Bg

Prof. Nizar Berikan Kuliah Umum Tentang Peningkatan Mutu Pendidikan di IAIN Surakarta

Diterbitkan tanggal 7 April 2017

SINAR- Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta mengadakan kuliah umum yang membahas pendidikan. Kuliah umum ini mengangkat tema “Meningkatkan Mutu Di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Jum’at (7/4) di Gedung Lantai 4, Pascasarjana. 

Acara ini mengundang tiga nasumber, Direktur DIKTIS Kemenag RI, Prof. DR. H. Nizar, MA., Kepala Biro Kepegawaian Kemenag, Drs. H. Ahmadi, M.Ag. dan Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, H. Darno. Pimpinan IAIN Surakarta tampak mendampingi, Rektor IAIN Surakarta, DR. H. Mudofir, S.Ag., M.Pd. Turut hadir Direktur Pasca Sarjana, Para Guru Besar, Wakil Rektor, Dekan dan dosen Pascasarjana.

Dalam paparannya, Prof. Nizar menjelaskan ada dua inti dalam peningkatan mutu pendidikan. Yakni, Inti akademik dan administrasi. “Inti akademik tulang punggungnya adalah para dosen sebagai penggerak mutu pendidikan. Sementara, inti administrasinya adalah jajaran pimpinan manajemen, yang mengatur laju pendidikan agar berjalan dengan baik”, jelasnya.

Sementara itu, H. Ahmadi berbicara tentang kepegawaian. Dia menjelaskan, untuk meningkatkan mutu pendidikan, tak lepas dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pokok pendidikan, yakni pimpinan manajemen, dosen dan mahasiswa. “Setidaknya ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh mereka. Diantarannya karakter, komunikasi yang bagus dan keahlian”, ujarnya.

Darno, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo “curhat” tentang permasalahan anak didik. Dia yang sebelumnya seorang guru, merasa kewalahan menyikapi moral anak didik zaman sekarang. Misalnya, dia menyebutkan tentang budaya literatur yang rendah. “Untuk meningkatkan mutu pendidikan, harus diiringi peningkatan budaya membaca buku”, terangnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, “saya teringat kata-kata Taufiq Ismail beberapa tahun silam dalam sebuah acara di Yogyakarta, jika budaya membaca rendah seperti ini maka ke depan akan terjadi gagal literasi. Sekarang terjadi. ”, tegasnya. 

Oleh karena itu, salah satu program yang dia canangkan adalah peningkatan budaya literasi nasional. Dia  juga mengingatkan, untuk menguatkan pendidikan karakter, religiusitas, nasionalisme dan kemandirian. (Win/Humas Publikasi). #BanggaIAINSurakarta.

Komentar ditutup.