 1887. Ini berarti bahwa asosiasi ini sudah berjalan lebih dari 130an tahun. Prospek yang semakin cerah bisnis  jasa cemetery, cremation & funeral sebagai  sebuah industry baru menjadikan anggota asosiasi saat ini sudah mencapai sembilan ribu seratus (9,100) anggota perusahaan. Besarnya anggota ini menjadikannya memiliki acara tahunan dengan tajuk ICCFA Annual Convention & Exposition.  Pertemuan tahunan ini berusaha mempertemukan antara pemilik dan pengelola cemetery, cremation & funeral dari seluruh dunia serta mengadakan pameran untuk mempromosikan tempat dan layanan pemakaman  bagi para konsumen.

Dilihat dari salah satu web perusahaan pada table 1, ada bebarapa layanan yang tersedia dari proses pemulasaraan, pemakaman sampai pelayana setelah pemakaman. Pemulasaran Jenazah terdiri dari layanan Penjemputan Jenazah menuju tempat persemayaman, memandikan jenazah, mengkafani jenazah, Sholat Jenazah, dan memberangkatkan jenazah menuju ke Raudlatul Jannah Memorial Park. Pelayanan Pemakaman, terdiri atas layanan : penyediaan lahan pemakaman muslim, pelaksanaan prosesi pemakaman, Membacakan doa untuk Jenazah, membacakan Al-Quran selama 7 x 24 jam di lahan makam. Pelayanan setelah Pemakaman meliputi layanan Penyediaan Batu Nisan beserta desainnya, Penyediaan tenda dan kursi untuk ziarah makam. Serta Pemeliharaan Lahan Pemakaman dan keamanan 24/7.

Usaha jasa yang relative baru ini menjadikan perusahaan menawarkan jasa dengan beragam cara disamping memakai tenaga marketing, mamakai website serta media social yang berkembang saat ini. Gambarannya sebagai berikut.

Tabel 3. Media Sosial yang dipakai

Tabel 3 memperlihatkan bahwa progresivitas pemasaran dilakukan dengan memakai media social yang ada. Namun ada satu usaha jasa yang sama sekali tidak memakai media social.

Apa Yang Bisa Dilakukan Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK)?

Dari hari ke hari prospek jasa cemetery, cremation & funeral akan semakin besar, sehingga PTK swasta atau negeri bisa memanfaatkan fenomena dan momentum ini melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutaman dharma pendidikan/pengajaran. Pada sisi aspek Pendidikan/Pengajaran/Pembelajaran bisa menyesuikan kebutuhan perusahaan jasa cemetery, cremation & funeral dari dimensi kurikulum teoritik maupun praktek baik dari sisi objective, content, method, media, serta evaluation. Kurikulum yang harus berbenah pada program studi Theologi, Konseling, dan Hukum Agama. Selain itu bisa dijadikan tempat magang untuk mendekatkan teori dengan praktek, sehingga alumni yang dihasilkan tahu betul apa yang harus dikerjakan ketika lulus dari perguruan tinggi.     

Rujukan

Ardianto, E., Komariah, K., & Perbawasari, S. (2011). INTERAKSI DAN KOMUNIKASI MASYARAKAT DI PERUMAHAN BUMI RANCAEKEK KENCANA KABUPATEN BANDUNG. Sosiohumaniora, 13(3). doi:10.24198/sosiohumaniora.v13i3.5510

Suardita, I. M., & Setiawan, B. (2004). Hubungan pola perumahan dengan interaksi sosial masyarakat :: Studi kasus desa Dalung Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung Propinsi Bali. Sleman, Yogyakarta. Retrieved April 9, 2021, from http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/22801

Penulis

Dr. H. Muhammad Munadi, M.Pd
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta

Komentar ditutup.