Bg

Rapat Kerja tahun 2017, FUD IAIN Surakarta Gagas Fakultas Mandiri

Diterbitkan tanggal 23 Februari 2016

IMG_9735 editSINAR – Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar Rapat Kerja Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Fakultas Tahun 2017 bertempat di sebuah Rumah Makan di Solo, Selasa (23/2).

Rektor IAIN Surakarta, Dr. Mudofir, M.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan adanya prodi baru di FUD yaitu Prodi Manajemen Dakwah, Prodi Ilmu Hadis dan Prodi Ilmu Tasawuf, FUD dapat meningkatkan pelayanan akademik dan kinerja terlebih lagi kepada tenaga dosen yang sesuai bidang keilmuannya.

Kegiatan yang dihadiri oleh Dekan FUD. Wakil Dekan, Kepala Jurusan, Sekretaris Jurusan, Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian FUD ini diagendakan untuk membahas rencana kegiatan dan anggaran kerja tahun 2017. Menurut Dr. Imam Mujahid, M.Pd, Dekan FUD, mengatakan bahwa dari analisis Strenghts, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT), FUD ke depan akan menjadi fakultas unggulan.

Imam berharap dari analisis yang disampaikan akan menjadi keynote untuk merancang kegiatan di tahun 2017. Apalagi jika FUD dapat mengembangkan ke bidang enterpreuner sebagai kompetensi lulusan dari kosentrasi keilmuannya, maka akan tercipta ahli ilmu yang berjiwa enterpreuner”, katanya.

Pada tahun 2016 ini FUD akan berkosentrasi dalam pembenahan internal fakultas, tahun 2017 persiapan pemisahan fakultas, tahun 2018 menjadi fakultas yang mandiri antara Ushuluddin dan Dakwah”, kata Imam. Untuk mencapai itu tentunya FUD harus serius dalam menangani persoalan akademik, manajemen fakultas serta bidang sarana dan prasarana. Tidak kalah pentingnya adalah bidang kemahasiswaan sebagai stakeholder utama FUD.

Pada kesempatan tersebut Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan Dr. Muhammad Munadi, M.Pd mengatakan dalam pesan singkat kepada Dekan FUD bahwa akan ada penambahan dosen tetap non PNS di tahun 2017. Tentunya ini menjadi angin segar dalam bahasan rapat tersebut. Imam juga menambahkan dalam rapat nanti akan membahas tentang bagaimana memaksimalkan laboratorium mahasiswa, proceeding international, pengembangan sub domain dan jurnal ilmiah online sebagai tuntutan akademik perguruan tinggi. (Gie/Humas Publikasi).

Komentar ditutup.