Bg

Dr. Syamsul Bakri Serahkan Rekening Mahasiswa Bidikmisi IAIN Surakarta Angkatan Tahun 2016

Diterbitkan tanggal 20 Desember 2016

SINAR – 115 mahasiswa bidikmisi angkatan 2016 berkumpul di  lantai III gedung Rektorat kampus IAIN Surakarta dengan agenda penyerahan rekening, Selasa (20/12).

Acara yang dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr. Syamsul Bakri berjalan dengan sangat tertib. Dalam sambutannya, beliau berulang kali mengingatkankan bahwa penerima beasiswa bidikmisi merupakan orang-orang pilihan yang dituntut akan dua hal, yaitu menutup rantai kemiskinan dan menjadi mahasiswa yang berprestasi. Kedua hal tersebut merupakan sebuah konsekuensi yang tidak dapat ditawar. “Kalian semua harus mampu menekan kemiskinan dan meningkatkan prestasi.  Prestasi bisa berwujud akademik dengan nilai IPK diatas 3.0 dan juga non akademik yang berwujud keaktifan kalian di Unit Kegiatan Mahasiswa berdasarkan minat dan bakat. Pihak kampus sudah memfasilitasi, mewadahi minat dan bakat mahasiswa. Jadi tidak alasan bagi penerima beasiswa bidikmisi untuk tidak menjadi mahasiswa yang berprestasi dan mahasiswa percontohan,” terang Dr. Syamsul panjang lebar.

Lebih lanjut, Dr. Syamsul juga menyampaikan agar kelak bidikmisi angkatan 2016 ini mampu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermutu sekaligus menyenangkan. Tak hanya itu, kegiatan haruslah produk yang terukur.

Sebaran mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi adalah 43 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), 26 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 25 mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD), dan 21 mahasiswa Fakultas Syariah (FS). Mereka adalah mahasiswa pilihan dari 800 pendaftar beasiswa bidikmisi.

Pasca sambutan, secara simbolis Dr. Syamsul Bakri memberikan buku rekening kepada salah satu mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi.Tak hanya penyerahan, mereka juga mendapatkan sesi sharing dengan seniornya. Kali ini, Nur Iffah (2014) dan Nur Isnaini Wulan Agustin (2014) memberikan semangat dan motivasi kepada adik-adiknya. Keduanya adalah grantee beasiswa MORA dalam student exchange di Australia.

Nur Isnaini Wulan Agustin atau yang akrab disapa Ulin memberikan 3 kunci terbesarnya sehingga ia bisa lolos dalam program MORA ke Australia. “Tiga kunci yang selalu Ulin pegang adalah berani, percaya diri, dan yakin,” ujarnya.  Berani mencoba suatu hal yang baru, berani mengambil resiko, berani mendapatkan tantangan,  dan berani keluar dari zona aman. Percaya bahwa diri kita mampu, dan meyakini bahwa Allah bersama kita. (Yin/ Humas Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.