Bg

Partisipasi IAIN Surakarta dalam Temu Riset Mahasiswa PTAIN Se-Indonesia

Diterbitkan tanggal 3 November 2015

SINAR – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mendelegasikan dua mahasiswanya dalam Temu Riset Mahasiswa Islam dan Short Course Metodologi Penelitian Nasional 2015 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selama sepekan, Sabtu- Jumat (24-30/10).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Kajian, Penelitian dan Penalaran Mahasiswa (LKP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan persyaratan penulisan essay bertema “Harmoni Beragama” dengan paradigma masing-masing peserta. Berdasarkan hasil seleksi melalui Surat Keputusan Tirakat Penelitian Nomor: 20/B/Pan-Tirpen/Geb.Integrasi/Uin-Maliki/X/2015 maka Ahsanur Rofiq Iqbal mahasiswa jurusan Aqidah Filsafat dan Abdi Setiawan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dinyatakan lolos menjadi peserta.

Temu Riset Mahasiswa Islam dan Short Course Metodologi Penelitian Nasional 2015 merupakan ajang minat dan bakat mahasiswa, sekaligus sebagai forum silaturahim dan perkumpulan mahasiswa Islam peneliti se-Indonesia dalam rangka mendalami ilmu penelitian. Hanya sebagian kecil yang lolos seleksi, mereka berasal dari UIN Maliki Malang, IAIN Surakarta, IAIN Sultan Maulana Hasunuddin Banten, IAIN Salatiga, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UM Lamongan, STAI Jember, STAIN Pekalongan, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Prof. Dr. H. M Amin Abdullah M.A, selaku mantan Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hadir sebagai narasumber dalam Seminar Nasional yang merupakan bagian dari rangkaian acara. Seminar tersebut mengangkat tema “Diseminasi Islam Indonesia yang Rahmatan Lil ‘Alamin, Melalui Riset Damai Integratif”.

Fiqh Vredian selaku ketua LKP2M UIN Malang berharap agar kegiatan ini dapat membentuk mahasiswa yang kritis dan cerdas dalam menganalisis sebelum men-justice. “Semoga Temu Riset Nasional dapat menjadi bekal dan modal tambahan keilmuan penelitian yang bisa ditularkan kepada mahasiswa di masing-masing universitas asal untuk membangun jaringan. Kami berharap pelatihan bukan hanya sampai disini namun akan kita tindak lanjuti dengan penerbitan jurnal ilmiah masing-masing peserta,” tuturnya dalam sambutan.

Hal senada juga dikemukakan Nanang Ma’ash Shobirin, Ketua Dema-U UIN Maliki pasalnya pemaknaan research adalah mencari ulang, menggali ulang ilmu-ilmu yang sudah ada, sedang umat Islam saat ini masih saja mengungkit kejayaan yang pernah dialami ketika Dinasti Abbasiyyah dan mengklaim segala sumber ilmu pengetahuan, bersumber dari para tokoh Ilmuwan Islam seperti Ibnu Sina (Ahli Kedokteran), Al-Biruni (Ahli Astronomi), dan banyak tokoh lain. Padahal efek dongeng tersebut menjadikan umat Islam tertidur pulas dan menjadi umat yang stagnan melalui pembelajaran normatif, tanpa adanya pengembangan teori dari temuan para tokoh tersebut. (Ahsanur Rofiq Iqbal)

Komentar ditutup.