Bg

SBSN Menjadi Peluang Pengembangan IAIN Surakarta-FGD Bappenas Bersama IAIN Surakarta

Diterbitkan tanggal 2 Agustus 2017

SINAR– Focus Group Discussion (FGD) Peluang Pengembangan IAIN Surakarta melalui dana SBSN digelar di IAIN Surakarta bersama Badan Perencanan Pembangunan Nasional (Bappenas) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Rabu (2/8).

Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. H. Abdul Matin bin Salman. Beliau mengatakan bahwa awalnya kampus ini mencari-cari mahasiswa, namun kini telah bergeser memikirkan bagaimana cara meningkatkan kualitas dan bagaimana agar alumni memiliki daya saing dan daya serap yang tinggi baik di masyarakat maupun di dunia kerja. Terlebih dari itu, Dr. Abdul Matin menyatakan bahwa IAIN Surakarta tidak akan latah terkait dengan jurusan-jurusan yang kelak akan dirintis ketika beralih status menjadi UIN (Universitas Islam Negeri). IAIN Surakarta akan lebih memilih science tech yang mengarah pada pertanian dan peternakan dibanding jurusan kedokteran yang umumnya dipilih UIN untuk dikembangkan. “Kami berharap, kedatangan Direktur Bappenas ini dapat memberikan masukan-masukan untuk pengembangan IAIN Surakarta,” pungkasnya.

Hadir di tengah-tengah peserta, Direktur Perguruan Tinggi, Iptek, Kebudayaan Kementerian PPN/ Bappenas, Amich Alhumami, Ph.D sebagai narasumber. Dengan tema Kebijakan dan Perencanaan Pembangunan Perguruan Tinggi Islam (PTI) menyampaikan beberapa alasan mengapa penting mengembangkan Perguruan Tinggi Islam. Diantaranya adalah peminat PTI yang semakin tinggi setiap tahunnya dan karena PTI telah melahirkan banyak tokoh Islam yang terdidik dan telah berkiprah di masyarakat secara langsung dan tidak langsung. Menurut Amich, IAIN Surakarta pun memiliki daya tarik tersendiri karena berlokasi berdampingan dengan Kota Solo. Solo yang memiliki banyak ideologi politik serta pantas untuk menjadi pusat pendidikan Islam.

Amich menyoroti ada peluang besar untuk mengembangan PTI karena dari tahun ke tahun peminat PTI semakin meningkat pesat. Kualitas pendidikan berbasis keagamaanpun kualitasnya mulai bersaing. Dibuktikan dengan banyaknya nilai UAN tertinggi yang diraih oleh siswa/i MTs dan MA. Ada tiga catatan penting dari Amich tentang pengembangan PTI, yaitu pemerataan layanan pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan, dan perbaikan tata kelola pendidikan. Pada akhirnya, Amich menyatakan bahwa IAIN Surakarta harus selalu dijaga karena ia memiliki kekhasan tersendiri yang tidak dimiliki oleh perguruan tinggi umum. (Yin/Humas publikasi)

Komentar ditutup.