Bg

Opening Ceremoni PBAK 2021, 4.000 Mahasiswa Baru Ikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan UIN Raden Mas Said Surakarta

Diterbitkan tanggal 18 Agustus 2021

SINAR – Sebanyak 4.000 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Raden Mas Said Surakarta masih dilaksanakan untuk yang kedua kalinya yaitu dalam keadaan pandemi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu-Sabtu (18-21/09) secara virtual melalui Zoom Meeting. PBAK Online kali ini mengangkat tema ” Penguatan NilaiNilai Moderasi Beragama dan Bingkai Keberagaman Indonesia”.

Acara ini dibuka dengan tilawatil Qur’an oleh JQH Al-Wustha, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Waton oleh GAS 21 dan dilanjutkan sambutan-sambutan.

Tujuan dari mengikuti PBAK adalah agar setiap mahasiswa dapat lebih mudah dalam mengikuti proses- proses akademik dengan lancar. Setiap mahasiswa harus memiliki keseriusan dalam bergulat terkait dengan keilmuan maupun potensi yang dimiliki masing-masing. Dengan mengikuti dunia Akademik dan dunia penunjang, setiap mahasiswa akan menjadi mahasiswa yang berkualitas. ungkap Prof. Dr. H. Syamsul Bakri, S.Ag. M.Ag,.

Kualitas sesuatu bergantung kepada ciri khas. Maka ciri khas mahasiswa adalah kekuatan akademiknya. Ciri khas mahasiswa terletak pada intelektualnya, tambahnya.

Lebih lanjut, rektor UIN Raden Mas Said Surakarta Prof. Dr. H. Mudofir menyapa dan memberikan sambutan selamat datang kepada mahasiswa Raden Mas Said Muda dan selamat bergabung dengan 18.000 mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta.

Mahasiswa baru tahun ini adalah mahasiswa baru yang lahir setelah lembaga ini beralih status menjadi UIN Raden Mas Said Surakarta. Meskipun sebagai mahasiswa baru, kemungkinan untuk mengikuti tatap muka daring sangat kecil. Diharapkan para mahasiswa selalu mengakses informasi yang terkait dengan UIN Raden Mas Said Surakarta.

Kampus ini sangat kondusif untuk belajar memetik ilmu pengetahuan. Suatu saat teman teman mahasiswa akan hadir di kampus ini.

Rektor juga menggambarkan suasana kebudayaan di kota Solo. Bahwa kampus ini memiliki akses ke berbagai kota besar, seperti Surabaya, Yogyakarta, Salatiga, Pekalongan, Cirenon, Semarang, dan Jakarta. Diharapkan dengan kemudahan akses, mahasiswa dapat mengembangkan ilmu pengetahuan seluas-luasnya dan menjadi pribadi yang unggul di masa depan.

Rektor meminta kepada seluruh mahasiswa untuk membulatkan tekat meraih cita-cita di kampus kita tercinta ini.

Yang akan mengubah kehidupan kita di masa depan adalah hari ini.
“Apakah anda siap untuk merebut mimpi mimpi..? Karena pada PBAK tahun ini berbeda dengan pandangan dunia yang sebelumnya anda miliki.
Bersiaplah karena pikiran-pikiran kalian akan berubah setelah PBAK. Visi dan Misi dalam menjadi seorang manusia.

Kegiatan PBAK hari pertama diadakan pada Rabu, 18 Agustus 2021. Kegiatan ini diisi dengan pemberian materi dengan tema Moderasi Beragama, Ke-Indonesiaan, dan Ke-Islaman. Materi pertama yaitu Seminar Moderasi Beragama yang dimoderatori oleh Ahmad Fatih Mamduh mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab. Pemateri yang menyampaikan tema tersebut adalah Adin Jauharudin.

Seminar Moderasi Beragam, pemateri menyampaikan materi tentang Moderasi Beragama di masyarakat.

Instrumen atau kegiatan-kegiatan sosial, merupakan salah satu yang mempengaruhi terbentuknya sikap moderasi beragama. Kita dapat mengamati kegiatan sosial yang ada di RT, RW, desa, seperti Yasinan, Tahlilan, kumpul RT, dn arisan. Kegiatan inilah yang justru semakin meningkatkan rasa toleransi dan merekatkan kesatuan bangsa ini. Adapun tambahannya yaitu pentingnya peran tokoh di lingkungan tempat tinggal.

Adin Jauhadin menambahkan, betapa pentingnya moderasi beragama di Indonesia. Agama sebagai sumber peningkatan peradaban, dan bukan sebagai identitas kelompok agama. Sehingga kehadiran agama yang berbeda tidak dimaknai sebagai ancaman antar kelompok sendiri.

Islam itu rahmalal lil alamin. Agama ini juga bisa dijadikan sebagai wadah inspirasi. Kehadiran agama yang berbeda seharusnya mampu mengintegrasikan, bukan malah dijadikan perbedaan sosial dan sumber kekerasan.

Agama bisa menumbuhkan nilai-nilai pancasila ketika agama dimaknai oleh pemeluknya sebagai sumber peradaban plural seperti di Indonesia. Wawasan kebangsaan adalah kunci dari toleransi dan nasionalisme, tambahnya.

Harapannya dengan nilai nilai yang telah kita selipkan di PBAK Online tahun ini, mampu merubah pola pikir dan juga mindset sehingga kita dapat menjunjung tinggi toleransi dan menghargai perbedaan ungkap ketua panitia PBAK 2021, Faizal Choiru Rahim. (Nughy/ Humas Publikasi)

Komentar ditutup.