Bg

Pembinaan dan Evaluasi Hasil Studi Mahasiswa Bidikmisi Tahun 2017 Rektor: Semangat Harus Dipelihara

Diterbitkan tanggal 14 Maret 2017

SINAR– Sejumlah 296 mahasiswa bidikmisi angkatan 2013 s.d 2016 menghadiri acara pembinaan dan evaluasi hasil studi mahasiswa bidikmisi tahun 2017, Selasa (14/3). Pembinaan ini bertujuan untuk memantau, mengontrol dan memupuk kembali semangat berprestasi di semester selanjutnya. Selain itu juga sebagai ajang silaturahmi antar angkatan.

Laporan Ketua Forum Silaturami Mahasiswa Bidikmisi (Formasi), Sahrudin, menyampaikan beberapa nama yang meraih IPK tertinggi dan lulus tercepat dari angkatan 2013. Mereka adalah Nur Isnainin Wulan Agustin (3.79) dan Putri Ayu Lestari (3.62). Keduanya merupakan mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Sedangkan dari hasil studi semester ganji, dari angkatan 2013, Endah Patmawati dari jurusan  Pendidikan Agama Islam (PAI) meraih nilai maksimal dengan IPK 4.00. Dilanjut angaktan 2014 dan 2015 dengan IPK yang sama 3.83, diraih oleh Galuh Anggraini dari jurusan Akuntansi Syariah dan Fika Megawati dari Jurusan PAI. Terakhir, angkatan 2016, yaitu Rois Danu Anggoro dari Jurusan PAI dengan IPK 3.90.

Rektor IAIN Surakarta, Dr. H. Mudofir dalam sambutan serta arahannya mengucapkan apresiasi akademik yang telah diperjuangkan para mahasiswa bidikmisi. “Saya lho, Rektor, tapi saat kuliah S1 lulus dengan IPK tidak menyentuh angka 3.50,” candanya renyah. Rektor mengingatkan agar tidak boleh ada kata putus asa dalam hidup. “Nilai kalian ini hanya ukuran normatif saja, yang nyata adalah bagaimana kalian merespon dalam sebuah universitas kehidupan. Namun, nilai tertinggi dapat menjadi modal untuk kedepan,” paparnya.

Selain prestasi akademik, mahasiswa bidikmisi diharapkan memiliki wawasan yang luas dan bagus untuk menghadapi tantangan masa depan. “Contohlah kegigihan kaum Yahudi. Mengapa kaum mereka bisa hebat meski jumlahnya hanya 1% dari penduduk dunia? Karena mereka selalu semangat. Semangat yang tiada tara untuk mementingkan keaslian keturunannya. Semangat mereka perlu diadaptasi dalam diri kita. Kekalahan umat manusia adalah putus asa,”pungkasnya.

Senada dengan Rektok, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Syamsul Bakri menegaskan bahwa standar minimal prestasi para mahasiswa bidikmisi adalah IPK 3.00, mengikuti agenda kegiatan yang telah dirancang oleh bagian kemahasiswaan maupun Formasi. Prestasi tambahan juga dianggap  penting untuk menunjukkan nilai plus dari seorang mahasiswa bidikmisi. “Angkatan 2013 telah menerbitkan buku buka rampai. Saya menekankan pada setiap angkatan agar mentradisikan menulis hingga dicetak dan memiliki ISBN sebagai bukti nyata karya kalian. Prestasi lain adalah menerbitkan jurnal mahasiswa tahun 2017,” tutupnya. (Yin/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.