Bg

Celebration PBAK 2018 Ditutup Dengan Konfigurasi NKRI HARGA MATI

Diterbitkan tanggal 15 Agustus 2018

SINAR- Teriakan NKRI Harga Mati menggema di lapangan Utama IAIN Surakarta pada Rabu, (15/8). Semanggat menggelora yang diteriakkan para peserta Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2018 seolah tak pernah padam meskipun kegiatan tersebut telah berlangsung tiga hari lamanya. Dan hari merupakan hari terakhir atau puncak dari PBAK 2018.

Selamat bergabung dengan Keluarga Besar IAIN Surakarta, dengan ini mahsiswa IAIN Surakarta berjumlah 15.500 mahasiswa, sebuah angka yang fantastis untuk sebuah  perjalanan panjang IAIN Surakarta, ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Dan Pengembangan Lembaga Dr. H. Abdul Matin Bin Salman, Lc.M.Ag., tak kalah semangat dengan para mahasiswa.

Beliau juga menyampaikan, “Tidak ada kata yang pantas diucapkan saat ini kecuali ucapan syukur kita kepada Allah, dan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat baik dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) maupun para Dosen, tak lupa terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Sukoharjo Purwadi, S.E., M.M., beserta seluruh jajaran yang telah berkenan hadir mendampingi dan menjadi saksi kegiatan ini”.

“Jadikan IAIN ini sebagai rumah bersama dan pilihan kita bersama dan dari sinilah generasi-generasi pemimpin masa depan Indonesia akan di cetak, akan muncul pemimpin-pemipin yang handal”, tutup Matin dengan penuh harap.

Sementara itu Wabup Sukoharjo dalam sambutannya menyampaikan “Perguruan tinggi merupakan salah satu tempat menggelorakan semangat kuat untuk mengembangkan jati diri calon pemimpin bangsa dan menimba ilmupengetahuan. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang tentang Pendidikan Tinggi, fungsi dan peran perguruan tinggi sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dan masyarakat, wadah pendidikan calon pemimpin bangsa, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pusat kekuatan moral dan sebagai pusat pengembangan peradaban bangsa.”

Acara ditutup dengan konfigurasi membentuk formasi burung garuda dan NKRI HARGA MATI dengan diiringi lagu syukur. Formasi tersebut sengaja dipilih mengingat kegiatan PBAK yang berdekatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Konfigurasi ini dibentuk dengan menggunakan tampah sejumlah 3100 buah yang telah di cat. Ini menjadi penutup yang menguras emosi dan membuat haru, tak ayal beberapa peserta termasuk panitia pun tampak meneteskan air mata. Ini menjadi pengalaman yang tak akan pernah terlupa semua kerja keras dan perjuangan ini telah terbayar dengan penampilan konfigurasi tersebut, ucap salah seorang panitia. (Zat/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Sumber: Rosania

Komentar ditutup.