Bg

Peggy: Perempuan Tak Boleh Tinggalkan Kodratnya

Diterbitkan tanggal 11 April 2017

SINAR– Perempuan memiliki fungsi domestik yang lebih dominan dibanding laki-laki. Demikian yang disampaikan mantan artis, Peggy Melati Sukma dalam Seminar Inspiratif Membedah Esensi Pemikiran R.A. Kartini, Hijrah Habis Gelap Terbitlah Cahaya di Gedung Graha IAIN Surakarta, Selasa (11/4).

Seminar yang digelar oleh Sub Bagian Humas dan Publikasi bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) IAIN Surakarta dihadiri oleh ratusan perserta dari kalangan mahasiswa,  karyawan, dosen dan masyarakat umum. Menurut Peggy, kodrat perempuan adalah mengandung, melahirkan, menyusui dan mengurus anak-anak. “Kodrat perempuan tidak bisa ditawar-tawar lagi karena Allah langsung yang memberikan,” kata perempuan yang sekarang fokus berdakwah.

Meskipun demikian, lanjut mantan foto model itu, bukan berarti kaum perempuan tak boleh kemana-mana dan hanya di rumah tanpa melakukan berbagai kegiatan.  Kaum perempuan boleh berkiprah dan berkarir setinggi-tingginya baik di kantor, politik, lingkungan rumah dan bidang lainnya, namun tidak boleh  melupakan tugas domestik. “Perempuan boleh berkiprah, tapi tidak wajib. Wanita tidak boleh lupa dengan kodratnya. Ia memiliki fungsi domestik yang sangat dominan. Sedangkan laki-laki memiliki fungsi publik,” terangnya.

Islam sangat memuliakan perempuan sebab Islam telah melepaskan mereka dari perbudakan pada zaman jahiliyah. Terlebih Islam memerintahkan para merempuan agar menutup auratnya. Tujuan utama dari perintah tersebut adalah bebasnya para kaum hawa yang dulunya hanya dipandang sebagai komoditas dan hanya dinilai dari fisik dan rupa tapi kini perempuan dinilai dari kiprahnya.

Zaman konial Belanda di Indonesia, kondisi perempuan direndahkan terjadi dimana-mana. Keadaan itupun dialami R.A. Kartini. Perempuan tidak boleh bersekolah dan berkegiatn di luar rumah. Hal tersebut membuat R.A. Kartini melakukan perlawanan. “Islam memerdekakan perempuan dari keterbelakangan dan perbudakan, membawa jalan terang seperti sekarang,” kata dia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. Abdul Matin bin Salman berharap agar kehadiran Peggy Melati Sukma dapat memberikan inspirasi bagai par apeserta. “Setelah mengikuti seminar peserta dapt menjadi perempuan lebih baik lagi,” kata dia dalam sambutan pembukaan. (Yin/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.