Bg

Public Lecture IAIN Surakarta, Multicultural Challenges In Indonesian Higher Education

Diterbitkan tanggal 3 Oktober 2017

SINAR- Kolaborasi antara Rektor IAIN Surakarta, Dr. H. Mudofir, M.Pd dengan Chris Foertsch (Fulbright Reseacher USA) hari ini, Selasa (3/10) di Gedung Graha IAIN Surakarta begitu istimewa. Pasalnya kedua narasumber tersebut berbicara dalam forum Public Lecture IAIN Surakarta, Multicultural Challenges In Indonesian Higher Education.

Dr. Mudofir mengatakan bahwa saat ini hampir tidak ada bangsa yang terisolasi, kenyataannya adalah adanya percampuran DNA dari berbagai bangsa. Seperti DNA kita adalah percampuran dari bangsa Mongoloid dan Negroid”, ucapnya. Hal ini mengajarkan bahwa kultur yang berbeda, tidak menjadikan halangan untuk bisa hidup bersama.

Sedangkan Chris berbicara mengenai migrasi pendidikan. Selalu ada resiko dalam setiap prosesnya seiring dengan tantangan yang hadir”, katanya dalam bahasa inggris. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa diperlukan strategi agar tantangan tentang perbedaan tidak menjadi isu besar. Dibutuhkan rasa saling menghormati antar suku, rasa dan agama dan menyadari fakta adanya keberagaman di Indonesia”, terangnya.

Kembali Dr. Mudofir menghimbau agar para mahasiswa sebagai agent of change  untuk bisa lebih memahami wawasan multikultural. Kita adalah bagian dari dunia, dan satu-satunya yang bisa menyatukan kita adalah rasa kemanusiaan”, ucapnya. (Gie/Humas dan Publikasi) #BanggaIAINSurakarta

Komentar ditutup.