Bg

Omah Jurnal Sebagai Instrumen Peningkatan Mutu dan Daya Saing PTKIN

Diterbitkan tanggal 14 Oktober 2019

SINAR- Saat ini terdapat paling tidak 58 PTKIN, 200.000 lebih dosen dan lebih dari satu juta mahasiswa. Hal ini merupakan potensi dan aset yang luar biasa dan harus dioptimalkan. Berkaitan dengan potensi tersebut Kasubdit Dr. Suwendi, pada tahun 2020-2024 sedang disusun renstra dengan fokus pada 2 hal, yakni peningkatan mutu dan relevansi daya saing. Kehadiran pengelola jurnal sangat penting dalam mendorong aspek mutu dan daya saing.

Kasubdit menekankan bahwa artikel jurnal yang bermutu, selalu bermula dari hasil riset yang baik. Jihad kita adalah menghasilkan artikel bermutu yang bisa memengaruhi pengetahuan dan pikiran publik. Hal ini ditopang dengan publikasi yang memadai agar menjadi bagian dari dakwah Kementerian Agama.

Kehadiran omah jurnal sangat penting untuk menopang kebutuhan peningkatan daya saing salah satunya adalah membantu program akselerasi guru besar. Omah jurnal ini instrumen penting karena menjadi kanal dalam pengelolaan dan publikasi artikel jurnal. “IAIN Curup adalah tuan rumah pertama rembug omah jurnal se-Indonesia dan nanti kita perlu merumuskan apa saja yang diperlukan agar kehadiran omah jurnal lebih bermanfaat,” kata Kasubdit Dr.Suwendi.

Selain itu, adanya guru besar dalam program sabbatical leave dalam negeri bisa disinergikan dengan kebutuhan dalam akselerasi pengelolaan jurnal di masing-masing PTKIN. Kehadiran guru besar lintas kampus se-Indonesia bisa mempercepat akreditasi jurnal di masing-masing PTKIN.

Saat ini, Kemenag sedang menyusun reward untuk pengelola jurnal. Pengelola jurnal yang sudah sinta 1 dan 2 akan mendapat reward. Kami sedang menyiapkan juknis untuk hal tersebut”, kata Kasubdit.

Selain reward, Kemenag juga sudah menyiapkan berbagai kluster untuk membantu pengelolaan dan peningkatan mutu dan akreditasi jurnal di lingkup PTKIN. (Gie/Humas Publikasi)

Sumber: M Zainal Anwar/Omah Jurnal IAIN Surakarta

Komentar ditutup.